Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 54


__ADS_3

Kini kami telah tiba di rumah dan sedang berkumpul di ruang tamu.


" sally apa kamu baik-baik saja...." tanya alisa.


" aku baik-baik saja sa, kamu nggak usah khawatir gitu." ucap ku.


" apa tidak ada yang sakit...?" tanya kak rey memperhatikan anggota badan ku.


" aku baik-baik saja kak....." jawab ku tersenyum menatapnya.


" tapi siapa pelaku penembakan ilman..." tanya mbak nisa.


Semua terdiam seolah sedang berfikir, kemudian beralih menatap bagas dan nasya.


Flashback


" bagas lakukan sesuatu kalau tidak nyonya sally akan terluka... " ucap nasya.


" aku nggak tau harus berbuat apa sya..., kalau aku keluar sama saja membiarkan mereka membawa nyonya.." jawab bagas serba salah.


" trus kau mau biarin nyonya mati.., ha...." teriak nasya yang mulai kesal.


" aku harus apa sya...., katakan pada ku." balas bagas bingung.


" senjata mu mana... "


" ini maksud kamu... " ucap bagas mengeluarkan pistolnya.


" tembak dia..." balas nasya menunjuk ilman.


Bagas mengangkat senjatanya dan mengarahkannya pada punggung ilman, ia membidik tepat di bagian jantung ilman dan...

__ADS_1


" mengapa kau diam..., ayo lakukan. " ucap nasya.


" apa kau yakin....?" tanya bagas.


" aahhggg, dasar bodoh....." kesal nasya.


Nasya yang mulai kesal dengan tingkah bagas mengambil alih pistol itu dan menembakannya tepat pada bagian jantung ilman.


" mudahkan.... " ucap nasya mengembalikan pistolnya pada bagas.


Bagas membuka mulutnya seolah tidak percaya dengan apa yang barusan ia saksikan.


" apakah kau pembunuh berdarah dingin...?"


" mengapa kau melihat ku seperti itu.., apa kau mau bernasip sama sepertinya." bentak nasya menunjukkan ilman yang sudah tersungkur tak berdaya.


" tidak, aku hanya sedikit bingung denganmu.."


Flashback end


" mengapa semua menatap kami..... " tanya nasya gugup.


" jelaskan bagas...., aku tau ini ulah mu." ucap kak rey.


Bagas tampak bingung dan menatap nasya meminta pertolongan.


" apa benar kamu yang melakukannya...?" tanya kak rey.


" maafkan saya tuan..... " ucap bagas menunduk.


" tuan rey sangat membenci seorang pembunuh. Aku nggak mungkin membiarkan bagas menanggung semua kesalahan ku."

__ADS_1


" bagas saya tanya sekali lagi..., kamu yang melakukannya...? " tanya kak rey.


Bagas terdiam dan menundukkan kepalanya.


" i......."


" saya yang melakukannya tuan......" ucap nasya di sela kegugupan bagas.


" saya sudah menduga, karna yang saya tau bagas anti dengan pembunuhan, dan selama bekerja dengan saya dia selalu berhasil menangkap musuhnya dalam keadaan bernyawa." ucap kak rey.


" maafkan saya tuan, saya hanya takut nyonya yang mengalami apa yang ilman alami saat ini... " balas nasya.


" nasya kamu sangat mengenal saya bukan, dan kamu juga tau kalau saya sangat membenci hal itu... " ucap kak rey.


" maafkan saya tuan...." ucap nasya menunduk.


" nasya..nasya, saya berterima kasih banyak sama kamu, saya bangga dengan keberanian kamu. Sekali lagi terima kasih. " ucap kak rey.


Nasya mengangkat wajahnya dan melihat ke arah kak rey.


" tuan tidak akan memecat saya.....?" tanya nasya yang menyangka kak rey akan membuangnya dari perusahaan.


" siapa yang akan memecat mu...., apa kau telah bosan bekerja dengan ku hingga kau meminta di pecat...." tanya kak rey.


" tidak tuan, saya tidak pernah bosan bekerja dengan tuan....terima kasih telah memaafkan kesalahan saya." ucap nasya dengan mata yang sudah berlinang.


" itu bukan kesalahan tapi sebuah penyelamatan. Baiklah kau wanita yang kuat bukan...., jangan biarkan air matamu jatuh karna itu akan menjatuhkan derajat mu. " ucap kak rey tertawa kecil.


" iya sya tuan benar, kamu akan terlihat lemah jika menangis...." ledek bagas di iringi tawa renyahnya.


" lo ledekin gue...., " ucap nasya menatap bagas tajam, membuat seisi rumah tertawa melihat tingkah mereka.

__ADS_1


__ADS_2