
"sah..."
Kata itu kini tengah memenuhi ruangan lautan manusia itu, ucapan syukur berulang kali terdengar disana. Setelah proses ijab kabul, fika dan kak rian segera menuju pelaminan mereka untuk menyapa para tamu yang hadir.
Satu persatu tamu mengucapkan kata selamat pada fika dan kak rian, aura bahagia terpancar jelas di wajah keduanya.
" selamat ya ka, aku senang melihat kamu dan kak rian berada di singgasana ini, bak ratu dan raja...." ucap ku sambil tersenyum dan memeluknya.
" makasih sal, kamu memang sahabat aku yang paling baik..." balas fika melepaskan pelukannya dan tersenyum tulus pada ku.
" selamat kak... " ucap ku singkat sambil melipat tangan ku tepan di depan dada ku.
" terima kasih sal..." ucapnya.
" selamat my brother, kakak harap kamu akan selalu bahagia kedepannya.. " ucap mas rey tulus.
Air mata kak rian jatuh mendengar ucapan sang kakak yang selama ini ia rindukan, ia menatap mas rey lekat dan memeluknya.
" terima kasih kak sudah menyempatkan hadir disini. " ucapnya sambil memeluk erat sang kakak.
" tidak perlu berterima kasih, maafkan kakak yang selama ini memusuhimu." bisik mas rey di telinga kak rian.
Keduanya tampak mengeratkan pelukannya, mas revan yang melihat pemandangan mengharukan itu ikut meneteskan air mata. Ia sangat bahagia melihat kedua adiknya saling menyayangi.
******
Alisa telah melahirkan putra pertamanya, senyum manis terukir di wajah lelahnya kala sang suami menggendong bayinya dan membisikkan kalimat suci di telinga sang anak.
Setelah mengazani putranya mas fian meletakkan bayinya tepat di samping sang istri.
" dia tampan bukan...." tanya alisa menatap gemas putranya.
__ADS_1
" tentu saja tampan seperti papanya...., iya kan sayang." ucap mas fian mengecup pipi anaknya.
" mirip mama juga kan nak.." lanjut alisa tak mau kalah.
Mas fian hanya tersenyum menanggapi ucapan istrinya itu.
" oh ya mas, apa mas sudah menghubungi bunda dan yang lainnya.? " tanya alisa.
" sudah sayang, baru saja mas menghubungi bunda dan mereka sedang dalam perjalanan." ucap mas fian.
" hmmm begitu.., sally?" tanyanya lagi.
" astagfirullah mas lupa..."
" ya sudah hubungi mereka sekarang. " ucap alisa.
******
" tidak mas juga tidak melihat ayah dan bunda, apa mereka tidak hadir.. " tanya mas rey balik.
" aku juga tidak tau mas... "
Tak lama kemudian ponsel ku bergetar tanda panggilan, aku segera mengambil ponselku dan mengangkatnya.
" panjang umur...." ucap ku setelah melihat siapa yang memanggil.
" Assalamualaikum mas...?"
" Waalaikumsalam...." ucap mas fian dari seberang sana.
" mas nggak datang ke pernikahan fika, sally sudah cari mas tapi nggak ada." ucap ku.
__ADS_1
" mas nggak bisa datang dek, alisa melahirkan..." ucap mas fian.
" benarkah, di rumah sakit mana sally mau melihat keponakan sally."
" rumah sakit kasih bunda dek." jawab mas fian.
" baiklah mas, sally sama mas rey akan segera ke sana... " balas ku riang dan mengakhiri panggil.
******
" dasar bocan nie, kalau udah bahagia lupa segalanya, sampai nggak ngucapin salam. " gerutu mas fian.
*******
" mas kita kerumah sakit kasih bunda sekarang.... " ajak ku pada mas rey.
" ada apa, siapa yang sakit..." tanyanya khawatir.
" alisa melahirkan mas.... "
" benarkah...., itu sebabnya mas fian nggak datang... "
" iya mas..., kita kesana sekarang ya." ucap ku memelas.
" ya sudah, mas pamit dulu sama mas revan dan orang tua fika ya. "
" iya mas. "
Setelah berpamitan aku dan mas rey langsung menuju rumah sakit.
Maaf ya gays, up nya lama...., maklum author belum sembuh total.... Terima kasih telah setia menunggu up dari author. 😄😄😄😄
__ADS_1