Penantian Suci.

Penantian Suci.
Menemani


__ADS_3

Setelah tiba di apartemen nasya, bagas menuntun gadis itu menuju kamarnya dan membaringkan nasya di atas kasur empuknya.


" istirahatlah, kau sudah aman sekarang." ucap bagas berdiri dari duduknya.


" apa kau mau pergi.....?" tanya nasya.


" ya aku akan pulang hari sudah sangat larut, tidurlah semua akan baik-baik saja." tegas bagas.


" bisakah kau menemani ku untuk malam ini saja, aku benar-benar merasa takut..." ucap nasya dengan mata berkaca-kaca.


Bagas mengukir senyum di wajahnya, ia mendekati nasya dan duduk tepat di hadapan gadis itu, ia meraih tangan nasya dan menggenggamnya erat.


" kau sudah aman disini, jangan takut lagi. "


" tidak, aku tidak mau ditinggal." ucap nasya manja.


" ada apa dengan mu, mengapa kau manja sekali..."


" aku...., aku hanya meminta mu untuk tetap disini." elak nasya.


" bodoh....., mengapa aku bersikap manja padanya. "


" baiklah, sekarang tidurlah aku akan menemani mu. " akhir bagas.


" kau mau kemana...?" tanya nasya saat bagas melangkah menjauh darinya.


" aku akan tidur di sofa ruang tamu, dan kau istirahatlah sekarang. "


" di luar dingin, tidur lah di situ. " balas nasya menunjuk sofa yang ada di kamarnya.


" apa kau yakin..." tanya bagas.


" aku percaya pada mu, kau tak mungkin seperti brian kan."


" tentu saja... "


" ya sudah tidurlah di situ... " akhir nasya.

__ADS_1


" baiklah nona. " balas bagas.


******


" ayo oma kejal dimas....., ayo tangkap dimas oma..." teriak dimas yang terus berlari.


" oma lelah sayang, sudah dulu ya mainnya. "


" ahgg...., ayo lah oma kejal dimas lagi. " menarik-narik tangan omanya.


Alisa datang menghampiri putra dan bundanya sambil membawa napan berisi susu dan cemilan ringan lainnya.


" sudah sayang omanya capek tu, sini minum susu dulu...." ucap alisa.


Dimas menghampiri mamanya dan meraih susu yang ada di tangan alisa.


********


Mahreen shafana al mahira.


Gadis kecil yang kini hadir melengkapi keluarga ku dan mas rey, semua keluarga tampak antusias melihat bayi mungil itu, meskipun baru berumur 3 bulan tapi gadis cilik itu sudah jadi rebutan semua orang.


" mbak nisa berikan pada ku." ucap fika.


" bentar donk ka, mbak juga mau gendong." balas mbak nisa.


" mbak...."


" nanti ka...." balas mbak nisa tetap bertahan.


Fika memanyunkan bibirnya. Kak rian dan mas revan tertawa kecil melihat tingkah istri mereka yang seperti anak kecil.


******


Di kantor nasya tampak kebingungan sambil menatap langit-langit ruangannya. Tak lama kemudian bagas masuk dan menghampiri nasya.


" apa yang kamu pikirkan..." tanya bagas duduk di sisi kursi nasya.

__ADS_1


" aku hanya memikirkan nasib hubungan kita mas..." ucap nasya.


" apa yang membuatmu memikirkannya."


" aku takut tuan akan memecat salah satu dari kita, mas tau kan dia tidak pernah setuju kalau...."


" kalau apa....?" tanya seseorang yang tiba-tiba muncul di depan pintu.


Bagas dan nasya berdiri dan langsung menunduk hormat pada pria itu.


" tuan... " ucap nasya gugup.


" selamat siang tuan.... " ucap bagas santai.


Nasya heran melihat ekspresi kekasihnya itu, tak ada rasa takut sedikit pun dari wajah bagas.


Mas rey melangkah mendekati bagas dan nasya.


" aku kesini hanya ingin menanyakan satu hal pada kalian berdua." ucap mas rey.


" a...pa tuan.." balas nasya masih dengan kegugupan.


Mas rey tersenyum melihat ekspresi nasya.


" kapan pernikahan kalian akan di adakan bagas.?" tanya mas rey.


" minggu depan tuan, seperti yang tuan bilang kemarin semua sudah saya urus, tinggal menunggu hari Hnya saja. " jelas bagas.


" jadi tuan sudah mengetahuinya.?" tanya nasya.


" tentu saja nasya, kekasih mu ini sama sekali tak bisa berbohong pada ku." cekikik mas rey.


" jadi tuan menyetujuinya...? " tanya nasya lagi.


" tentu saja, bersiap lah minggu depan kau akan jadi pengantin." akhir mas rey meninggalkan mereka berdua.


Jangan lupa like dan koment ya, insyaallah allah tanggal 4 adalah final Episod,

__ADS_1


Jangan bosan ya nunggu up dari author.


__ADS_2