Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 25


__ADS_3

Kami sudah tiba di rumah keluarga alisa, tante irma mengantar ku kekamar, dan membantu ku memasukkan pakaian ke lemari.


" sayang, semua sudah selesai. Sekarang kamu istirahat ya! " ucap tante irma sambil mengusap kepala ku.


" iya tan, terima kasih." jawabku


" sayang panggil bunda aja ya, bunda sudah anggap kamu dan alfian sebagai anak bunda. Jadi bunda harap kamu bersedia memanggil tante dengan sebutan bunda. " jelas tante irma.


" iya tan.. Eeehh bunda." ucapku gugup


" terima kasih sayang, sudah mau jadi anak bunda. " sambil memeluk ku


" sama-sama bunda, harusnya sally yang berterima kasih atas semua kebaikan bunda pada sally. " jawabku membalas pelukan bunda.


" umi... Sally rindu umi. Terima kasih ya allah engkau telah mengirimkan bunda sebagai pengobat rindu ku pada umi." batinku.


*****


" mas, semoga dengan begini sally segera melupakan kesedihannya. " ucap alisa.


" iya sayang, mas juga berharap seperti itu." jawab mas fian.


" mas juga ya, nggak boleh sedih lagi mas harus semangat kayak dulu lagi dan mas juga harus kuat." terus alisa.


" mas akan kuat sayang, selagi penyemangat mas masih berada di sisi mas." jawab mas fian menarik alisa ke pelukannya.


" alisa akan selalu ada di sisi mas, mas nggak perlu khawatir soal itu. " jawab alisa dan membalas pelukan suaminya.

__ADS_1


*******


" Assalamualaikum. " salah rian dari seberang sana.


" Waalaikumsalam kak rian. " jawab fika.


" ada apa ka, mengapa kamu menghubungi ku. " tanya rian


" kak, orang tua sally sudah meninggal. " jelas fika.


" innalillahi wainnailaihi rooji'un, kapan?" tanya rian lagi.


" sebulan yang lalu kak, " jawab fika.


" mengapa baru sekarang kamu memberi tau ku? " tanya rian kesal.


" iya maafkan saya, saya lupa sebulan yang lalu saya ada tugas ke luar negeri, dan di sana jaringan sangat susah. " balas rian.


" iya kak, tidak masalah aku mengerti. " jawab fika.


" dan sekarang apakah sally baik-baik saja fika? " tanya rian khawatir.


" sally sempat terpuruk kak, tapi alhamdulillah sekarang dia sudah baik-baik saja, dan sekarang dia tinggal bersama orang tua alisa. " jawab fika.


" mengapa dia tidak tinggal dengan kakaknya? " tanya rian heran.


" oh iya kak, fika lupa memberi tau kakak kalau mas fian kakaknya sally sudah menikah dengan alisa, itulah sebabnya sally tinggal bersama keluarga alisa karna alisa bukan sekedar sahabatnya tapi juga kakak iparnya. " jelas fika panjang kali lebar.

__ADS_1


" Ooo begitu, baiklah saya berterima kasih banyak sama kamu atas semuanya. " sambung rian.


" sama-sama kak. " balas fika.


" oh ya kak, kenapa kakak tidak melamar sally? Aku tau kakak menyukainya kan. " ledek fika.


" sudahlah, sebentar lagi saya ada rapat. Saya tutup dulu assalamualaikum. " akhir rian.


" Waalaikumsalam. " balas fika. Panggil pun terputus.


" kak.. kak, sampai kapan kakak mencoba menutupi dan mengulur waktu kak, nanti keburu sallynya di pinang orang baru tau rasa. " monolog fika dan senyum-senyum sendiri.


******


Setelah makan malam, aku kembali kekamarmu untuk sholat isya serta langsung tidur setelah melaksanakan sholat.


Malam ini hujan turun dengan derasnya, membuat ku terbangun dari tidurku. Aku melangkah menuju kamar mandi, namun tiba-tiba.


" umiiiii......." teriak ku karna mendengar suara petir yang begitu kuat. Seseorang membuka pintu kamarku.


" ada apa sayang? " tanya bunda, langsung mendekapku yang terlihat panik.


" sally, takut petir bun." ucapku dengan nada gemetar.


" sudah....sudah, kamu tidak perlu takut ada bunda di sini." ucap bunda sambil mengusap punggungku.


" terima kasih bun." jawabku.

__ADS_1


__ADS_2