
Semua tamu telah berdatangan, mas fian dan kak reyhan sudah berada di posisi mereka masing-masing. Suasana hening yang tadinya menyelimuti ruangan ini telah berubah menjadi riuh karna kehebohan para tamu.
" Sah." ucap para saksi dan di iringi teriakan heboh tetamu.
" Alhamdulillah Hirobbil 'alamiin." ucap kak rey dan mas fian bersamaan.
Bunda mendekat dan memeluk ku dengan eratnya, antara sedih dan senang mungkin itu yang tengah di rasakan bunda.
" selamat sayang, anak bunda sudah menjadi istri orang, jadilah istri yang sholehah nak, dan jangan pernah mengeluh apapun keaadaannya." ucap bunda melepas pelukannya.
" inshaallah bun, sally akan berusaha untuk menjadi istri yang sholehah untuk suami sally. " jawabku melirik laki-laki yang ada di sampingku.
" nak rey, bunda tak minta banyak sama kamu. Bunda titip sally ya, sebisa mungkin jangan
biarkan air matanya keluar lagi karna kesedihan. " sambung bunda menggenggam tangan kak rey.
" iya bun, sebisa mungkin rey akan berusaha untuk membahagiakan sally." balas kak rey mencium punggung tangan bunda.
" rey, mas titip adek kesayangan mas sama kamu, tolong jangan kecewakan mas. " ucap mas fian yang di balas anggukan oleh kak rey.
" sallyku..., selamat ya. aku tidak tau harus senang atau apa sal, yang pasti jika kamu sedih atau sedang butuh teman aku selalu ada. " ucap alisa dan memelukku.
" iya sa, terima kasih. " ucapku membalas pelukan sahabatku itu.
Satu persatu tamu mengucapkan selamat kepada kami, termasuk kak rian yang datang belakangan.
" sally, selamat ya. " ucap kak rian santai.
__ADS_1
" terima kasih kak, " balas ku tersenyum.
" selamat kak rey, jangan pernah buat dia bersedih apalagi sampai meneteskan air mata, kalau aku sampai tau kakak lakuin itu jangan salahkan aku jika mengambil paksa dia dari kakak. " bisik kak rian yang masih kedengaran karna memang tak terlalu jauh dari ku.
" sampai kapan pun gue nggak bakalan lepasin sally, apalagi sampai merelakan dia ke tangan lo. " balas kak rey dengan senyum sinisnya.
" baguslah, laki-laki yang baik adalah mereka yang bisa menepati janjinya." ucap kak rian menepuk bahu kak rey dan belalu meninggalkan pelaminan.
" gue akan buktikan sama lo rian, sampai kapan pun sally hanya akan jadi milik gue seorang." batin kak rey.
Acara berjalan dengan lancar semua tamu sudah pulang, hanya tinggal keluarga ku dan mas revan beserta istrinya yang masih disini.
" baiklah rey, mas pulang dulu. " ucap mas revan pada kak rey.
" makasih sudah mau jadi saksi pernikahan gue. " ucap kak rey.
" terima kasih. " ucap kak rey cuek.
" om, tante, fian kami duluan ya. Assalamualaikum. " ucap mas revan.
" Waalaikumsalam." jawab kami bersamaan.
Setengah jam lebih kami berbincang dan tertawa bersama, betapa indah pemandangan ini, melihat keluargaku dan suamiku sangat akrab seperti ini.
" Oh ya udah malam lo mas, kita istirahat sekarang ya, kasian pengantin barunya pasti kecapean." ucap bunda pada ayah.
" iya sayang, mas juga udah ngantuk nie." balas ayah.
__ADS_1
" kita juga tidur yuk mas, biar pengantin barunya bisa berduaan." ucap alisa mengoda ku dan kak rey.
" andai kamu tau sa kalau pernikahan ini hanya karna perjanjian bukan di dasari oleh cinta." batin ku.
" ya sudah yuk, mas duluan ya dek, rey." ucap mas fian meninggalkan kami.
" iya mas. " jawab ku dan kak rey bersamaan.
Tak lama kemudian kami pun tiba di kamarku, tepatnya kamar kami karna sekarang kamar ini juga milik kak rey selaku suamiku. Aku mengganti baju ku ke kamar mandi dan mengenakan piama panjang serta kerudung santai untuk menutupi rambutku.
" kakak nggak ganti baju?" tanya ku.
" iya nie juga mau pergi." ucapnya cuek dan berjalan menuju kamar mandi.
Beberapa menit kemudian kak rey keluar dan berbaring di sampingku. Aku mengambil bantal dan selimut.
" kakak tidur disini saja, aku akan tidur di sofa. " ucap ku.
" kenapa?" tanya kak rey bingung.
" aku tau kakak pasti nggak nyaman kalo tidur satu ranjang dengan ku, udah ya kak aku tidur dulu." ucapku dan menuju sofa.
" oke, terserah kamu." ucap kak rey dengan tampang cueknya.
# maaf ya sahabat, mungkin nggak bisa up tiap hari, Kerjaan lagi numpuk soalnya.
Tetap sabar ya nunggu up dari aku terima kasih. 😅😅😅
__ADS_1