
Tiga hari setelah pernikahannya rian dan fika sudah bersiap untuk melakukan perjalanan bisnis mereka ke Singapura.
" ma, pa kami berangkat dulu ya..." ucap kak rian dan fika bersamaan.
" iya sayang hati-hati ya..., jaga anak mama yan.." ucap mama fika.
" pasti ma, aku akan jagain fika sekuat tenaga aku..." ucap kak rian mantap.
Fika hanya tersenyum mendengar perkataan suaminya itu.
" ya sudah ma, pa, kami pergi dulu ya assalamualaikum..." akhir fika mencium tangan kedua orangtuanya dan di ikuti oleh kak rian.
" waalaikumsalam..."
******
Dimas Andrian Pratama, malaikat kecil yang hadir melengkapi kebahagiaan mas fian dan alisa, keluarga kecil yang hangat dan penuh kasih sayang.
" sayang sekarang giliranku, berikan dimas pada ku donk....." pinta ayah.
" apa-apaan sih mas, dimas masih sebentar juga sama aku..." balas bunda kekeh.
" kan udah dari tadi..., aku juga hampir jamuran nungguinnya.." balas ayah tak mau kalah.
" pokoknya nanti.... " tegas bunda.
" sekarang... "
" nanti.... "
" sekarang sayang..."
" nggak mas, nanti. "
__ADS_1
" ayah bunda udah donk..." lerai mas fian.
" ayah kamu tu yan, bunda bilang nanti malah ngajak ribut... " ucap bunda membela diri.
" lagian kamunya, mau menang sendiri." balas ayah tak terima di salahkan.
" kan aku bilang nanti, mas nggak sabaran. "
" kan sama kamunya sudah lama sayang..., sekarang mas pula ya yang gendong dimas, diakan cucu mas juga. " bujuk ayah lembut.
" nggak...., nanti aja kalau dimas udah bangun lagi, sekarang dia sudah tidur nie.." ucap bunda menatap ke arah bayi kecil yang ada dalam gendongannya.
" ya sudah..." jawab ayah pasrah.
Bunda tertawa melihat ekspresi ayah yang tampak kesal.
" apa yang kamu tertawa kan..." kesal ayah.
" nggak ada mas, mas lucu banget kalau kaya gitu. "
Bunda, alisa dan mas fian terkekeh melihat kekesalan ayah.
******
" maaf tuan saya kesini hanya mengantarkan ini..." ucap nasya menyerah kan berkas yang ada di tangannya.
" apa ini sangat penting sampai kau datang kesini...? " tanya mas rey.
" iya tuan, berkas ini akan di presentasikan siang ini, kami membutuhkan tanda tangan tuan sekarang juga."
" maaf merepotkan mu." ucap mas rey dan menandatangani berkas tersebut.
" tidak masalah tuan. "
__ADS_1
" jam berapa rapatnya?" tanya mas rey.
" jam dua tuan. "
" sekarang sudah jam 13:45, apa kau takkan telat..."
" saya akan usahakan tepat waktu tuan, kalau begitu saya permisi. " ucap nasya setelah mengambil berkasnya.
" kau naik apa. "
" mobil ku tuan. "
" biar bagas yang mengantar mu, sally tidak akan kemana-mana hari ini, iya kan sayang..? " tanya mas rey memastikan.
" iya sya, kamu pergi sama bagas aja, akan memakan waktu sedikit jika dia yang menyetir mu." sahut ku.
" mengapa harus dengan makhluk menyebalkan itu nyonya, aku bisa gila jika harus se mobil dengannya. "
" tidak usah nyonya, saya pergi send...."
Belum sempat nasya menyelesaikan ucapannya, seseorang di ambang pintu langsung memotongnya.
" baik tuan, saya akan mengantarkan nona ini ke tempat tujuannya. " ucap bagas sambil tersenyum.
" apa-apaan sih main potong aja. Awas saja kau akan menyesali keputusan bodoh mu itu."
" baiklah, berangkatlah sekarang waktu terus berjalan. " akhir mas rey.
" baik tuan. " jawab nasya dan bagas bersamaan.
" kau pasti sangat kesal sekarang boneka annabell, aku bisa melihat itu dari raut wajahmu yang seperti singa siap memangsa. Aku suka ekspresi mu nona, hahaaha...."
Hai... Hai... Hai...
__ADS_1
Selamat membaca semua 😅😅😅😅