Penantian Suci.

Penantian Suci.
Jangan lupa like, koment, dan vote juga ya gays....


__ADS_3

Tak ada percakapan yang terjadi antara keduanya. Nasya maupun bagas tampak sibuk sendiri.


" apakah harimu menyenangkan...?" tanya bagas yang mulai jenuh dengan keadaan.


" harusnya begitu, tapi semua kacau karna ulahmu." ketus nasya.


" jangan galak-galak nona, kau semakin mirip boneka annabell jika seperti itu." ucap bagas di iringi kekehan.


" apa maksud mu dengan boneka hantu itu. Apa menurutmu aku seburuk itu ha...?" balas nasya dengan nada suara meninggi.


" hahaha...., santai lah nona. Jangan terlalu emosi nanti konsentrasi mu hilang saat presentasi. "


" kau memang menyebalkan, mengapa harus ada makhluk seperti mu di dunia ini. " gerutu nasya.


" menyebalkan namun bikin kangen kan...." goda bagas.


" ciihhh, nggak akan ada yang kangen sama lo. "


" benarkah, apa nona yakin dengan ucapan nona. "


" sudahlah percepat laju mobilnya saya bisa gila bila harus lama-lama semobil dengan mu." akhir nasya.


" saya tidak keberatan jika memang nona harus tergila-gila pada saya. "


" bisakah kau tutup mulut mu. "


" tugasnya untuk bicara nona. "


" ahgg...., dasar makhluk aneh, nyebelin. Pulanglah sekarang saya akan kembali dengan taxi. " ucap nasya setelah keluar dari mobil.


" saya akan menunggumu nona. "


" enyahlah dari hadapan ku manusia menyebalkan..." teriak nasya agar dapat di dengar oleh bagas.


" nona nona...., membuat mu kesal memang sangat menghibur ku. " monolog bagas.


******

__ADS_1


Mas rey sedang sibuk dengan laptopnya, jemarinya terus mengutak atik keyboard di hadapannya, wajah lelah terpancar jelas di mukanya.


" Assalamualaikum mas, aku boleh masuk. " tanya ku dari luar.


" masuk lah sayang, tak perlu meminta izin begitu."


Aku masuk menghampiri mas rey dan meletakkan jus mangga yang sengaja ku buat untuknya.


" minum dulu mas, mas tampak sangat lelah." ucap ku duduk di samping mas rey.


" terima kasih sayang..." balas mas rey mencium tangan ku.


" apa masih banyak....? "


" sudah selesai kok, tinggal menyimpannya saja."


" Oooo, baiklah aku bantuin bibi masak dulu ya mas. " ucap ku bangkit dari duduk ku.


Mas rey menahan ku dan mendudukan ku tepat di pangkuannya.


" biarkan mereka yang melakukannya sayang, tugas mu menemani ku. " balasnya mengecup pipiku.


" kenapa mas jadi manja gini, perasaan aku yang hamil kok mas yang bertingkah aneh."


" mas nggak aneh kok, mas cuma mau di dekat kamu saja. "


" biasanya juga kalau siang mas kerja dan nggak di dekat aku, sekarang kenapa gini. "


" nggak tau sayang, sudahlah jangan bahas itu lagi mas sangat merindukanmu. " ucapnya yang terus menciumi pipi ku.


" sudah donk mas..., jangan cium sally terus. "


" kenapa..." tanyanya heran.


" mas bau..., hahahaha. " ucap ku sambil tertawa.


Mas rey mencium tubuhnya untuk memastikan perkataanku.

__ADS_1


" nggak kok. " balasnya.


" hahahaha, sally bercanda mas..." ucap ku sambil tertawa.


" mulai nakal ya sekarang...." goda mas rey.


" kan mas yang ngajarin... "


" benarkah, apa mas pernah mengajarkan itu padamu."


" hmmm."


" baiklah kamu memang selalu benar. " ucap mas rey menarik hidung ku.


" aduh mas...., sakit." kesal ku.


" ya sudah sini mas cium biar nggak sakit." balasnya mengedipkan mata.


" iiihhh, mas mesum deh. "


" nggak papa mesum sama istri sendiri, daripada mas mesum sama cewek-cewek di luar sana."


" awas aja kalau mas sampai lakuin itu, mas nggak akan pernah liat sally lagi. " ancam ku.


" memangnya kamu mau kemana."


" ya pergi sejauh-jauhnya dari mas, toh mas juga lebih senang dengan mereka. " ucap ku memanyunkan bibirku.


" itu tidak akan pernah terjadi sayang, nggak ada yang bisa gantiin posisi kamu disini. " balas mas rey meletakkan tangan ku tepat di dadanya.


" mas janji...."


" insyaallah sayang.... "


" makasih mas, sally sayang mas... " ucap ku memeluk erat suami tercinta ku.


" mas lebih sayang kamu sal... " akhirnya mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2