Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 67


__ADS_3

Tiga hari setelah pernikahannya rian dan fika sudah bersiap untuk melakukan perjalanan bisnis mereka ke Singapura.


" ma, pa kami berangkat dulu ya..." ucap kak rian dan fika bersamaan.


" iya sayang hati-hati ya..., jaga anak mama yan.." ucap mama fika.


" pasti ma, aku akan jagain fika sekuat tenaga aku..." ucap kak rian mantap.


Fika hanya tersenyum mendengar perkataan suaminya itu.


" ya sudah ma, pa, kami pergi dulu ya assalamualaikum..." akhir fika mencium tangan kedua orangtuanya dan di ikuti oleh kak rian.


" waalaikumsalam..."


******


Dimas Andrian Pratama, malaikat kecil yang hadir melengkapi kebahagiaan mas fian dan alisa, keluarga kecil yang hangat dan penuh kasih sayang.


" sayang sekarang giliranku, berikan dimas pada ku donk....." pinta ayah.


" apa-apaan sih mas, dimas masih sebentar juga sama aku..." balas bunda kekeh.


" kan udah dari tadi..., aku juga hampir jamuran nungguinnya.." balas ayah tak mau kalah.


" pokoknya nanti.... " tegas bunda.


" sekarang... "


" nanti.... "


" sekarang sayang..."


" nggak mas, nanti. "

__ADS_1


" ayah bunda udah donk..." lerai mas fian.


" ayah kamu tu yan, bunda bilang nanti malah ngajak ribut... " ucap bunda membela diri.


" lagian kamunya, mau menang sendiri." balas ayah tak terima di salahkan.


" kan aku bilang nanti, mas nggak sabaran. "


" kan sama kamunya sudah lama sayang..., sekarang mas pula ya yang gendong dimas, diakan cucu mas juga. " bujuk ayah lembut.


" nggak...., nanti aja kalau dimas udah bangun lagi, sekarang dia sudah tidur nie.." ucap bunda menatap ke arah bayi kecil yang ada dalam gendongannya.


" ya sudah..." jawab ayah pasrah.


Bunda tertawa melihat ekspresi ayah yang tampak kesal.


" apa yang kamu tertawa kan..." kesal ayah.


" nggak ada mas, mas lucu banget kalau kaya gitu. "


Bunda, alisa dan mas fian terkekeh melihat kekesalan ayah.


******


" maaf tuan saya kesini hanya mengantarkan ini..." ucap nasya menyerah kan berkas yang ada di tangannya.


" apa ini sangat penting sampai kau datang kesini...? " tanya mas rey.


" iya tuan, berkas ini akan di presentasikan siang ini, kami membutuhkan tanda tangan tuan sekarang juga."


" maaf merepotkan mu." ucap mas rey dan menandatangani berkas tersebut.


" tidak masalah tuan. "

__ADS_1


" jam berapa rapatnya?" tanya mas rey.


" jam dua tuan. "


" sekarang sudah jam 13:45, apa kau takkan telat..."


" saya akan usahakan tepat waktu tuan, kalau begitu saya permisi. " ucap nasya setelah mengambil berkasnya.


" kau naik apa. "


" mobil ku tuan. "


" biar bagas yang mengantar mu, sally tidak akan kemana-mana hari ini, iya kan sayang..? " tanya mas rey memastikan.


" iya sya, kamu pergi sama bagas aja, akan memakan waktu sedikit jika dia yang menyetir mu." sahut ku.


" mengapa harus dengan makhluk menyebalkan itu nyonya, aku bisa gila jika harus se mobil dengannya. "


" tidak usah nyonya, saya pergi send...."


Belum sempat nasya menyelesaikan ucapannya, seseorang di ambang pintu langsung memotongnya.


" baik tuan, saya akan mengantarkan nona ini ke tempat tujuannya. " ucap bagas sambil tersenyum.


" apa-apaan sih main potong aja. Awas saja kau akan menyesali keputusan bodoh mu itu."


" baiklah, berangkatlah sekarang waktu terus berjalan. " akhir mas rey.


" baik tuan. " jawab nasya dan bagas bersamaan.


" kau pasti sangat kesal sekarang boneka annabell, aku bisa melihat itu dari raut wajahmu yang seperti singa siap memangsa. Aku suka ekspresi mu nona, hahaaha...."


Hai... Hai... Hai...

__ADS_1


Selamat membaca semua 😅😅😅😅


__ADS_2