
" reyhan, kak rey." ucap mas revan dan kak rian bersamaan.
" kenapa kamu bisa ada disini? " tanya mas revan.
" bukan urusan lo." jawab kak rey dengan kasar.
" kak, apa maksud perkataan kakak tadi.?" tanya kak rian.
" apa masih kurang jelas, gue menolak lamaran lo. " ucap kak rey dengan nada tinggi.
Semua tampak kaget melihat ketiga laki-laki itu adu mulut, namun tidak ada seorang pun yang ikut campur dalam pertengkaran mereka.
" kak rey, kakak tidak punya hak untuk menolak lamaran ku. " jawab kak rian berusaha tenang.
" hahhh, tentu saja gue punya hak atas sally, karna dia calon istri gue." tegas kak rey.
" apa kamu bilang??? Calon istri. Hahhh? " terus mas revan mendegus kesal.
" kenapa, lo nggak percaya? cuihh..., bodo amat. Gue nggak butuh lo percaya sama gue." jawab kak rey tersenyum sinis.
" hehhh, jangan sampai kesabaran ku habis rey." bentak mas revan menarik krah baju kak rey.
" lo pikir gue takut."
__ADS_1
" kamu benar-benar kurang ajar ya. " ucap mas revan hendak memukul kak rey namun di larang oleh mbak nisa.
" mas jangan main kekerasan, kita bisa bicarakan baik-baik kan. " ucap mbak nisa, menarik suaminya selangkah mundur.
" rey mas tau apa tujuan kamu menikahi sally, dan mas minta sama kamu tolong buang jauh jauh ide gila kamu itu, sally nggak ada sangkut pautnya dengan masalah kita. " ucap mas revan yang mulai tenang.
" apa yang di katakan mas revan benar kak, tolong jangan libatkan sally. " sambung kak rian.
" lo diam. " ucap kak rey menunjuk kak rian.
" rey kamu sadar nggak sih, apa yang kamu buat ini bisa menghancurkan masa depan sally, apa salahnya hingga kamu tega menghancurkan masa depannya. " ucap mbak nisa.
" hahaha, apa salahnya? Sally tidak bersalah sama sekali, yang salah adalah lo." teriak kak rey kembali menunjuk rian.
" laki-laki macam apa kamu rey yang tega menghancurkan masa depan orang lain demi kepentingan kamu sendiri. " lanjut mas revan.
" jaga bicara mu rey, jangan memancing emosi ku. " teriak mas revan.
" van, sejak kecil mama dan papa tidak pernah mempedulikan gue, mereka selalu menuruti semua yang lo dan rian minta, mereka selalu berusaha untuk mewujudkan apa yang kalian impikan dan memberikan perhatian dan kasih sayang penuh pada kalian, tapi tidak pada gue, mereka tak pernah sekalipun mengabulkan permintaan gue, mereka tak pernah memperhatikan gue, dan mereka selalu menyalahkan gue kalau terjadi apa-apa. Tapi gue nggak dendam atau marah sama sekali pada mereka, gue terima semuanya karna bi inah selalu ada buat gue, dan bi inah selalu mengajarkan gue untuk selalu sabar van. sampai pada hari itu, hari dimana lo dan nisa menikah, hari dimana dunia gue benar-benar hancur, hari dimana hati gue terluka dengan parahnya, emosi yang memuncak tapi gue tak bisa berbuat apa-apa saat itu. Tak ada seorang pun yang peduli sama gue van, bahkan kalian semua tertawa riang tanpa mempedulikan tangisan gue. Dan mulai saat itu kesabaran gue hilang dan berubah menjadi dendam. Selama ini gue bisa tahan van, tapi saat wanita yang gue cintai lebih memilih orang lain dan saat kakak gue menikahi wanita yang gue cintai gue nggak bisa terima, dan mulai saat itu aku berjanji pada diriku sendiri akan membalas kalian, terutama lo van. " jelas kak rey dengan linangan air mata dan meluapkan amarahnya.
Aku bisa lihat kesedihan yang mendalam dari sudut matanya, dia begitu terpukul atas masa lalunya hingga dia menjadi pendendam seperti sekarang.
Pakkkkk, sebuah tamparan mendarat di pipi kak rey, dia mengusap sudut bibirnya yang berdarah.
__ADS_1
" hanya segitu van, ayo pukul gue...., pukul gue sekuat tenaga lo..., cepat pukul gue..." teriak kak rey.
" sekarang juga kamu pergi dari sini, dan jangan pernah muncul di hadapan ku." ucap mas revan.
" gue akan pergi van, tapi setelah mas fian menikahkan gue dengan sally. "
" jangan mimpi kamu, laki-laki seperti kamu tidak pantas bersanding dengan sally." ucap mas revan, membuat dadaku terasa perih, aku nggak nyangka mas revan sekejam itu bahkan secara tidak langsung dia telah menghina allah, dengan kata tidak pantas yang dia lontarkan kepada hamba allah.
" terserah lo mau bilang apa tentang gue, gue nggak peduli. Yang pasti gue akan tetap menikah dengan sally." ucap kak rey tersenyum yakin.
" dasar anak tidak tau malu."
Bughkk....
Mas revan menonjok kak rey hingga terjatuh.
" pukul lagi...., itu belum seberapa. " ucap kak rey. Mas revan terus memukulnya hingga ia terbaring tak berdaya, namun masih saja tersenyum dengan sombongnya.
Bughkk... Bughkkk... Bughk.... Pukulan mas revan yang tak henti-hentinya.
" mas cukup." ucapku menghampiri kak rey.
" sally minggir biar mas kasih dia pelajaran, dia sudah berani mengancam kamu kan? biarkan dia merasakan akibat nya." ucap mas revan.
__ADS_1
# bagaimana sahabat, menurut kalian jadi nggak sally menikah dengan rey, yang jelas-jelas hampir mati karna revan?????
Jangan lupa tulis komentar kalian ya....