Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 43


__ADS_3

" jika melihat sally seperti ini, mungkin mereka akan mengira gue memperlakukannya tidak baik dan itu bisa membuat rian semakin tersiksa." ucap kak rey dengan senyum liciknya.


Kak rey meraih ponselnya membuat sebuah rekaman video, setelah merasa cukup ia pun meletakkan ponselnya dan mematikan semua lampu kecuali lampu tidur.


Kak rey berbaring menghadap ku, ia menatap setiap inci wajahku yang telah tertidur pulas.


" cantik." batin kak rey tanpa ia sadari.


" ada apa dengan ku, nggak mungkin gue menyukai gadis ini. Tujuan lo menikahinya hanya demi balas dendam rey... Ingat....., ahggg, dasar bodoh." gerutu kak rey pada dirinya sendiri.


*****


" Assalamualaikum fika." salam kak rian.


" Waalaikumsalam kak. "


" bagaimana keadaan disana? " tanya kak rian.


" Alhamdulillah semua baik-baik saja kak, bagaimana dengan urusan kakak? " tanya fika.


" hampir selesai ka, baiklah saya tutup dulunya, jaga dirimu baik-baik. Assalamualaikum." akhir kak rian.


" iya kak, waalaikumsalam. " balas fika dan mengakhiri panggilannya.


Pagi ini fika berangkat lebih awal ke kantor, Dikarnakan sebentar lagi ia akan mengadakan meeting dengan salah satu perusahaan terbesar di kota ini.


Semenjak fika memasuki kantor kak rian, perusahaannya semakin berkembang dan maju, fika berhasil menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan besar baik dalam maupun luar negeri, seperti hari ini fika akan menawarkan kerja sama dengan perusahaan maju yang terkenal baru-baru ini.


" leta, apa semua berkasnya sudah siap." tanya fika.


" sudah buk, semua sudah selesai." ucap leta.

__ADS_1


" baiklah kita berangkat sekarang." ajak fika sambil melangkah keluar kantor.


" baik buk." ucap leta dan mengikuti langkah atasannya.


*******


" kenapa pas bangun tadi aku di atas ranjang ya, bukannya aku tidur di lantai karna hukuman dari kak rey." monolog ku sambil terus mengaduk kopi.


" gue yang angkat kamu ke atas ranjang." ucap kak rey tiba-tiba muncul.


" Oooo, tapi kenapa kak? Bukannya kakak mau menghukum ku? " tanya ku penasaran.


" karna tadi malam kamu kedinginan sampai ngigau gitu. " jawab kak rey dengan wajah datar.


" lalu kakak kembali ke kamar kakak? "


" ya nggak lah, gue tidur aja di samping kamu. " ucapnya santai.


" biasa aja kali kagetnya. "


" trus kita satu ranjang dong kak. " ucapku.


" ya iya lah, memang apanya yang salah. " tanya kak rey.


" hmmmm, nggak ada kak. " ucapku


Tok.... Tok.....


" tuan ada tamu, saya bukakan pintu dulu." izin bi inah.


" iya bik." balas kak rey.

__ADS_1


Tak lama kemudian bi inah kembali ke dapur.


" siapa bik? " tanya kak rey.


Belum sempat bi inah menjawab namun deni langsung datang menghampiri kak rey.


" gue bro. " ucap deni sambil merangkul kak rey dan duduk di sampingnya.


" ngapain lo pagi-pagi kesini?" tanya kak rey dengan wajah kesal.


" ya elh bro, biasa aja kali mukanya." balas deni.


" hai sally....." sapanya.


" hai juga tuan..., oh ya tuan mau minum apa biar saya buatkan." ucap ku.


" nggak usah panggil tuan sal, panggil mas aja! " pintanya.


" apa-apaan lo, biacara begitu." ketus kak rey


" apanya yang salah bro.....??? " tanya deni bingung.


" ya jelas salahlah, lo nggak punya hak nyuruh-nyuruh sally begitu. " ucap kak rey.


" lo kenapa sih bro sewot banget, sally nya aja belum jawab lo nya udah marah-marah nggak jelas, dan satu lagi bro, lo juga nggak punya hak mencampuri urusan pribadinya sally. " jawab deni penuh penekanan.


" siapa bilang gue nggak punya hak, gue punya hak sepenuhnya atas sally. " ucap kak rey membuat deni dan juga aku menatap bingung kearahnya.


# tinggalkan jejak kalian sahabat, like jika kalian suka and komentar juga ya...... 😅😅😅


Terima kasih, sudah setia menunggu Up dari saya...... 😆😆😆

__ADS_1


__ADS_2