Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 51


__ADS_3

" lo kenapa kaget gitu?" tanya nasya.


" nggak ko sya, gue nggak nyangka aja..." balas deni.


" lo suka kan sama sally....?" ucap nasya berhasil membuat deni terbatuk-batuk.


" uhukkkk...uhukkkk...." batuk deni.


" minum dulu..." ucap nasya memberikan segelas air.


Deni pun meminum air itu dan kembali menatap nasya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


" lo ngapain liat gue kayak gitu..." kesal nasya.


" lagian....lo nya nanya hal aneh gitu. "


" ya elah den den, lo nggak usah pura-pura gitu...., lo bisa boongin semua orang tapi tidak dengan gue den." balas nasya.


" lebih baik lo jujur sama gue..." pinta nasya.


Deni tampak terdiam, dia memang nggak bisa menyembunyikan sesuatu apapun dari nasya. ya sudah pasti begitulah, secara nasya sangat mengenal sahabatnya itu jadi tampa deni cerita pun dia sudah tau.


" lo benar sya, tapi itu sebelum gue tau kalau sally itu istrinya rey, kalau gue tau gue nggak bakalan berani dekatin dia apalagi sampai suka sama dia...." balas deni dengan wajah lemas.


" gimana kalau kita kerja sama.." tawar nasya.

__ADS_1


" maksud lo?" tanya deni tidak mengerti.


" lo kan suka sama sally, dan jujur gue juga nggak bisa jauh dari tuan rey..., gimana kalau kita pisahkan mereka aja...." ucap nasya dengan senyum liciknya.


" lo udah gila ya... " teriak deni.


" lo apa-apaan sih, pake ngatain gue gila lagi..., tujuan gue kan bagus. " lanjut nasya.


" bagus apanya..., lo pikir gue mau khianatin sahabat sebaik rey, dan lo... rey udah baik banget sama lo, dia juga gaji lo di atas UMR kan dia juga nggak pernah jahat sama lo, kok lo tega sih lakuin itu.... " ucap deni yang mulai emosi.


" kok lo gitu sih den, gue ini sahabat lo juga kan... " balas nasya dengan wajah sedih.


" lo memang sahabat gue sya, tapi bukan berarti gue harus belain lo saat lo mau menggancurkan sahabat gue yang lainnya. " ucap deni dengan lantangnya.


" lebih baik lo buang rencana gila lo itu, karna gue nggak bakalan tinggal diam jika lo berani ganggu kehidupan rey dan sally, gue memang suka sama sally tapi sebelum gue tau siapa dia, dan sekarang gue yakin kalau sally akan bahagia sama rey, bagi gue mencintai itu tak harus memilikinya, cukup melihat dia bahagia walau bukan bersamaku. " jelas deni dengan penuh emosi.


*******


" aku nggak bisa terus seperti ini, aku harus segera keluar dari sini. " monolog ku.


Setelah berfikir cukup lama, namun aku tidak juga menemukan cara yang tepat untuk melarikan diri.


" Bagaimana ini, kak rey..., kakak dimana jemput sally kak...... Hiksss." tangis ku.


" heh....lo ngapain nangis gitu diam...., berisik tau nggak." ucap seseorang dari luar.

__ADS_1


Namun aku tidak memperdulikannya aku terus saja menangis sambil memanggil mana kak rey.


*******


Setelah menemui deni nasya dan bagas mendatangi rumah kak rey. Nasya menyerahkan ponselnya pada kak rey dan memutar rekaman percakapannya dengan deni yang sengaja ia rekam.


Kak rey mendengarkan rekaman itu dengan seksama.


" sepertinya bukan deni pelakunya.." ucap mas fian.


" iya mas, aku juga udah tau kalau deni menyukai sally, tapi dia tidak mungkin melakukan itu, aku kenal banget dengan deni dan itu bukan sikapnya." balas kak rey.


" itu sebabnya saya mau membuktikan dulu tuan, karna saya juga ragu. " ucap nasya.


" lalu siapa pelakunya... " tanya mas revan.


" maaf tuan sebelumnya saya sempat melihat ilman bersama seorang laki-laki. namun saya tidak mengenalnya dan saya dengar laki-laki itu menyebut nama nyonya sally. " balas bagas.


" ilman.., dimana kau melihatnya. "


" di sebuah cafe dekat apartemennya ilman tuan. " balas bagas.


" kita harus menyelidikinya, awasi pergerakannya bagas.. " perintah kak rey.


" siap tuan.. " ucap bagas.

__ADS_1


Haiii......, pagi semua.


Apa kabar kalian... Semoga selalu dalam lingkungan allah ya.. 😅😅😅


__ADS_2