Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 41


__ADS_3

Mas fian melajukan mobilnya menuju rumah sakit, kecemasan dan rasa bersalah membuatnya mengutuk diri sendiri.


" sayang maafkan mas, kalau saja tadi mas nggak berangkat kerja mungkin hal ini tidak terjadi. dasar bodoh..., haaahhhh." gerutu mas fian sambil memukul stir mobilnya.


Setengah jam kemudian mas fian tiba di rumah sakit, dengan langkah terdesak ia menghampiri bunda.


" bun, bagaimana keadaan alisa. " tanya mas fian dengan nafas tak beraturan.


" alisa lagi di periksa dokter nak, tenanglah inshaallah alisa akan baik-baik saja." tenang sang bunda.


Dokter keluar dari ruangan alisa, mas fian dan bunda berdiri dan langsung menghampirinya.


" Bagaimana keaadaan istri saya dok?" tanya mas fian.


" istri bapak baik-baik saja, hal ini biasa terjadi kok pak, bapak tidak perlu khawatir." ucap dokter itu.


" biasa terjadi, maksud dokter?" tanya mas fian ragu karna memang selama ini alisa tak pernah pingsan tiba-tiba.


" istri bapak sedang hamil, pingsan seperti ini biasa terjadi pak. Mungkin karna kurang istirahat dan terlalu banyak pikiran, saya sarankan buk alisa istirahat lebih dan jangan buat ia banyak pikiran karna itu bisa memengaruhi kesehatannya." jelas sang dokter dengan lembut.


" hamil, alhamdulillah ya allah. Terima kasih dok, saya akan lebih memperhatikannya, seperti yang dokter sarankan. " ucap mas fian dengan riang.


********


Tak terasa sebulan sudah aku dan kak rey menikah, tapi tetap saja tiada yang berubah. Kak rey tetap saja cuek seperti biasa dan aku juga hanya menjalankan tugasku sesuai perjanjian kami.


Ting...


Sebuah pesan dari kak rey.....


Jangan menyambut gue pulang, ada teman-teman gue......


So lupakan tugas mu untuk hari ini.

__ADS_1


Baiklah.


Tal lama kemudian kak rey dan teman-teman tiba di rumah. Mereka berkumpul di ruang tamu, karna bi inah lagi pergi ke pasar terpaksa deh aku yang bawain kopi buat mereka.


" silahkan di minum." ucap ku meletakkan kopi tersebut.


" terima kasih..." ucap mereka bersamaan kecuali si es balok yang memang tak tau terima kasih.


Aku berdiri dan hendak kembali ke dapur namun......


" kamu pelayan baru ya di sini, soalnya aku baru pertama melihatmu." tanya teman kak rey dengan ramahnya.


" iya tuan, saya baru di sini." ucap ku.


" cantik dan sopan, siapa nama mu?" tanya laki-laki itu.


" sally tuan, " ucap ku singkat dan terus menunduk.


" nama yang bagus, boleh saya minta nomermu? " ucapnya sambil tersenyum.


" apa-apaan sih deni mintak nomer sally segala. nie juga ngapain coba masih disini, pake jawab semua pertanyaan konyol deni lagi..., dasar ganjen.... "


" aku ingin mengenal mu lebih jauh, siapa tau bisa jadi jodohkan. " jawab deni.


Uhukkk uhukkkk.....


Batuk kak rey dengan tiba-tiba.


" minum dulu tuan, " pinta ku sambil memberikan segelas air.


" nie orang kenapa, Tiba-tiba batuk, Dasar aneh. "


" kamu kenapa rey? " tanya deni.

__ADS_1


" nggak papa den. " balas kak rey.


" sally kamu kebelakang sekarang! " pinta kak rey.


" baik tuan." ucap ku melangkah hendak pergi.


" sally." sapa seseorang yang membuat ku menghentikan langkah ku dan menoleh ke sumber suara.


" ada apa tuan?" jawab ku padanya.


" namaku deni," ucapnya dan terus tersenyum.


" iya tuan, saya kebelakang dulu. Permisi, " ucapku berlalu pergi.


Deni masih saja senyum-senyum sendiri, membuat kak rey dan teman-temannya kebingungan.


" lo kenapa bro, kesambet ya? " tanya ilman teman kak rey yang memiliki sifat seperti dirinya.


" jangan bilang lo suka sama tu cewek? " sambung yoga.


" yang benar aja lo den, tipe lo cewek kayak sally, kalau gue ma ogah..." balas kak rey.


" ya elah bro, itu yang kalian nggak tau. Zaman sekarang mana ada cewek yang seperti dia, baik, cantik dan sholehah lagi. " ucap deni.


" tau dari mana lo kalau dia baik? " tanya kak rey.


" ya dari cara dia tadi, sopan dalam bertutur dan yang membuat gue kagum dia selalu menundukkan pandangannya. " jelas deni.


" terserah lo deh. " balas kak rey.


" oh ya rey, lo pasti punya nomer dia kan?" tanya deni.


" nggak gue nggak punya." ucap kak rey cuek.

__ADS_1


" ya sayang sekali, ntar aja deh gue minta langsung sama dia. " balas deni sambil senyum-senyum.


__ADS_2