Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 53


__ADS_3

Sesuai seperti yang telah ia katakan kemarin, tepat jam 08:00 pagi ilman sudah berada di depan apartemen ini. Aku benar-benar bingung sekarang, takut, cemas, marah, semua berpadu di benakku.


" sally keluarlah kita tidak punya banyak waktu..." teriak ilman.


Aku tetap tak bergeming, beberapa kali ilman memanggil ku namun tak ku hiraukan.


" sally buka pintunya..., atau aku akan dobrak sekarang..." ucap nya.


Namun aku masih saja diam dan terus menangis.


" kak rey...., mas fian..... Jemput sally...hiksss."


Prakk.... Pintu terbuka.


" lo benar-benar buat kesabaran gue habis..., ikut gue sekarang. " ucap ilman sambil menarik tangan ku.


" lepasin aku....hikssss, lepas...." teriak ku.


" diam...." teriak ilman terus menarik ku.


Ilman menarik ku keluar apartemen dengan paksa, tanpa menghiraukan tangisan ku. Setelah sampai di depan apartemen ilman menuntunku menuju sebuah mobil, dan memaksa ku untuk masuk.


" lepas man...., aku nggak mau...lepaskan." teriak ku mencoba melepaskan diri.


" diam lo, sekarang juga masuk..." perintahnya.


" ilman lepaskan istriku....." teriak kak rey.


" kak rey..., hikssss." ucap ku.


" rey...." ucap ilman dengan perasaan takut.


" beraninya lo bentak-bentak dia......" teriak kak rey dengan wajah merah padam.


Ilman hanya diam menatap kak rey tidak percaya.


" bagaimana bisa dia ada disini."


" lo budek ya....., lepasin istri gue." bentak kak rey.


" hahahaha, nggak semudah itu rey..... " balas ilman dengan senyum liciknya.

__ADS_1


" lo benar-benar biadap man..., lepasin sally."


Kak rey melangkah mendekati ilman yang tengah menahanku erat. Tiba-tiba ilman mengeluarkan pistol dan meletakkannya tepat di pelipis kanan ku.


" mundur......, atau wanita ini akan tinggal nama.." ancam ilman.


" jangan..... " teriak alisa dan mbak nisa dengan histeris.


" rey mundur....." pinta mas fian.


Kak rey mundur perlahan, dan ilman pun menuntunku memasuki mobilnya.


" lepas....hikssss." tangis ku.


Ketika hendak memasuki mobil kak rey mengejar ku.


" lepaskan istri gue man..." ucap kak rey gemetar menahan tangis.


" mundur lo... " pinta ilman yang terus melekat pistol itu di kepalaku.


Namun kak rey tetap berjalan mendekati kami dan....


Pankkkk......


" sallyyyyyy........," teriak alisa dan mbak nisa sambil menutup mata.


" adekkkkk... " teriak mas fian histeris.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


Brughhh.......


Ilman tersungkur dan jatuh di tengah-tengah kami. Seseorang keluar dari mobil dan menghampiri ilman yang sudah terkulai lemah.


" ma....afin gue nggak....bisa ba...n..tu...lo l..a...gi." ucap ilman terbata- bata.


Kak rey menghampiriku dan menarikku ke dalam pelukannya.


" sayang....., apa kamu baik-baik saja." tanya kak rey dengan cemasnya.


" aku baik-baik saja kak." ucap ku.


" aku yang harus minta maaf man, gara-gara obsesi bodoh ku, kamu menjadi korban." ucap laki-laki di hadapan ilman.


" ja...g..a d..i..ri...mu." ucap ilman lalu menghembuskan nafas terakhirnya.


" ilmannnnn........." teriak laki-laki itu.


Kak rey menghampiri laki-laki itu dan membuka masker, kaca mata serta topi laki-laki itu...., dan


" fikri...." ucap ku, alisa, dan mas fian bersamaan.


" ternyata kamu di balik semua ini fik.." ucap mas fian.


" maafkan aku mas...," lirih fikri.


" dia siapa mas, dan mengapa mas mengenalnya." tanya kak rey.


" dia teman se kampus kami kak, dia juga pernah menyatakan perasaannya pada sally saat masih kuliah dan sally menolaknya karna sally tidak mau berpacaran. " jawab kak rian.


" baiklah bawa dia ke kantor polisi. " ucap kak rey.


Setelah kepergian fikri, ambulans pun datang menjemput jenazah ilman dan menanganinya.


# hai hai hai.....😅😅😅


Tetap semangat ya baca novel aku....

__ADS_1


Terima kasih.... 😊😊😊


__ADS_2