Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 33


__ADS_3

Kini kami telah tiba di depan rumah ayah dan bunda, aku tak tau apa yang sedang ku rasakan saat ini, di satu sisi aku bahagia bisa bertemu kembali dengan keluargaku tapi di sisi lain aku juga sedih karna sebentar lagi aku akan menikah dengan laki-laki yang tak ku kenal.


" jika ini adalah garis takdirku, maka yakinkan dan kuatkanlah aku ya robb, mudahkan segalanya karna engkaulah yang tau apa yang terbaik untuk hambamu." batin ku.


" ayo masuk kok masih disini, katanya rindu sama ayah dan bunda." ucap kak rey membuyarkan lamunanku.


" maaf kak, ayo masuk! " jawab ku dan keluar dari mobil.


" sally, apapun yang terjadi kau harus ingat kau akan tetap menikah dengan ku. " tegas kak rey.


" kakak, tenang aja aku sudah berjanji kan. Maka percayalah sebisa mungkin aku akan menepatinya." akhir ku dan meninggal kak rey.


" maafkan aku, karna melibatkanmu dalam masalah ku. " batin kak rey.


Tok... Tok...


" Assalamualaikum. " salam kami bersamaan.


" Waalaikumsalam. " Jawab seseorang dan tak berapa lama pintupun terbuka.


" bunda. " sapaku dengan linangan air mata.


" sally, " balas bunda dengan dekapan hangatnya. Inilah yang aku rindukan dari bunda selama ini.


" sayang kamu dari mana saja, bunda dan yang lainnya panik cari kamu." ucap bunda.


" maafkan sally bun." ucapku.


" ini siapa?" tanya bunda menunjuk kak rey.


" bun kenalin, ini kak rey dia yang udah nolongi dan rawat sally selama ini." ucap ku.


" saya reyhan bun, " ucap kak rey sambil menyalam bunda.


" terima kasih nak rey, telah merawat dan mengantar putri tante dengan selamat." ucap bunda.


" sama-sama tan. " ucap kak rey.


" kalian duduk dulu ya, bunda mau kasih tau mas kamu dan yang lainnya kalau kamu sudah pulang." ucap bunda berlalu meninggalkan kami.


*******


" Waalaikumsalam, apa bun sally sudah kembali? " ucap mas fian.


"............................."


" baik bun, kami ke sana sekarang, Assalamualaikum. " akhir mas fian.


Mas fian menelepon mas revan dan fika untuk memberitahukan kepulanganku.


" baiklah yan, aku kesana sekarang. " jawab mas revan.

__ADS_1


" fika juga mas, akan nyusul. " sambung fika.


"............................... "


" Waalaikumsalam. " Jawan fika dan mas revan bersamaan.


Tut.... Tut.....,


" Assalamualaikum," ucap fika begitu sambungan terhubung.


" Waalaikumsalam, ada apa ka." tanya kak rian.


" kak kerumah om lukman sekarang ya, sally sudah kembali. " ucap fika.


" benarkah. " jawab kak rian


" iya kak, ini saatnya kakak mengungkapkan perasaan dan niat kakak untuk meminang sally kak, jangan tunda lagi. " jelas fika.


" kamu benar ka, baiklah aku kesana sekarang. " balas kak rian.


*****


" nak bagaimana kabarmu?" tanya ayah.


" Alhamdulillah baik yah, " jawab ku.


" sal toilet di mana ya? " tanya kak rey.


" ayah bunda bentar ya, sally antar kak rey dulu. " pamitku.


" iya nak."


" sal, kamu tidak lupa sesuatu kan." tanya kak rey sebelum memasuki toilet.


" nggak kak, aku cuma nunggu mas fian dan alisa baru kita bicarakan semua. " jawabku.


" oke, anak baik. Ya sudah kamu duluan saja. " ucap kak rey.


" iya kak, lagian siapa juga yang mau nungguin kakak aku cuma ngantar aja." ketus ku.


" terserah kamu deh. " ucapnya dan masuk ke toilet.


Setengah jam kemudian mas fian dan alisa telah tiba di rumah bunda, di ikuti mas revan dan mbak nisa.


" Assalamualaikum. " salam mereka bersamaan.


" Waalaikumsalam, " jawab kami bersamaan pula.


Mas fian langsung memeluk ku dan menangis di pelukan ku. Begitu dengan ku yang selama ini sangat merindukannya.


" adek baik-baik saja kan." tanya mas fian.

__ADS_1


" iya mas, adek baik-baik saja kok." jawab ku melepaskan pelukan mas fian.


" sal, sini peluk aku! " pinta alisa


" Hmmm," jawabku dan langsung memeluknya.


Aku sangat senang dengan suasana seperti ini, suasana yang hangat dan penuh kasih sayang.


" Assalamualaikum. " salam fika dan kak rian.


" Waalaikumsalam." jawab kami bersamaan.


" fika.... " ucapku dan langsung memeluknya.


" sal, kamu nggak papa kan? " tanya fika.


" iya ka, aku baik kok." jawab ku.


" ayo duduk." ajak ku.


" rian kamu di sini juga. " tanya mas revan.


" iya mas." jawab kak rian.


" mas kenal kak rian? " tanyaku heran.


" ya kenal lah sal, ini adek mas yang paling kecil. " jawabnya.


" Oooo," jawab ku.


Semua berbincang seperti biasanya tawa dan canda saling bersahutan menghias percakapan hangat kami.


" hmmm, mas fian, om tante semuanya. " ucap kak rian memulai pembicaraan.


" ada apa rian? " tanya mas fian.


" mas, sebelumnya aku minta maaf. Mungkin ini bukan waktu yang tepat, tapi aku tak mau menunda lagi, aku mau meminang sally mas." ucap kak rian dengan lantangnya.


Deg....., batinku seolah menjerik mendengar pengakuan kak rian.


" rian, kalau mas tidak masalah. Mas juga tau kamu jadi mas tidak ragu lagi, tapi semua ada di tangan sally. " ucap mas fian tersenyum menatapku.


" ya allah, bagaimana ini bantu hamba menjelaskan semuanya ya robb." batin ku.


" kenapa kak rey lama sekali sih di kamar mandinya, aku harus jawab apa. " gelisah ku.


" nak, kenapa gelisa gitu? Bagaimana apa kamu menerima lamaran nak rian? " tanya bunda mengenggam tanganku.


" nggak, saya mewakili sally menolaknya. " ucap seseorang dari arah dapur.


Semua tampak kaget melihat kak rey, terutama mas revan dan kak rian.

__ADS_1


# happy reading gaysss....


__ADS_2