Penantian Suci.

Penantian Suci.
Bab. 59


__ADS_3

Mas rey sangat kesal dengan nasya, kesannya nasya sengaja membuat ia malu di depan ku.


" dasar sekretaris amatir..., awas saja aku akan memberi kamu pelajaran begitu sally sudah tak disini." monolognya.


Di sisi lain tawa kami terus memenuhi ruangan nasya..., namun tiba-tiba raut wajah nasya berubah menjadi orang kebingungan.


" ada apa sya.....? " tanya ku.


" maaf nyonya apa tuan tidak akan marah jika kita menggunjingkannya..? " tanya nasya balik.


" tidak hanya marah nasya.., bahkan aku ingin sekali menendangmu jauh-jauh dari sini." batin mas rey di ruangannya.


" kamu tenang aja sya, aku akan bilang sama mas rey untuk tidak marahin kamu... " balas ku.


" tetap saja nyonya, tuan pasti akan menghukum ku tanpa se pengetahuanmu...., ahgggg.... Bagaimana ini. "


Waktu telah menunjukkan pukul 12:30 siang. Aku kembali ke ruangan mas rey untuk mengajaknya makan siang.


" Assalamualaikum mas. " salam ku setelah sampai di ruangan mas rey.


" Waalaikumsalam sayang..., ada apa.? " tanya mas rey.


" mas makan siang dulu yok...." ucap ku manja sambil mendekati meja mas rey.


Mas rey tersenyum dan menarik ku hingga terduduk di pangkuannya.


" mas apa-apaan sih....." ucap ku mencoba Melepaskan diri.


Mas rey tak bergeming ia malah mengeratkan dekapannya.

__ADS_1


" biarkan seperti ini sayang...., mas rindu kamu." ucap mas rey membenamkan wajahnya di bahuku.


" mas lebay deh, aku dari tadi kan disini... "


" iya kamu memang ada di kantor ini, tapi tidak di ruangan mas." sindirnya.


" mas kok bilang gitu sih, aku kan udah minta izin tadi.... " ucap ku sambil memanyunkan bibirku.


" memang benarkan, orang dari tadi kamu sibuk sama nasya..... " balasnya.


" tau ah, mas nggak asik..." ucap ku hendak turun dari pangkuan mas rey.


" mau kemana? " tanyanya.


" pulang...., lepasin sally mas.. " ketus ku.


" nggak jadi makan siangnya.....? "


Banyak karyawan yang memperhatian kami entah apa yang mereka pikirkan aku juga tak tau pasti.


" sayang tunggu.... " ucap mas rey terus mengejar ku.


Aku tak menghiraukannya sama sekali dan malah mempercepat langkah ku, namun mas rey mempercepat langkahnya hingga ia bisa menghentikan ku.


" sayang...., mas minta maaf ya." ucapnya sambil menahan tangan ku.


" tau ah mas, sally mau pulang aja." ucap ku yang sudah berlinang air mata.


" sayang jangan nangis gini donk.. , mas minta maaf mas salah." balas mas rey sambil mengusap lembut pipiku.

__ADS_1


" mas jangan bentak sally lagi ya... " ucap ku manja.


" iya sayang maafin mas ya.... "


" iya mas..., yok makan siang.." ajak ku.


" lapar lagi..., katanya udah kenyang.?" tanyanya di iringi tawa renyahnya.


" mas mulai lagi...." ucap ku memanyunkan bibir ku.


" nggak sayang ayo..... " akhirnya menarik tangan ku lembut.


" kok istriku jadi sensitif gini sih......, biasanya juga cuek, tapi sekarang malah manja banget. Hehehe, Tapi mas suka sifat manja kamu sayang...."


*******


Fika sedang mempresentasi idenya dengan sangat baik, banyak mata yang menatapnya dengan tatapan yang membuatnya tidak nyaman terutama rekan laki-lakinya.


Kak rian yang menyadari tatapan rekan-rekannya mulai kesal.


" dasar laki-laki mata keranjang liat yang mulus aja dikit langsung jelalatan......"


Kak rian menyumpah serapah rekan-rekannya dalam hati, ia sangat geram melihat kelakuan mereka.


" kalau bukan karna rekan bisnis, udah ku congkel tu mata satu-satu, tau gini aku nggak bakalan minta fika untuk mempresentasikannya. "


Hai hai hai....., apa kabar semua...?


Semoga selalu dalam lindungan allah ya, maaf kalau author jarang up, mata author masih sakit, doain ya biar cepat sembuh.

__ADS_1


Terima kasih 😅😅😅


__ADS_2