
Tak ada percakapan yang terjadi antara keduanya. Nasya maupun bagas tampak sibuk sendiri.
" apakah harimu menyenangkan...?" tanya bagas yang mulai jenuh dengan keadaan.
" harusnya begitu, tapi semua kacau karna ulahmu." ketus nasya.
" jangan galak-galak nona, kau semakin mirip boneka annabell jika seperti itu." ucap bagas di iringi kekehan.
" apa maksud mu dengan boneka hantu itu. Apa menurutmu aku seburuk itu ha...?" balas nasya dengan nada suara meninggi.
" hahaha...., santai lah nona. Jangan terlalu emosi nanti konsentrasi mu hilang saat presentasi. "
" kau memang menyebalkan, mengapa harus ada makhluk seperti mu di dunia ini. " gerutu nasya.
" menyebalkan namun bikin kangen kan...." goda bagas.
" ciihhh, nggak akan ada yang kangen sama lo. "
" benarkah, apa nona yakin dengan ucapan nona. "
" sudahlah percepat laju mobilnya saya bisa gila bila harus lama-lama semobil dengan mu." akhir nasya.
" saya tidak keberatan jika memang nona harus tergila-gila pada saya. "
" bisakah kau tutup mulut mu. "
" tugasnya untuk bicara nona. "
" ahgg...., dasar makhluk aneh, nyebelin. Pulanglah sekarang saya akan kembali dengan taxi. " ucap nasya setelah keluar dari mobil.
" saya akan menunggumu nona. "
" enyahlah dari hadapan ku manusia menyebalkan..." teriak nasya agar dapat di dengar oleh bagas.
" nona nona...., membuat mu kesal memang sangat menghibur ku. " monolog bagas.
******
__ADS_1
Mas rey sedang sibuk dengan laptopnya, jemarinya terus mengutak atik keyboard di hadapannya, wajah lelah terpancar jelas di mukanya.
" Assalamualaikum mas, aku boleh masuk. " tanya ku dari luar.
" masuk lah sayang, tak perlu meminta izin begitu."
Aku masuk menghampiri mas rey dan meletakkan jus mangga yang sengaja ku buat untuknya.
" minum dulu mas, mas tampak sangat lelah." ucap ku duduk di samping mas rey.
" terima kasih sayang..." balas mas rey mencium tangan ku.
" apa masih banyak....? "
" sudah selesai kok, tinggal menyimpannya saja."
" Oooo, baiklah aku bantuin bibi masak dulu ya mas. " ucap ku bangkit dari duduk ku.
Mas rey menahan ku dan mendudukan ku tepat di pangkuannya.
" biarkan mereka yang melakukannya sayang, tugas mu menemani ku. " balasnya mengecup pipiku.
" kenapa mas jadi manja gini, perasaan aku yang hamil kok mas yang bertingkah aneh."
" mas nggak aneh kok, mas cuma mau di dekat kamu saja. "
" biasanya juga kalau siang mas kerja dan nggak di dekat aku, sekarang kenapa gini. "
" nggak tau sayang, sudahlah jangan bahas itu lagi mas sangat merindukanmu. " ucapnya yang terus menciumi pipi ku.
" sudah donk mas..., jangan cium sally terus. "
" kenapa..." tanyanya heran.
" mas bau..., hahahaha. " ucap ku sambil tertawa.
Mas rey mencium tubuhnya untuk memastikan perkataanku.
__ADS_1
" nggak kok. " balasnya.
" hahahaha, sally bercanda mas..." ucap ku sambil tertawa.
" mulai nakal ya sekarang...." goda mas rey.
" kan mas yang ngajarin... "
" benarkah, apa mas pernah mengajarkan itu padamu."
" hmmm."
" baiklah kamu memang selalu benar. " ucap mas rey menarik hidung ku.
" aduh mas...., sakit." kesal ku.
" ya sudah sini mas cium biar nggak sakit." balasnya mengedipkan mata.
" iiihhh, mas mesum deh. "
" nggak papa mesum sama istri sendiri, daripada mas mesum sama cewek-cewek di luar sana."
" awas aja kalau mas sampai lakuin itu, mas nggak akan pernah liat sally lagi. " ancam ku.
" memangnya kamu mau kemana."
" ya pergi sejauh-jauhnya dari mas, toh mas juga lebih senang dengan mereka. " ucap ku memanyunkan bibirku.
" itu tidak akan pernah terjadi sayang, nggak ada yang bisa gantiin posisi kamu disini. " balas mas rey meletakkan tangan ku tepat di dadanya.
" mas janji...."
" insyaallah sayang.... "
" makasih mas, sally sayang mas... " ucap ku memeluk erat suami tercinta ku.
" mas lebih sayang kamu sal... " akhirnya mengeratkan pelukannya.
__ADS_1