
Kak rey juga mas fian langsung menoleh ke sumber suara.
" nasya.." ucap kak rey.
" apa maksud kamu....?" tanya kak rey dengan wajah serius.
" tuan, bukankah tuan dan kedua saudara tuan sudah lama tidak bertemu. Dan tuan juga jauh berubah dari tuan yang dulu bukan. Saya rasa apa yang di katakan tuan fian benar, tuan rian tidak mungkin bisa menerka tindakan tuan apalagi untuk mengantisipasinya seperti yang alex katakan. " jelas nasya.
" lalu....., siapa yang kamu curigai? " tanya kak rey.
" ini baru dugaan saya tuan, dari informasi yang saya dapatkan dia patut untuk di curigai. Tapi saya tidak bisa mengatakannya sekarang, izinkan saya untuk membuktikan kecurigaan saya terlebih dahulu, agar tidak terjadi fitnah. " jelas nasya sambil menunduk.
" baiklah, tapi apa kamu yakin bisa menanganinya sendiri? " tanya kak rey.
" saya tidak sendiri tuan, Bagas juga ikut serta dalam hal ini. "
" baiklah, Bagas memang bisa di andalkan. Selain berbakat dia juga pintar itulah sebabnya saya memilihnya menjadi kepala pengawal. " jelas kak rey.
" nasya apa kamu yakin tidak membutuhkan kami. " tanya mas fian.
" untuk saat ini saya rasa belum tuan, saya takut dia akan mencurigai saya jika melibatkan kalian. " ucap nasya.
" iya mas, nasya benar lebih baik kita terus lakukan pencarian untuk mengalihkan perhatiannya, dan biarkan nasya melanjutkan rencananya dengan bagas." jelas kak rey.
" baiklah, hubungi kami jika kamu membutuhkan bantuan... " ucap mas fian pada nasya.
__ADS_1
" pasti tuan.... "
" baiklah saya permisi tuan. " pamit nasya.
Setelah kepergian nasya mas fian menghubungi mas revan dan kak rian setelah meminta izin pada kak rey. Mas revan dan kak rian memutuskan untuk menyusul mas fian ke rumah kak rey untuk membantu pencarian.
*******
Berhubung sekarang hari libur, nasya memutuskan untuk menemui deni sahabatnya yang tidak lain adalah sahabat kak rey juga. Mereka memutuskan untuk bertemu di cafe tempat mereka biasa nongkrong.
" sorry den, lo udah lama ya?" sapa nasya yang baru datang.
" nggak kok sya, baru setengah jam." balas deni dengan wajah kesal karna kelamaan menunggu.
" sorry banget, gue tadi telat bangun..." aku nasya, yang memang biasanya bangun siang jika hari libur.
" oh ya den, gue ngajak lo ketemu karna gue mau curhat nie..., bolehkah.. " ucap nasya memasang wajah memelas.
" iya gue udah tau, ini bukan yang pertama kali lo ngajak gue ketemu tanpa ilman dan yang lainnya kan. " ucap deni yang memang telah mengenal sahabatnya itu.
" lo memang sahabat gue yang paling ngertiin gue den. " balas nasya.
" sekarang lo mau curhat apa? " tanya deni.
" gini den, seminggu ini gue sibuk banget di kantor di tambah lagi tuan rey nggak pernah masuk kan gue jadi bete." ucap nasya.
__ADS_1
" memang rey kemana? " tanya deni.
" nggak tau, dia cuman bilang ada urusan penting....., palingan juga liburan sama istrinya yang kampungan itu. " terus nasya.
" istri...., rey udah nikah? " tanya deni tak percaya.
" iya dia udah nikah, dan lo tau siapa istrinya.? " tanya nasya.
" siapa.....? " kepo deni.
" wanita aneh, pakaiannya aja kaya orang arab. Belum lagi hijabnya dalam banget tau nggak, kalau gue ma ogah pakai gituan gerah. " ucap nasya dengan kesalnya.
" lo yakin..... " ucap deni.
" iya den...., masa lo nggak tau sih lo kan sering main ke rumah tuan rey. "
" iya sih kemaren pas gue ke sana ada gadis cantik memakai pakaian seperti yang lo maksud, tapi dia bilang dia cuma pelayanan di sana." sambung deni.
" namanya sally bukan?"
" iya namanya sally... "
" nah....., itu dia. "
" apa.... " teriak deni dengan kagetnya.
__ADS_1
Nasya bingung dengan ekspresi sahabatnya, namun senyum manis juga tersamar di wajah cantiknya. 😊😊😊