
Malam ini kak rian akan menemui keluarga fika sesuai janjinya kemarin, tak lupa juga ia mengikut sertakan mas revan dan mbak nisa sebagai ganti orang tuannya.
" mas, mbak sudah siap....?" tanya kak rian yang sedang duduk menunggu dua insan yang ada di depannya.
" sudah kok, kamu nggak sabar banget ya..." goda mbak nisa.
" iya sayang, sepertinya adik mas yang manja ini nggak bisa nahan lagi...." tambah man revan.
" apa sih mbak, mas. Rian cuma nanya kok."
" ya sudah, ayo berangkat..." ajak mas revan.
Kak rian melajukan mobilnya menuju kediaman fika, tak lama kemudian mereka pun tiba di tempat tujuan.
Tok... Tok.....
" Assalamualaikum.... " salam mereka bersamaan.
" Waalaikumsalam....," ucap seseorang yang tak lain adalah fika.
" masuk mas, mbak, kak...." ucap fika setelah pintu terbuka.
Kedua orang tua fika telah menunggu di ruang tamu karna sebelumnya fika sudah memberitahu akan kedatangan kak rian.
" selamat malam om, tante... " sapa kak rian.
" malam juga nak.." balas mama dan papa fika.
__ADS_1
" silahkan duduk nak..." ucap mama fika.
" terima kasih tan..."
Setelah mengambil posisi mas revan membuka percakapan dan menjelaskan maksud kedatangan mereka.
" maaf pak, buk telah mengganggu istirahat kalian malam ini, begini kedatangan kami ke sini ingin mengutarakan keinginan adik kami rian... " ucap mas revan.
" iya pak, buk kami sebagai keluarga dari rian ingin meminta keridhoan bapak dan ibuk selaku orang tua dari fika..." tambah mbak nisa.
" rian silahkan.... " pinta mas revan.
" sebelumnya saya minta maaf tan, om. Kedatangan saya kesini ingin menghibah putri om untuk menjadi istri saya, tapi inilah saya om hanya manusia biasa yang banyak kekurangan, jika om dan tante berkenan izinkan saya menjaga fika dan menjadikannya sebagai pelengkap agama saya. " jelas kak rian.
" nak rian, kami bangga dengan niat baik nak rian...., kami juga bersyukur atas nikmat allah yang telah mengirimkan nak rian kepada kami, kami sebagai orang tua tidak keberatan nak, namun semua keputusan ada pada anak kami fika....," ucap papanya fika.
Fika tersenyum dan melihat kak rian sekilas.
" insyaallah fika siap ma, dan fika menerima kak rian sebagai calon imam fika.... " jawab fika dengan lantang.
" Alhamdulillah.....," ucap mereka bersamaan.
" baiklah untuk tanggalnya silahkan kalian tentukan berdua...., karna ini acara kalian kan, jadi mama dan papa akan mengikut saja. " ucap mama fika pada putrinya.
" saya sudah menemukan waktu yang tepat, jika fika dan semua sejutu..." ucap kak rian.
" kapan kak....?" tanya fika.
__ADS_1
" dua minggu lagi, sebelum perjalanan bisnis kita ke Singapura. " balas kak rian.
" baiklah kak fika setuju..."
" iya mama juga setuju... " ucap mama fika sambil tersenyum.
" kita juga rian, sekalian kalian bisa bulan madu sambil menjalankan bisnis kan... " goda mas revan yang membuat semua tertawa.
" baiklah kita akan persiapkan semua... " akhir papa fika.
******
" nak bagas cepat hubungi mbak mita suruh kesini...." ucap bi inah.
" iya bik, dokter mita sudah di jalan kok.. " ucap bagas.
" baiklah, saya akan menemani nyonya di kamar, dan nak bagas lebih baik hubungi tuan sekarang... " pinta bi inah.
" baik bik... "
Berulang kali bagas mencoba menelepon mas rey, namun nomor mas rey tidak dapat di hubungi, akhirnya ia memutuskan untuk menyusul mas rey ke kantornya.
Happy reading gays....., 😄😄
Jangan lupa like dan komen ya, vote juga..
Terima kasih.. 😅😅😅😅
__ADS_1