
Dokter wanita keluar dari UGD dengan wajah pasrah, kami berdiri dan menghampiri dokter tersebut.
" Bagaimana keaadaan orang tua saya dok?" tanya mas fian
" saya minta maaf pak, kami sudah berusaha sebisa mungkin tapi allah lebih menyayangi mereka pak." ucap dokter itu.
Bagai sambaran petir yang menggelar, kata-kata dokter itu mampu membuat duniaku seolah berhenti berputar, ya allah rasanya aku tak mampu akan semua ini. Namun aku yakin engkau tak pernah membebani hambamu di luar batas kemampuannya.
" ngak....., dokter berbohong kan mas?" tangis ku pecah di pelukan mas fian.
" mengapa begitu cepat ya allah," batin mas fian.
" mas kenapa diam saja, katakan pada adek ini semua salah, hikss.. hikss..." tangis ku sambil memukul dada mas fian
Mas fian masih membisu seperti patung, aku melepaskan pelukanku dan berbalik ke alisa.
Alisa membentangkan kedua tangannya dan aku langsung mendekapnya dengan erat.
" sa, abi dan umi sa..., hikss "
" iya sal, kita harus kuat." Jawab alisa
" fian, " ucap om lukman yang datang bersama tante irma
" ayah, bunda." balas mas fian
Om lukman memeluk mas fian, dia tau betapa hancur perasaan menantunya saat ini.
__ADS_1
" semua sudah takdir allah nak, kuatkan hatimu. " ucap om lukman
" iya ayah." jawab mas fian singkat.
" hari sudah semakin sore nak, lebih baik kita mengurus pemakamannya sekarang." ajak tante irma yang mendapat anggukan dari mas fian.
Proses pemakaman selesai sebelum magrib, lantunan ayat al qur'an kini terdengar jelas di kediamanku.
" fian kami pamit dulu, tabahkan hatimu ingat allah selalu. " ucap mas revan
" terima kasih van. " jawab mas fian
" kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk menghubungi ku."
" baiklah."
" kami pergi dulu, assalamualaikum."
*******
Sebulan sudah lamanya abi dan umi meninggalkan kami, aku masih saja terpuruk karna kepergian mereka.
" fian, apa tidak sebaiknya kita bawa sally pergi dari sini. Di sini terlalu banyak kenangan yang akan membuatnya sulit untuk bangkit dari keterpurukannya." ucap tante irma
" menurut fian juga begitu bun, fian akan membawa sally tinggal bersama kami." ucap mas fian
" iya bun, kami akan membawa sally ke rumah kami, semoga dengan begitu dia bisa lupa. " sambung alisa
__ADS_1
" bukannya bunda tidak setuju dengan rencana kalian, akan tetapi bunda rasa lebih baik sally tinggal bersama ayah dan bunda. Sebisa mungkin bunda akan mencoba menjadi sosok ibu untuknya. " jelas tante irma
" iya nak, ayah setuju dengan bunda. Dan untuk menghindari hal lain kalian sebaiknya tinggal di rumah ayah dan bunda dulu sampai sally membaik. " sambung om lukman
" baiklah ayah, fian akan ke atas dan mengemasi barang-barang sally sekalian membujuknya." ucap mas fian
*****
" Assalamualaikum adek. " salam mas fian
" Waalaikumsalam. "
" adek, adek ikut mas ya. Kita pindah kerumah ayah dan bunda." bujuk mas fian
" sally disini aja mas, sally ngak mau merepotkan om dan tante. " ucap ku
" adek, ini ayah dan bunda yang minta. Mereka ngak mau adek terus menerus seperti ini. " ucap mas fian
" tapi mas.... " ucapku
" adek, mas mohon. kita tidak boleh larut dalam kesedihan seperti ini dek, allah tidak suka pada hambanya yang berputus asa." jelas mas fian yang membuatku berpikir sejenak
" baiklah mas, adek akan ikut dengan mas. " jawab ku.
Setelah mengemasi barang-barang ku, kami langsung menuju rumah alisa. Mas fian sudah menitipkan pesantren kepada kyai somad saudara abi dan beliau juga di mintak untuk pindah ke rumah kami agar rumah itu tetap terurus dan mereka tidak perlu ngontrak rumah lagi.
" ya allah kuatkan hati hamba melalui semua ini. Aamiin." batinku
__ADS_1
Kehilangan hal yang berharga tidaklah mudah, akan tetapi bukan berarti kita harus terus menangisinya. Hidup harus tetap berjalan meski sedikit sulit, tapi yakinlah bahwa allah tau kapan kita harus bahagia.
# terimakasih telah membaca