Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 26


__ADS_3

Hari demi hari aku mulai bisa kembali seperti dulu, aku telah melupakan kesedihan ku dan bangkit dari keterpurukan ku. Sekarang aku tengah bekerja di sebuah perusahaan milik ayah, ayah dan bunda meminta ku untuk bergabung dengan perusahaan mereka.


Seperti biasanya kini kami tengah makan pagi sebelum memulai aktivitas hari ini.


" ayah bunda, fian dan alisa berniat untuk pindah ke rumah kami, ayah dan bunda mengizinkannya? " tanya mas fian di sela makannya.


" jika itu keputusan kalian, ya silahkan. Ayah dan bunda tidak keberatan kok, tapi sering-sering lah main ke sini." jawab ayah.


" iya sayang, apa yang ayah kalian katakan benar, sering-sering main ke sini ya. " tambah bunda.


" adek, apa adek keberatan kalau mas dan alisa pindah ke rumah kami? " tanya mas fian ragu.


" tidaklah mas, adek tidak keberatan yang penting mas dan alisa sering-sering datang kemari seperti yang ayah dan bunda katakan, iya kan bun? " jawab ku.


" iya sayang," jawab bunda sambil mengusap kepalaku.


Usai makan pagi kami pun berangkat ke tempat kerja masing-masing aku dan ayah berangkat bersama sedangkan mas fian sendiri karna kantor mas fian dan kantor kami berjauhan.


" sally, bagaimana pekerjaan mu nak? Apa kamu merasa kesulitan? " tanya ayah yang tetap fokus pada jalan.


" Alhamdulillah ayah, semua berjalan lancar, dan untuk sejauh ini belum ada kesulitan yah." jawab ku.


" syukurlah nak, kalau kamu kesulitan kamu bisa langsung tanya sama ayah atau sama hakim sekretaris ayah." ucap ayah.


" iya ayah,"

__ADS_1


Setibanya di kantor aku langsung menuju ruang kerjaku. Dan mulai melaksanakan tugasku. Akhir-akhir ini memang sedikit sibuk karna banyaknya kerja sama baru yang kami lakukan dengan beberapa perusahaan lainnya. Mungkin itu sebabnya aku lebih mudah untuk melupakan kesedihan ku.


******


Tok tok tok..


" permisi pak fian, bisa saya masuk." ucap sekretaris mas fian.


" silahkan."


" pak sejam lagi kita ada pertemuan dengan salah satu perusahaan terkemuka di kota ini, perwakilan dari kantor tersebut menghubungi saya, mereka tertarik dengan produk yang saat ini kita luncurkan. Dan mereka berminat untuk bergabung dalam bisnis ini. " ucap rita sekretaris mas fian.


" baiklah rita, apa kamu sudah mempersiapkan berkasnya? " tanya mas fian.


" sudah pak, semua sudah selesai. "


" baik pak, saya permisi. " ucap rita dan berlalu meninggalkan ruangan mas fian.


*****


" Assalamualaikum, ada yang bisa saya bantu? " ucapku sambil mendekatka ponsel ke telinga ku.


" Waalaikumsalam, sally ini aku fika. " jawab seseorang yang aku kenal.


" oh fika, ada apa ka, maaf aku sedikit sibuk jadi nggak liat siapa yang nelpon langsung di angkat aja, hehehe. " ucapku di iringi cekikikan kecil.

__ADS_1


" iya lah, calon meneger perusahaan pasti sibuk kan. " balas fika dengan tawa rendahnya.


" ah, kamu bisa aja ka, oh ya ada apa? Tumben kamu nelpon aku? " tanya ku.


" nggak kok, aku cuma mau dengar suara kamu aja. Rindu..." ucapnya


" ya allah ka, kamu ini ada ada aja. "


" oh ya sal, nanti malam aku datang ke rumah kamu ya. Boleh nggak? " tanya fika.


" boleh dong ka, datang aja. " ucap ku.


" tapi..., apa tidak masalah buat alisa diakan masih marah sama aku? " tanya fika ragu.


" nggak kok, alisa nggak marah sama kamu. Inshaallah dia udah maafin kamu kok. " ucapku


" baik lah sal, nanti malam aku akan datang. "


" Ok fika, aku tunggu ya. Assalamualaikum. " akhir ku.


" Waalaikumsalam. " jawabnya sambil memutuskan sambungan.


# maaf ya sahabat, jarang up soalnya kegiataan lagi padat padatnya nggak bisa lama lama main Hp.


Tinggalkan komentar kalian ya like dan

__ADS_1


Vote juga biar semangat lagi akunya.


__ADS_2