Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 58


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat, kini usia kandungan alisa sudah masuk tujuh bulan.


" mas, antarin lisa ke rumah bunda ya!" ucap alisa.


" sayang kangen ya sama bunda...?" tanya mas fian sambil mengelus perut buncit alisa.


" iya mas..., lisa kepengen makan masakan bunda." jelas alisa.


" memangnya bunda tidak sibuk sayang..?"


" alisa tadi sudah hubungi bunda trus bilang alisa mau makan masakan bunda, dan bunda bilang datang aja.., bunda nggak bilang sibuk kok." ucap alisa manja.


" kamu ini..., kalau ada maunya aja pasti langsung bertindak.. " balas mas fian.


" iya donk.., siapa dulu.... " ucap alisa sambil tersenyum bangga.


" istrinya alfian... " balas mas fian sambil menarik alisa ke dalam dekapannya.


******


" mas sally ikut ya... " ucap ku ketika mas rey hendak berangkat.


" ha..., kamu serius? Mas pergi ke kantor lo bukan jalan-jalan." ucap mas rey tidak percaya.


" sally nggak mau jauh dari mas.." balas ku manja.


" ada apa dengan istriku ya, tidak biasanya ngotot gini. "


" mas kok bengong sih.., aku ikut ya." ucap ku dengan wajah memelas.


" nanti kamu bosan sayang..., mas di kantornya kan lama, kamu di sini aja ya... " bujuk mas rey.


" mas banyak alasan deh, bilang aja mas nggak mau aku ikut..... " ucap ku memanyunkan bibirku.

__ADS_1


" sayang....., kamu marah? "


" tau ah, sudah sana berangkat."


" baiklah mas berangkat ya. " ucapnya.


" nie suami macam apa sih, udah tau istrinya lagi ngambek malah di tinggal...., dasar es balok. "


" iya..," jawabku ketus.


" ngapain masih di situ, katanya mau ikut... " ucap mas rey sambil tersenyum.


" mas mau ngajak aku....? " tanya ku dengan senyuman.


" iya sayang..., ayo nanti mas telat lagi. " balasnya.


" oke, ayo... " ucap ku semangat.


*******


" aku memang bodoh, gara-gara ke egoan ku aku kehilangan ilman, dan gara-gara obsesi ku, aku tega menyakiti sally wanita yang paling aku cintai, maaf kan aku sally." batin fikri.


Setelah beberapa bulan di penjara fikri menyadari kesalahannya, ia juga belajar untuk lebih baik lagi, ia semakin mendekatkan dirinya kepada allah dengan bantuan seorang tahanan yang juga dalam proses hijrah.


******


Mas rey lagi sibuk dengan komputernya, ia tampak fokus dan serius. Karna merasa bosan aku memutuskan untuk keluar sebentar.


" mas sally keluar bentar ya..." izin ku.


" mau kemana...?" tanya mas rey yang tetap fokus.


" nggak ada liat-liat kantor aja." jawab ku asal.

__ADS_1


" ya sudah hati-hati......" ucap mas rey.


Mas rey tidak terlalu khawatir meskipun aku pergi sendiri, karna setiap sudut kantor ini di jaga ketat dan juga terpasang beberapa cctv yang langsung terhubung ke ponselnya, jadi apapun yang terjadi dia akan segera mengetahuinya.


Aku melangkah menuju ruangan nasya.


" Assalamualaikum nasya, apa kamu sedang sibuk...?" tanya ku begitu sampai di ruangannya.


" Waalaikumsalam nyonya, tidak saya sedang santai nyonya. Semua pekerjaan sudah saya selesaikan." jawabnya.


Nasya memang selalu datang lebih awal dan menyelesaikan tugasnya di pagi hari, karna menurutnya jika bekerja di pagi hari ia akan lebih fokus dan masih fress.


" ada apa nyonya....? "


" tidak, aku hanya bosan di ruangan mas rey."


" nyonya disini saja..., kita bisa berbincang-bincang untuk menghilangkan kejenuhan nyonya." ucap nasya.


" apa boleh......?". Tanya ku.


" tentu saja nyonya...., pekerjaan saya juga sedang tidak ada. " balasnya.


" baiklah..., kamu memang baik sya. "


" biasa aja kok nyonya. "


Kami berbincang tentang mas rey, nasya menceritakan semua hal lucu tentang mas rey, ia juga memperlihatkan sebuah video yang ia ambil tanpa sepengetahuan mas rey, tawa ku pecah ketika melihat videonya begitu pun dengan nasya yang tak kalah heboh, ruangan itu pun penuh dengan tawa dan cekikikan kami.


" sekretaris sialan, kau membuat ku malu di hadapan istri ku nasya...."


Maaf ya gaysss, jarang up mata author lagi sakit soalnya, tidak boleh lama-lama menggunakan hp. 😄😄😄


Selamat membaca...., semoga kalian suka ya😅😅😅

__ADS_1


__ADS_2