Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 57


__ADS_3

" morning sayang....." sapa mas rey.


" pagi juga mas...." jawabku.


" terima kasih banyak...." ucap mas rey memeluk ku dari belakang.


" terima kasih untuk apa....?"


" untuk tadi malam..." balasnya mengeratkan pelukannya.


" mas...., ini dapur lo."


" mas tau, memang kenapa...?"


" mas nanti yang lain liat, lepasin ah.. "


" biarin aja..., toh aku juga meluk istriku."


" mas lepasin, mas tunggu di meja makan ya. " titah ku.


" kiss me.... "


" what.....?" balas ku sambil membulatkan mata.


" please...., kalau tidak aku akan tetap disini meluk kamu. " ancamnya.


" mas kok jadi kayak anak kecil gini sih. "


" lakukan saja..., kalau tidak aku tidak akan pergi. " ucap nya.


Aku menoleh sekelilingku memastikan tidak ada orang yang akan melihatnya.


Cup.....


" sudah..., sana tunggu di meja makan. " ucap ku setelah mengecup pipi mas rey.


" kamu pikir aku anak TK yang baru masuk sekolah... " ucapnya.


" maksud mas..." balas ku memasang raut wajah bingung.


" ciumnya disini,bukan di sini." ucapnya menunjuk bibir dan pipinya bergantian.

__ADS_1


Aku membulatkan mata ku mendengar ucapannya.


" mas jangan aneh-aneh deh.... " ucap ku.


" mas nggak aneh-aneh kok, kamunya aja yang aneh."


" lah kok jadi aku..., udah ah pergi sana. " ucap ku.


" cium dulu...."


" mas...," ucap ku menatapnya tajam.


" iya iya, mas pergi sekarang..." ucapnya pasrah.


" nah gitu donkk, " balas ku tersenyum manis.


Cup..


Mas rey mencium bibir ku sekilas dan berlari meninggalkan dapur. Aku hanya bisa mengelengkan kepala melihat tingkahnya yang sangat menyebalkan bagi ku, tapi aku juga senang mas rey telah banyak berubah.


Setelah selesai sarapan kami berbincang santai di balkon kamar, karna hari ini akhir pekan jadi suami ku tidak pergi kekantor.


Mas rey mengangkat kedua tanganku dan meletakkan kepalanya di pangkuanku.


" mau lebih santai aja..." balasnya asal.


" ya sudah..., aku pijitin ya biar lebih rilex."


" oke sayang....,"


******


Kak rian senyum-senyum sendiri sambil menikmati suasana pagi. Mungkin dia sedang senang sekarang sampai senyum-senyum sendiri....😅😅


" kenapa aku terus memikirkannya...," ucap kak rian dan terus tersenyum.


" ahgg...., fika fika kau membuat ku gila." lanjutnya.


Di kamar yang berbeda fika sedang sibuk dengan ponselnya.


" hallo sal, aku benar-benar kangen sama kamu..., kamu kapan kesini? " ucap fika manja.

__ADS_1


" iya ka, aku juga kangen sama kamu..." balas ku.


" oh ya sal, fikri sudah nggak ganggu kamu lagi kan." ucap fika tiba-tiba.


" kamu tau dari mana..?"


" kak rian udah cerita semua sal, kok kamu nggak cerita sih sama aku... " ucap fika sedih.


" aku nggak mau kamu khawatir ka, itu aja kok. "


" aku akan lebih khawatir jika kamu nggak pernah hubungi aku.. " balasnya.


" iya, aku minta maaf ya. Oh ya apa kamu masih punya perasaan sama fikri ka? "


" nggak lah sal, aku udah lama lupain dia..."


" benarkah, lalu siapa laki-laki yang ada di hatimu sekarang.... " kepo ku.


" apaan sih sal, sekarang aku mau fokus sama kerjaan aja, belum kepikiran untuk itu. "


" jadi kamu udah bekerja di kantor papamu..."


" nggak sal, aku kerja di kantor kak rian,"


" benarkah... "


" iya sal, kak rian minta aku bekerja disana. "


" Oooo, begitu. "


" iya sal.... "


" sayang......, udah belum? " teriak mas rey.


" iya mas, bentar..."


" udah sana, suami kamu udah manggil tu. " sambung fika.


" iya ka, aku tutup dulu ya assalamualaikum... "


" Waalaikumsalam... " balas fika.

__ADS_1


😅😅😅 Selamat membaca gays...


__ADS_2