
Bagas telah tiba di apartemen nasya, keduanya langsung masuk mobil dan menuju restoran tempat mereka akan makan malam.
" maaf tuan brian telah membuat anda menunggu." ucap nasya dan duduk tepat depan asisten brian.
" tidak masalah nona, berapa lamapun saya tidak keberatan jika yang di tunggu adalah anda." balas brian dengan senyum liarnya.
" iihh menjijikan, mengapa kau selalu membuat ku muak tuan...."
" selamat malam tuan brian, saya bagas. Tuan rey tidak bisa datang maka dari itu saya yang menggantikan. " jelas bagas dan duduk di samping nasya.
" ya saya tau kalau tuan rey tidak dapat hadir itu sebabnya saya merencanakan makan malam ini dan berharap nasya datang sendiri, tapi nyatanya ada kau bersamanya.
Ahgg sial..., dia pasti akan mempersulit rencana ku. "
" selamat malam tuan bagas, senang bertemu dengan anda." balas brian dengan senyum dipaksakan.
Setelah makanan datang mereka pun menyantap menu masing-masing.
Brian tampak gelisah sambil sesekali melihat asistennya seolah bertanya apa yang harus mereka lakukan.
" sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu, aku harus lebih hati-hati." batin bagas yang menyadari gelagat aneh brian dan asistennya.
Tak lama kemudian, kepala nasya mendadak pusing. Bagas yang menyadari itu pura-pura tidak tau agar ia dapat mengetahui rencana busuk brian.
" saya ke toilet dulu..." ucap nasya.
" baiklah saya tunggu disini." balas bagas datar.
__ADS_1
Ting...sebuah pesan masuk ke ponsel asisten brian.
( perintahkan mereka untuk melakukan tugasnya.)
Bagas masih setia dengan ekspresi datarnya tak ada ketakutan atau kecemasan di wajahnya, seolah semua baik baik saja, padahal dia tau pasti kalau dia dan nasya dalam masalah.
Tiba-tiba semua lampu di restoran itu mati secara bersamaan, brian segera menuju ke toilet cewek, sedangkan asisten bertugas mengecoh bagas.
******
Nasya membuka matanya perlahan, ia melihat sekelilingnya dan....
" tuan...." ucap nasya tak percaya.
" selamat malam nona nasya, bagaimana perasaanmu sekarang." balas brian dengan senyum liciknya.
" hahahahaha, saya mau apa...?, kau pasti sudah tau nona jangan pura-pura bodoh begitu."
" anda jangan macam-macam tuan atau saya.... "
" saya apa nona. " potong brian dengan cepat.
Brian melangkah mendekati nasya membuat gadis cantik itu gemetar ketakutan, ia membuka satu persatu kancing kemejanya dan menatap nasya dengan tatapan memangsa.
" lepaskan saya brengsek..." teriak nasya saat brian mulai menyentuhnya.
" aku mencintaimu, dan kamu harus jadi milikku." tegas brian.
__ADS_1
" aku tidak mau..."
" kamu selalu menolakku, tapi sekarang mau tak mau kamu akan jadi milik ku..." bentak brian.
Par....suara hempasan pintu beradu dengan lantai. Brian membulatkan matanya menatap pria yang berdiri tegap di depan pintu.
" berani-beraninya kau mengganggu kegiatan ku...." teriak brian.
Bagas tak menjawab sama sekali, pria itu menatap tajam ke arah brian dan langsung berlari memukul brian.
Brugkk..
Sebuah pukulan mendarat dipipi brian dengan kerasnya membuat pria itu tersungkur ke lantai, tak puas sampai di situ saja, bagas memukuli brian tampa ampun ia seperti orang kerasukan yang tak dapat menahan amarahnya.
Brian sudah terbujur kaku di lantai hotel itu, ia benar-benar sudah tidak sadarkan diri.
Bagas berjalan mendekati nasya dan menarik gadis itu kedalam pelukannya.
" maafkan aku....." hanya kata itu yang mampu bagas ucapkan.
" aku takut, hiks... hikss...." isak nasya dalam pelukan bagas.
" tenanglah aku ada disini...., ayo kita pergi dari sini." ucap bagas.
Nasya mengangguk tanda setuju, dan mereka keluar meninggalkan hotel itu.
Selamat membaca semua....
__ADS_1
Semoga kalian suka ya..... 😅😅😅