Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 60


__ADS_3

Mas rey sedang sibuk di ruang kerjanya, setelah sholat isya ia langsung fokus dengan leptopnya.


" sebanyak itukah pekerjaan mu, hingga malam pun tak ada waktu untuk ku."


Setelah menunggu beberapa jam mas rey belum juga keluar dari ruang kerjanya, aku memutuskan untuk menghampirinya ke sana.


Tok... Tok....


" mas aku boleh masuk....?" tanya ku dari luar.


" masuk aja sayang, nggak perlu minta izin segala. " ucapnya.


Aku langsung masuk dan memeluknya dengan manja, aku menyandarkan kepala ku di bahunya.


" mas...." sapa ku.


" hmmmm.." jawabnya tanpa menoleh.


" masih lama ya...? "


" nggak kok dikit lagi, ada apa..? "


" mas aku ngantuk tidur yuk.... " rengek ku.


" bentar ya sayang, tanggung nie..."


" tapi aku ngantuk mas..." rengek ku lagi.


Mas rey berbalik menatap ku...


" ngantuk banget...?"


" iya..." jawabku manja.


" ya sudah kamu duluan aja, nanti mas nyusul..."


" nggak mau, maunya sama mas. " ucap ku sambil memanyunkan bibir ku.

__ADS_1


" makhluk apa yang merasuki istri ku ya, kenapa jadi bawel dan manja gini...?"


" ya sudah ayo... "


" gitu donkkk, sally makin sayang deh sama mas. " ucap ku mengecup bibir mas rey sekilas.


Mas rey tampak bingung dengan sikap ku.


" sumpah ini bukan istri gue banget....,"


" mas kenapa bengong...? " ucap ku sambil terus melangkah menuju kamar.


" kamu nggak papa kan sayang..? "


" sally baik-baik aja kok mas, ada apa?" tanya ku.


" nggak ada mas heran aja nggak biasanya kamu manja gini... "


Aku berpikir sejenak mencerna semua yang mas rey, apa yang di katakannya memang benar.


" aku juga nggak tau mas, mau nya dekat mas terus..." aku ku.


" maksud mas..."


" tidak usah di pikirin ayo tidur, udah wuduk kan?"


" udah mas, mas sendiri...? "


" sudah juga sayang.... " ucapnya menarik ku ke dalam pelukannya.


******


" fika, aku mau ngomong penting sama kamu." ucap kak rey setelah tiba di ruangan fika.


" mau ngomong apa kak..? "


" kita keluar aja, jangan di kantor nggak enak sama karyawan yang lain. "

__ADS_1


" baiklah kak."


Kak rian dan fika menuju sebuah cafe yang tak jauh dari kantornya.


" ada apa kak....? " tanya fika setelah sampai di Cafe


" aku harus berani, aku nggak mau kehilangan fika seperti kehilangan sally dulu, hanya karna selalu mengundur waktu. Ya allah lancarkan semua niat baik hambamu ini ya robb...,"


" kak...." ucap fika sambil melambaikan tangan tepat di hadapan kak rian.


" iya ka.., maaf. "


" kak mau ngomong apa....?"


" bismillah..., gini ka. Sebenarnya aku mau menghibah kamu menjadi istri ku, apakah kamu bersedia......? " ucap kak rian setelah mengumpulkan keberanian.


Fika terdiam mendengar penuturan kak rian, dia tidak pernah menyangka kak rian akan mengatakan yang demikian.


" mungkin kamu merasa ragu karna aku mengatakan ini dengan tiba-tiba, maafkan aku fika. Aku bukan laki-laki yang romantis yang bisa merangkai kata dengan majas dan pribahasa yang baik. Aku hanya mencoba mengungkapkan keinginan seperti ini, aku tidak meminta mu menjawabnya sekarang. Itu lah sebabnya aku mengatakannya terlebih dahulu padamu, jika memang kamu menyetujuinya maka aku akan segera menemui mama dan papa mu. " jelas kak rian panjang kali lebar.


" apa kakak serius dengan apa yang kakak katakan...? " tanya fika masih tidak percaya.


" aku tidak main-main dengan kata-kata ku barusan ka, sekarang semua tergantung padamu. " pasrah kak rian.


" ya allah apakah hal yang sama akan terulang lagi...?, akankah penolakan yang akan hamba terima untuk kedua kalinya.


Kuatkan hati hamba menerima keputusan fika nantinya ya robb...."


" kak, jika memang kakak bersungguh- sungguh dengan yang kakak katakan, maka temuilah orang tua fika, minta kebenaran dari mereka.... " jawab fika dengan tenang.


" apa kamu menyetujuinya....? tanya kak rian dengan wajah ceria.


" tentu saja kak, niat kakak baik dan insyaallah fika siap, semoga dengan bersama kakak surga semakin dekat."


" terima kasih, baiklah aku akan menemui orang tua mu besok malam. "


" iya kak, fika tunggu." ucap fika dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


Selamat membaca gaysss... 😄😄😄


__ADS_2