
Mas rey sangat kesal dengan nasya, kesannya nasya sengaja membuat ia malu di depan ku.
" dasar sekretaris amatir..., awas saja aku akan memberi kamu pelajaran begitu sally sudah tak disini." monolognya.
Di sisi lain tawa kami terus memenuhi ruangan nasya..., namun tiba-tiba raut wajah nasya berubah menjadi orang kebingungan.
" ada apa sya.....? " tanya ku.
" maaf nyonya apa tuan tidak akan marah jika kita menggunjingkannya..? " tanya nasya balik.
" tidak hanya marah nasya.., bahkan aku ingin sekali menendangmu jauh-jauh dari sini." batin mas rey di ruangannya.
" kamu tenang aja sya, aku akan bilang sama mas rey untuk tidak marahin kamu... " balas ku.
" tetap saja nyonya, tuan pasti akan menghukum ku tanpa se pengetahuanmu...., ahgggg.... Bagaimana ini. "
Waktu telah menunjukkan pukul 12:30 siang. Aku kembali ke ruangan mas rey untuk mengajaknya makan siang.
" Assalamualaikum mas. " salam ku setelah sampai di ruangan mas rey.
" Waalaikumsalam sayang..., ada apa.? " tanya mas rey.
" mas makan siang dulu yok...." ucap ku manja sambil mendekati meja mas rey.
Mas rey tersenyum dan menarik ku hingga terduduk di pangkuannya.
" mas apa-apaan sih....." ucap ku mencoba Melepaskan diri.
Mas rey tak bergeming ia malah mengeratkan dekapannya.
__ADS_1
" biarkan seperti ini sayang...., mas rindu kamu." ucap mas rey membenamkan wajahnya di bahuku.
" mas lebay deh, aku dari tadi kan disini... "
" iya kamu memang ada di kantor ini, tapi tidak di ruangan mas." sindirnya.
" mas kok bilang gitu sih, aku kan udah minta izin tadi.... " ucap ku sambil memanyunkan bibirku.
" memang benarkan, orang dari tadi kamu sibuk sama nasya..... " balasnya.
" tau ah, mas nggak asik..." ucap ku hendak turun dari pangkuan mas rey.
" mau kemana? " tanyanya.
" pulang...., lepasin sally mas.. " ketus ku.
" nggak jadi makan siangnya.....? "
Banyak karyawan yang memperhatian kami entah apa yang mereka pikirkan aku juga tak tau pasti.
" sayang tunggu.... " ucap mas rey terus mengejar ku.
Aku tak menghiraukannya sama sekali dan malah mempercepat langkah ku, namun mas rey mempercepat langkahnya hingga ia bisa menghentikan ku.
" sayang...., mas minta maaf ya." ucapnya sambil menahan tangan ku.
" tau ah mas, sally mau pulang aja." ucap ku yang sudah berlinang air mata.
" sayang jangan nangis gini donk.. , mas minta maaf mas salah." balas mas rey sambil mengusap lembut pipiku.
__ADS_1
" mas jangan bentak sally lagi ya... " ucap ku manja.
" iya sayang maafin mas ya.... "
" iya mas..., yok makan siang.." ajak ku.
" lapar lagi..., katanya udah kenyang.?" tanyanya di iringi tawa renyahnya.
" mas mulai lagi...." ucap ku memanyunkan bibir ku.
" nggak sayang ayo..... " akhirnya menarik tangan ku lembut.
" kok istriku jadi sensitif gini sih......, biasanya juga cuek, tapi sekarang malah manja banget. Hehehe, Tapi mas suka sifat manja kamu sayang...."
*******
Fika sedang mempresentasi idenya dengan sangat baik, banyak mata yang menatapnya dengan tatapan yang membuatnya tidak nyaman terutama rekan laki-lakinya.
Kak rian yang menyadari tatapan rekan-rekannya mulai kesal.
" dasar laki-laki mata keranjang liat yang mulus aja dikit langsung jelalatan......"
Kak rian menyumpah serapah rekan-rekannya dalam hati, ia sangat geram melihat kelakuan mereka.
" kalau bukan karna rekan bisnis, udah ku congkel tu mata satu-satu, tau gini aku nggak bakalan minta fika untuk mempresentasikannya. "
Hai hai hai....., apa kabar semua...?
Semoga selalu dalam lindungan allah ya, maaf kalau author jarang up, mata author masih sakit, doain ya biar cepat sembuh.
__ADS_1
Terima kasih 😅😅😅