Penantian Suci.

Penantian Suci.
Selamat pagi gays..., Jangan lupa like dan koment ya.


__ADS_3

Waktu terus berjalan tak terasa sekarang kandungan ku sudah memasuki usia 8 bulan.


" mas nggak pergi kerja....?" tanya ku.


" nggak sayang, mas akan nemenin kamu sampai kamu lahiran." jawab mas rey santai.


" mas...., kan lahirannya masih bulan depan."


" mas tau, mas akan tetap di sisi kamu. Mas nggak mau kamu kenapa-napa sayang." balas mas rey mengecup kepala ku.


" kalau mas cuti selama itu apa tidak masalah...? "


" I am bos honey...., tak kan ada masalah. "


" ya sally tau mas bos, tapi kasian nasya mas harus ngurusin semua. "


" kamu tenang saja, ada bagas yang gantiin posisi aku. "


" Bagaimana bisa bagas bekerja di kantor mas.?"


" ya bisalah sayang, mas yang minta. "


" Mmmmm, begitu. Apa bagas mengerti tentang itu...?"


" bagas bukan hanya pengawal mu sayang, sebelumnya bagas juga meneger di perusahaan kita, tapi setelah kamu di culik mas memintanya menjadi asisten pribadi mu."


" Ooooo, bagas hebat juga ya mas, bisa melakukan banyak hal. "


" mengapa kamu malah memujinya..?" tanya mas rey dengan wajah datar.


" tidak ada aku hanya mengaguminya saja. "


" jangan mengaguminya.... " kesalnya.


" kenapa....?, mengagumi tidak dosa kan."


" pokoknya jangan... "


" hehehehe, mas cemburu ya... " balas ku mencolek pipi mas rey.

__ADS_1


" tentu saja aku cemburu saat istri ku terang-terangan memuji pria lain di depan ku."


" mas tenang saja, sampai kapanpun sally hanya milik mas.... "


" terima kasih sayang sudah mau jadi istri mas. "


" sama-sama mas, terima kasih juga sudah menyayangi sally. "


Mas rey menarik ku kedalam pelukannya dan mengecup pipi ku beberapa kali.


******


" mama kita kelumah oma yuk..." ucap dimas.


" iya sayang, tunggu papa pulang dari kantor dulu ya nanti kita sama-sama ke rumah oma. " balas alisa.


" dimas maunya sekalang bukan nanti." rengek dimas yang memang belum terlalu pasih melapaskan kata.


" sayang dimas nggak boleh gitu, kita tunggu papa dulu ya. "


" iya kita tunggu papa. " jawab dimas dengan wajah cemberut.


Alisa tersenyum melihat tingkah anaknya itu.


******


" sya, apa ada meeting hari ini....? " tanya bagas.


" tidak ada tuan, tapi ada undangan makan malam dari perusahaan xxx."


" baiklah kita akan menghadirinya." balas bagas tersenyum.


" mengapa harus kita tuan, anda saja yang pergi sendiri. "


" maaf tuan, sepertinya nanti malam saya....."


Ucap nasya yang langsung di potong oleh bagas.


" ini perintah bukan tawaran nona. " tegas bagas.

__ADS_1


" dasar makhluk aneh, mengapa harus kau yang menggantikan tuan rey...., oh tuhan lama-lama aku bisa stres menghadapinya. "


" baiklah tuan. " pasrah nasya.


Bagas tersenyum penuh kemenangan.


" apa maksud senyumanmu, dasar makhluk aneh kalau saja kau bukan atasan ku, aku pasti sudah mematahkan lehermu itu. Huuhhh....menyebalkan. "


******


" Assalamualaikum bun. " salam ku sambil menatap layar ponselku.


" Waalaikumsalam sayang, bagaimana kabar mu." tanya bunda.


" Alhamdulillah baik bun, bunda sama ayah gimana...? "


" kami juga baik sayang..., kapan kalian main kesini. "


" belum tau bun, mas rey nggak ngizinin aku melakukan perjalanan jarak jauh untuk saat ini. "


" iya bunda paham, apa yang rey lakukan adalah yang terbaik nak, dia pasti mencemaskan keaadaanmu. "


" iya bun...., "


" oh ya rey dimana, apa dia kekantor...?"


" tidak bun mas rey lagi buatin sally susu. "


" wah dia perhatian sekali, dia tidak kerja hari ini. "


" bukan hanya hari ini bun, aku bakalan temanin istri manja ku ini sampai ia melahirkan. " sambar mas rey.


" mengapa begitu...? "


" aku hanya berjaga-jaga bun, aku nggak mau sally kenapa-napa. "


" baiklah, jaga anak bunda baik-baik ya. "


" pasti bun. "

__ADS_1


" ya sudah bunda tutup dulu, assalamualaikum. "


" Waalaikumsalam. " jawabku dan mas rey bersamaan.


__ADS_2