
" hahahaha, bro.... bro..., hubungan lo dan sally hanya sebatas asisten dan majikan tapi gaya lo udah kayak seorang suami. Dasar aneh...." ucap deni di iringi tawa renyahnya.
" maksud lo apa?" teriak kak rey.
" sudahlah tuan lebih baik lanjutkan makannya." ucap ku
Kak rey hanya diam dan melanjutkan sarapannya, sedangkan deni masih setia dengan tawanya itu.
*******
Ting....
Sebuah pesan video dari nomer tak di kenal masuk ke ponsel kak rian. Kak rian membuka pesannya dan memutar video tsb.
" apa-apaan ini....." ucap kak rian dengan kesalnya.
Ting....
**Bagaimana dengan videonya...., pemandangan yang menyenangkan bukan.
Kak rey aku tau ini kakak. Apa maksud kakak mengirim semua ini?????
Lo memang adik gue yang paling pintar rian..., tapi sayangnya kepintaran lo tak bisa melindungi orang yang lo sayangi. Sangat tidak berguna.......
Kak bisa kita bertemu????
Gue nggak ada waktu**...
" aghhh......, mengapa kak rey harus menyakiti sally...., maafkan aku sal, ini semua gara-gara aku." monolog kak rian menyalahkan diri sendiri.
I am sorry but.....
Dering ponselku yang membuat ku segera meraih dan mengangkatnya.
" Assalamualaikum...." salam ku.
" Waalaikumsalam, maaf sally mengganggu siang-siang begini....., Ini aku rian. " ucap kak rian.
" iya tidak masalah kak, tapi dari mana kakak dapet nomerku." tanya ku yang memang tidak mempunyai kontak kak rian.
__ADS_1
" dari fika sal....."
" Oooo fika, ada masalah apa kakak menghubungi ku? " tanya ku.
" nggak ada sal, aku cuma mau tau kabar kamu saja, apa kamu baik-baik saja? " tanya kak rian.
" alhamdulillah aku baik-baik saja kak."
" syukurlah......" ucapnya.
" maaf kak aku tutup dulu ya, mau sholat dulu. Assalamualaikum....." akhirku.
" Waalaikumsalam... "
******
" Ahhgggg......, berani-beraninya dia nelpon istri gue." amuk kak rey di kantornya.
Kak rey sudah pasti tau semua kegiataanku, selain memasang cctv di setiap sudut rumah ini dia juga sudah menyadap ponsel ku tanpa aku sadari.
" halo nasya..., datang keruangan gue sekarang. " perintah kak rey.
Nasya meninggalkan ruangannya menuju ruangan kak rey. Tiba didepan ruangan kak rey, nasya langsung mengetuk pintu dan masuk setelah di persilahkan.
" ada apa tuan?" tanya nasya.
" nasya, batalkan semua jadwal saya hari ini. saya akan pulang sekarang..." ucap kak rey.
" baiklah tuan." jawab nasya sambil tersenyum.
" kenapa kamu tersenyum, apa ada yang lucu.? " tanya kak rey.
" bukan begitu tuan, maaf sebelumnya..., tadi saya tidak sengaja mendengar perkataan tuan tentang orang yang berani menelepon nyonya sally, dan saya rasa keputusan ini berhubungan dengannya." jelas nasya yang masih terus tersenyum melihat tingkah atasannya.
" apanya yang salah? " tanya kak rey.
" tidak tuan, saya tidak menyangka tuan berubah sejauh ini setelah kedatangan nyonya sally, karna sebelumnya tuan tidak pernah peduli dengan wanita kan." ucap nasya yang memang tau banyak tentang atasannya itu.
" terserah kamu... " ucap kak rey meninggalkan ruangannya.
__ADS_1
Nasya hanya tersenyum menatap kepergian atasannya itu.
" tuan tuan, sedalam itu kah cinta anda pada nyonya hingga membuat anda berubah jauh...., semoga tuan dan nyonya selalu bahagia..., aamiin." batin nasya.
********
" Sally..... Sally.......," teriak kak rey setelah sampai di rumah.
" ada apa kak..." ucap ku berlari kecil menghampiri kak rey.
" ikut gue sekarang... " pinta kak rey menarik tanganku menaiki tangga.
Setelah sampai di ruang kerjanya kak rey menatap ku dengan tatapan yang tidak bisa ku artikan.
" katakan padaku siapa saja yang menelponmu hari ini. ? " tanya kak rey dengan tatapan mematikan.
" hanya kak rian yang menelepon ku hari ini kak." jawab ku menunduk..., aku sungguh tak mampu menatap wajah kak rey.
" apa yang dia katakan padamu.....?"
" dia hanya bertanya kabar ku.... "
" ternyata dia jujur...." batin kak rey di iringi senyuman.
" baiklah mana ponselmu...." ucapnya.
Aku mengeluarkan ponselku dan memberikannya.
" mulai sekarang gue yang akan memegang ponsel ini, gue nggak mau kamu berhubungan dengannya, atau laki-laki mana pun kecuali mas fian dan ayah." ucapnya.
" tapi kak, bagaimana kalau mas fian atau bunda nelpon saat kakak tidak di rumah....?" tanya ku.
" ya kamu tunggu saja sampai aku pulang. " jawabnya.
" tapi kak.... "
" sudahlah, gue mau mandi dulu..... " ucap kak rey berlalu meninggalkan ku.
" umi....., sally rindu umi, sally benar-benar butuh umi saat ini mi.... " batin ku di iringi derayan air mata.
__ADS_1
" kak kenapa kakak sekejam ini pada ku, apa salah ku kak....?" tangis ku.