
Setelah tiba di apartemen nasya, bagas menuntun gadis itu menuju kamarnya dan membaringkan nasya di atas kasur empuknya.
" istirahatlah, kau sudah aman sekarang." ucap bagas berdiri dari duduknya.
" apa kau mau pergi.....?" tanya nasya.
" ya aku akan pulang hari sudah sangat larut, tidurlah semua akan baik-baik saja." tegas bagas.
" bisakah kau menemani ku untuk malam ini saja, aku benar-benar merasa takut..." ucap nasya dengan mata berkaca-kaca.
Bagas mengukir senyum di wajahnya, ia mendekati nasya dan duduk tepat di hadapan gadis itu, ia meraih tangan nasya dan menggenggamnya erat.
" kau sudah aman disini, jangan takut lagi. "
" tidak, aku tidak mau ditinggal." ucap nasya manja.
" ada apa dengan mu, mengapa kau manja sekali..."
" aku...., aku hanya meminta mu untuk tetap disini." elak nasya.
" bodoh....., mengapa aku bersikap manja padanya. "
" baiklah, sekarang tidurlah aku akan menemani mu. " akhir bagas.
" kau mau kemana...?" tanya nasya saat bagas melangkah menjauh darinya.
" aku akan tidur di sofa ruang tamu, dan kau istirahatlah sekarang. "
" di luar dingin, tidur lah di situ. " balas nasya menunjuk sofa yang ada di kamarnya.
" apa kau yakin..." tanya bagas.
" aku percaya pada mu, kau tak mungkin seperti brian kan."
" tentu saja... "
" ya sudah tidurlah di situ... " akhir nasya.
__ADS_1
" baiklah nona. " balas bagas.
******
" ayo oma kejal dimas....., ayo tangkap dimas oma..." teriak dimas yang terus berlari.
" oma lelah sayang, sudah dulu ya mainnya. "
" ahgg...., ayo lah oma kejal dimas lagi. " menarik-narik tangan omanya.
Alisa datang menghampiri putra dan bundanya sambil membawa napan berisi susu dan cemilan ringan lainnya.
" sudah sayang omanya capek tu, sini minum susu dulu...." ucap alisa.
Dimas menghampiri mamanya dan meraih susu yang ada di tangan alisa.
********
Mahreen shafana al mahira.
Gadis kecil yang kini hadir melengkapi keluarga ku dan mas rey, semua keluarga tampak antusias melihat bayi mungil itu, meskipun baru berumur 3 bulan tapi gadis cilik itu sudah jadi rebutan semua orang.
" mbak nisa berikan pada ku." ucap fika.
" bentar donk ka, mbak juga mau gendong." balas mbak nisa.
" mbak...."
" nanti ka...." balas mbak nisa tetap bertahan.
Fika memanyunkan bibirnya. Kak rian dan mas revan tertawa kecil melihat tingkah istri mereka yang seperti anak kecil.
******
Di kantor nasya tampak kebingungan sambil menatap langit-langit ruangannya. Tak lama kemudian bagas masuk dan menghampiri nasya.
" apa yang kamu pikirkan..." tanya bagas duduk di sisi kursi nasya.
__ADS_1
" aku hanya memikirkan nasib hubungan kita mas..." ucap nasya.
" apa yang membuatmu memikirkannya."
" aku takut tuan akan memecat salah satu dari kita, mas tau kan dia tidak pernah setuju kalau...."
" kalau apa....?" tanya seseorang yang tiba-tiba muncul di depan pintu.
Bagas dan nasya berdiri dan langsung menunduk hormat pada pria itu.
" tuan... " ucap nasya gugup.
" selamat siang tuan.... " ucap bagas santai.
Nasya heran melihat ekspresi kekasihnya itu, tak ada rasa takut sedikit pun dari wajah bagas.
Mas rey melangkah mendekati bagas dan nasya.
" aku kesini hanya ingin menanyakan satu hal pada kalian berdua." ucap mas rey.
" a...pa tuan.." balas nasya masih dengan kegugupan.
Mas rey tersenyum melihat ekspresi nasya.
" kapan pernikahan kalian akan di adakan bagas.?" tanya mas rey.
" minggu depan tuan, seperti yang tuan bilang kemarin semua sudah saya urus, tinggal menunggu hari Hnya saja. " jelas bagas.
" jadi tuan sudah mengetahuinya.?" tanya nasya.
" tentu saja nasya, kekasih mu ini sama sekali tak bisa berbohong pada ku." cekikik mas rey.
" jadi tuan menyetujuinya...? " tanya nasya lagi.
" tentu saja, bersiap lah minggu depan kau akan jadi pengantin." akhir mas rey meninggalkan mereka berdua.
Jangan lupa like dan koment ya, insyaallah allah tanggal 4 adalah final Episod,
__ADS_1
Jangan bosan ya nunggu up dari author.