
Waktu terus berjalan tak terasa sekarang kandungan ku sudah memasuki usia 8 bulan.
" mas nggak pergi kerja....?" tanya ku.
" nggak sayang, mas akan nemenin kamu sampai kamu lahiran." jawab mas rey santai.
" mas...., kan lahirannya masih bulan depan."
" mas tau, mas akan tetap di sisi kamu. Mas nggak mau kamu kenapa-napa sayang." balas mas rey mengecup kepala ku.
" kalau mas cuti selama itu apa tidak masalah...? "
" I am bos honey...., tak kan ada masalah. "
" ya sally tau mas bos, tapi kasian nasya mas harus ngurusin semua. "
" kamu tenang saja, ada bagas yang gantiin posisi aku. "
" Bagaimana bisa bagas bekerja di kantor mas.?"
" ya bisalah sayang, mas yang minta. "
" Mmmmm, begitu. Apa bagas mengerti tentang itu...?"
" bagas bukan hanya pengawal mu sayang, sebelumnya bagas juga meneger di perusahaan kita, tapi setelah kamu di culik mas memintanya menjadi asisten pribadi mu."
" Ooooo, bagas hebat juga ya mas, bisa melakukan banyak hal. "
" mengapa kamu malah memujinya..?" tanya mas rey dengan wajah datar.
" tidak ada aku hanya mengaguminya saja. "
" jangan mengaguminya.... " kesalnya.
" kenapa....?, mengagumi tidak dosa kan."
" pokoknya jangan... "
" hehehehe, mas cemburu ya... " balas ku mencolek pipi mas rey.
__ADS_1
" tentu saja aku cemburu saat istri ku terang-terangan memuji pria lain di depan ku."
" mas tenang saja, sampai kapanpun sally hanya milik mas.... "
" terima kasih sayang sudah mau jadi istri mas. "
" sama-sama mas, terima kasih juga sudah menyayangi sally. "
Mas rey menarik ku kedalam pelukannya dan mengecup pipi ku beberapa kali.
******
" mama kita kelumah oma yuk..." ucap dimas.
" iya sayang, tunggu papa pulang dari kantor dulu ya nanti kita sama-sama ke rumah oma. " balas alisa.
" dimas maunya sekalang bukan nanti." rengek dimas yang memang belum terlalu pasih melapaskan kata.
" sayang dimas nggak boleh gitu, kita tunggu papa dulu ya. "
" iya kita tunggu papa. " jawab dimas dengan wajah cemberut.
Alisa tersenyum melihat tingkah anaknya itu.
******
" sya, apa ada meeting hari ini....? " tanya bagas.
" tidak ada tuan, tapi ada undangan makan malam dari perusahaan xxx."
" baiklah kita akan menghadirinya." balas bagas tersenyum.
" mengapa harus kita tuan, anda saja yang pergi sendiri. "
" maaf tuan, sepertinya nanti malam saya....."
Ucap nasya yang langsung di potong oleh bagas.
" ini perintah bukan tawaran nona. " tegas bagas.
__ADS_1
" dasar makhluk aneh, mengapa harus kau yang menggantikan tuan rey...., oh tuhan lama-lama aku bisa stres menghadapinya. "
" baiklah tuan. " pasrah nasya.
Bagas tersenyum penuh kemenangan.
" apa maksud senyumanmu, dasar makhluk aneh kalau saja kau bukan atasan ku, aku pasti sudah mematahkan lehermu itu. Huuhhh....menyebalkan. "
******
" Assalamualaikum bun. " salam ku sambil menatap layar ponselku.
" Waalaikumsalam sayang, bagaimana kabar mu." tanya bunda.
" Alhamdulillah baik bun, bunda sama ayah gimana...? "
" kami juga baik sayang..., kapan kalian main kesini. "
" belum tau bun, mas rey nggak ngizinin aku melakukan perjalanan jarak jauh untuk saat ini. "
" iya bunda paham, apa yang rey lakukan adalah yang terbaik nak, dia pasti mencemaskan keaadaanmu. "
" iya bun...., "
" oh ya rey dimana, apa dia kekantor...?"
" tidak bun mas rey lagi buatin sally susu. "
" wah dia perhatian sekali, dia tidak kerja hari ini. "
" bukan hanya hari ini bun, aku bakalan temanin istri manja ku ini sampai ia melahirkan. " sambar mas rey.
" mengapa begitu...? "
" aku hanya berjaga-jaga bun, aku nggak mau sally kenapa-napa. "
" baiklah, jaga anak bunda baik-baik ya. "
" pasti bun. "
__ADS_1
" ya sudah bunda tutup dulu, assalamualaikum. "
" Waalaikumsalam. " jawabku dan mas rey bersamaan.