Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 27


__ADS_3

" Assalamualaikum." salam seseorang dari luar.


" Waalaikumsalam," jawabku menuju ke arah pintu.


" fika, ayo masuk." ucapku begitu mengetahui siapa yang datang.


" iya sal," jawab fika melangkah masuk.


" siapa yang datang sayang? " tanya bunda yang sedang menuruni anak tangga.


" fika bunda," ucapku.


Fika hanya diam melihat bunda yang datang menghampiri kami.


" kenapa berdiri aja, duduk nak fika." ucap bunda dan duduk di sofa tamu.


" iya tan." jawab fika singkat.


" tan, maafin fika. fika tau kalau fika banyak salah sama tante dan keluarga. fika sungguh sangat bodoh dan terlalu menyalahkan sally padahal semua sudah di atur sama allah. maafkan fika tante."


" nak fika, tante mengerti. sudahlah jangan di perpanjang lagi. tante udah maafin kamu kok. " jawab bunda tersenyum ikhlas.


" terima kasih tan, " jawab fika.


*****


Alisa sedang duduk di balkon kamar mereka, memandangi keindahan langit malam yang di penuhi sang bintang.


" adek, kenapa belum tidur? " tanya mas fian yang baru masuk ke kamar.


" belum ngantuk aja mas," jawab alisa tanpa memalingkan wajahnya dari langit.


Mas fian mendekati alisa dan memeluknya dari belakang.


" langitnya indah ya dek," ucap mas fian.

__ADS_1


" iya mas, banyak bintangnya lagi." sahut alisa.


" tapi tetap aja, istri mas lebih indah dari segalanya." goda mas fian yang membuat wajah alisa memerah.


" mas apaan sih, gombal mulu." keluh alisa.


" apa salahnya, gombalin istri itu sunnah dek." tegas mas fian sambil cekikikan.


" tau ah, mas aneh." Jawab alisa sambil memanyunkan bibirnya.


" jangan dimanyunin bibirnya dek." ucap mas fian.


" emang kenapa." polos alisa.


" gemasin, ntar mas makan mau." goda mas fian sambil mengedipkan sebelah matanya.


" iihhh, mas mesum deh. Udah ah adek mau tidur. " akhir alisa dan melangkah meninggalkan mas fian.


******


" siska, apakah berkas meeting pagi ini sudah selesai? " tanyaku pada siska staf kepercayaanku.


" sudah buk, semua sudah selesai." ucapnya sopan.


" baiklah kamu ikut saya ya, kita berangkat sekarang." tegas ku.


" baik buk." jawab siska dan mengikuti ku dari belakang.


Di tempat lain rian sedang menunggu seseorang di sebuah cafe, rian duduk bersama sekretarisnya, serta dua bangku kosong di depan mereka.


" Assalamualaikum, maaf pak telah membuat bapak menunggu." ucap ku setelah tiba di cafe yang di tuju.


" Waalaikumsalam, sally." ucap kak rian yang membuat ku langsung melihat sekilas pada sumber suara.


" ehh, kak rian. Jadi rekan bisnisnya kak rian?" tanya ku sedikit tak percaya.

__ADS_1


" iya sal, kamu apa kabar? " tanya kak rian.


" Alhamdulillah baik kak, baiklah kak kita langsung mulai aja meetingnya." ajak ku.


" baiklah," sahut kak rian.


Setelah selesai meeting, kak rian menawarkan untuk makan pagi bersama. Karna kebetulan juga aku dan siska belum makan kami menyetujuinya.


" oh ya sal, kamu tinggal di rumah alisa sekarang? " tanya kak rian setelah menghabiskan makanannya.


" iya kak, aku tinggal bersama ayah dan bunda." jawab ku singkat tanpa melihat kak rian.


" Ooo gitu," ucap kak rian.


" iya kak." jawab ku.


" Oh ya sal, alisa apa kabar, Aku dengar dia udah nikah ya? " tanya kak rian.


" iya kak, alisa udah nikah sama mas aku. "


" Ooo gitu, baguslah." ucap kak rian.


" bagus kenapa kak? " tanya ku heran.


" haa, itu sal. Hmmm ya bagus aja." gugup kak rian.


" hehehe kak..kak, lucu banget deh. " ucapku tertawa kecil.


" baiklah kak, kami pamit dulu. Assalamualaikum. " akhir ku.


" Waalaikumsalam. " jawab kak rian dan sekretarisnya bersamaan.


" jadi itu yang namanya sally, pantas saja pak rian begitu mengaguminya. Lelaki mana yang nggak mengharapkan wanita cantik, pintar dan sholehah lagi. Aku doain yang terbaik buat anda pak, semoga kalian berjodoh." batin sekretaris kak rian.


# jangan lupa like dan komen ya sahabat, sertakan juga votenya biar lebih semangat lagi upnya.

__ADS_1


__ADS_2