Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 39


__ADS_3

" sally, sekarang kamu kemasi barang- barang kamu." ucap kak rey.


" emang kenapa kak?" tanya ku bingung.


" pake nanya lagi, ya kita pulanglah kerumah gue." ketus kak rey.


" kok cepat banget sih kak, aku kan masih kangen sama ayah dan bunda." balas ku.


" perusahaan membutuhkan gue sal, jadi nggak bisa cuti lama-lama." balas kak rey.


" ya udah, kakak duluan aja nanti aku nyusul. " jawab ku santai.


" enak banget ya mulut kamu ngomong, gue ini suami kamu jadi kamu harus nurut sama gue. " tegas kak rey.


" iiidihhhh, suami di atas kertas aja belagu. " ucapku pelan.


" apa kamu bilang, kamu pikir aku nggak dengar. " jawab kak rey.


" apa emang, aku nggak ada ngomong apa-apa. " elak ku.


" sekali lagi kamu bicara seperti itu, kamu akan tau akibatnya." lanjut kak rey berlalu meninggalkan ku.


" dasar es balok kepanasan, mencair nggak mendidih iya. " gerutu ku setelah kak rey pergi.


Setengah jam kemudian aku dan kak rey menemui ayah dan bunda serta mas fian untuk berpamitan.


" ayah, bunda, mas dan mbak. kami mau minta izin pada semua." ucap kak rey.


" minta izin apa nak? " tanya bunda lembut.


" rey dan sally akan kembali hari ini bun." sambung kak rey.


" kenapa mendadak sekali?" tanya mas fian.


" iya nak kenapa buru-buru?" terus ayah.

__ADS_1


" rey nggak bisa ninggalin kantor lama-lama yah, mas." jawab kak rey.


" iya yah, mas. Nggak papa kan kami kembali hari ini. " terus ku meyakinkan.


" baiklah nak, jaga sally baik-baik ya. " ucap bunda.


" iya rey, mas percaya sama kamu. Tolong jangan kecewakan mas. " sambung mas fian.


" baik bun, mas. rey akan jaga sally, kalau begitu kami berangkat dulu mas, bun." ucap kak rey.


" iya sayang hati-hati. " ucap bunda.


Mereka mengantar kami sampai ke mobil, bunda dan alisa memeluk ku berganti. Setelah puas, aku dan kak rey langsung masuk mobil dan meninggalkan rumah yang masih ku rindukan itu.


*******


" Assalamualaikum, halo fika. " salam kak rian.


" Waalaikumsalam, ada apa kak? " tanya fika.


" kamu bisa kekantor saya sekarang." tanya kak rian.


" aku perlu bantuan kamu, kalau bisa kamu datang sekarang ya aku tunggu. " ucap kak rian.


" baiklah kak, aku berangkat sekarang. Assalamualaikum." akhir fika.


" Waalaikumsalam. "


*******


" kamu kok diam aja sih? " tanya kak rey yang masih fokus menyetir.


" nggak papa. " jawab ku menatap jalanan yang kami lalui.


" kamu marah karna kita pulang buru-buru. " lanjutnya.

__ADS_1


" ngapain juga aku marah, toh kalau aku marah nggak ada juga yang akan peduli. " sindir ku.


" bagus deh, kalau kamu sadar." ucap kak rey.


" ihhhh, nie orang mulutnya di cabein kali ya, tiap yang keluar pedas mulu. " gerutu ku.


*******


Tok... Tok...


" masuk."


" Assalamualaikum, " salam fika masuk dan hendak menutup pintu itu kembali.


" waalaikumsalam, buka saja pintunya ka, kita hanya berdua takut ada fitnah kalau di tutup. " perintah kak rian.


" baik kak. " jawab fika.


" duduk," ucap kak rian sambil menunjuk sofa yang di depannya.


" ada apa kak? " tanya fika duduk di depan kak rian.


" gini ka, aku ada urusan beberapa bulan di amerika, dan aku mau minta bantuan kamu untuk menggantikan posisi ku selama aku di sana." jelas kak rian.


" apa......., hahahaha kakak becanda kan? " jawab fika tertawa kecil.


" aku serius fika." jawab kak rian dengan serius.


" tapi kak, papa aja nggak percaya aku bisa nerusin perusahaan nya, kenapa kakak malah minta aku gantiin kakak. " balas fika.


" karna hanya kamu orang yang aku percaya ka, dan aku juga yakin kamu bisa. Please ya hanya beberapa bulan kok." balas kak rian memelas.


" tapi kak..... " kata fika terpotong oleh ucapan kak rian.


" please ka, aku mohon sekali saja.... " ucap kak rian memohon. Fika berfikir sejenak dan akhirnya ia memutuskan untuk membantu kak rian.

__ADS_1


" baiklah kak, tapi usahakan kakak segera kembali." jawab fika.


" terima kasih fika." jawab kak rian dengan senangnya.


__ADS_2