
Sebulan sudah kak rian mencoba menghubungi ku namun tidak pernah ada jawaban, selama itu juga aku merasa di batasi untuk berkomunikasi dengan keluarga ku. Bagiku apa yang di lakukan kak rey saat ini ada hal yang tidak adil, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa.
" bi dimana sally, gue belum pernah melihat pagi ini?" Tanya kak rey.
" di kamarnya tuan..." jawab bi inah.
" apa dia sakit....? Tidak biasanya seperti ini?"
" tuan..., apakah tuan tidak terlalu keras dengan nyonya."
" maksud bibi apa?"
" saya rasa nyonya sally merasa tertekan dengan semua peraturan tuan, saya minta maaf tuan hati seorang wanita itu sangat sensitif tuan, dia memang terlihat kuat dari luar tapi tidak dari dalam tuan. " jelas bi inah.
Kak rey terdiam mendengar penuturan bi inah, ia tampak berfikir dan membenarkan apa yang bi inah katakan.
" bibi benar, baiklah bi gue ke atas dulu. " ucap kak rey.
" baiklah tuan. "
Tok.... Tok......
" sally buka pintunya. " ucap kak rey
Aku berjalan mendekati pintu dan membukanya.
" ada apa kak?" tanya ku.
__ADS_1
Kak rey menatapku dan tersenyum, entah apa yang membuatnya tersenyum selebar itu. Padahal selama ini dia selalu cuek dan jutek padaku.
" mengapa kakak menatap aku seperti itu?" tanya ku.
" dimana hijab mu, mengapa kau tidak memakainya? " tanyanya.
Aku meraba kepala ku, ternyata benar aku tak memakai hijab. Mungkin karna terlalu banyak melamun hingga melupakan ku akan itu.
" maaf kak, aku lupa tunggu sebentar...." ucapku berbalik hendak mengambil hijabku.
Namun langkah ku terhenti saat kak rey menarik tanganku.
" tidak perlu, gue nie suami kamu...., nggak masalahkan jika gue melihat rambutmu yang indah itu." ucap kak rey dengan senyuman.
" baiklah, kakak ngapain ke sini?". Tanya ku.
" bukan begitu kak, aku.... "
" sal, apa aku menyakiti mu? " tanya kak rey.
" maksud kakak apa? " tanya ku tidak mengerti.
" apa kau membenci ku. " tanyanya lagi.
" kak, kamu itu suami aku mana mungkin aku membenci suamiku sendiri, itu tidak mencerminkan seorang istri yang sholehah. " ucap ku.
" setelah semua yang aku lakukan kau tidak membenciku....?" tanya nya lagi.
__ADS_1
" kak, membenci itu tidak membawa manfaat apa-apa, hal itu hanya akan membuat kita jauh dari orang-orang di sekitar kita, membuat kita kehilangan kebahagiaan dan ketenangan dalam hati kita, benci itu hanya akan memupuk dendam dalam hati. Dan allah sangat tidak suka pada hambanya yang memiliki rasa dendam dalam dirinya. " jelas ku sambil tersenyum.
Kak rey terdiam mendengar semua yang ku katakan.
" sal, maafin gue? " kata yang keluar dari mulutnya, yang membuat ku mengukir senyuman di wajahku.
" gue banyak salah sama lo sal, gue selalu nyakitin lo dan berbuat seenaknya tanpa memikirkan perasaan lo. Maafin gue sal." ucap kak rey sambil menggenggam tangan ku.
" kak, aku udah maafin kakak jauh sebelum kakak memintanya..., karna aku tau kakak itu orang yang baik. Dan semua tindakan kakak selama ini hanya untuk menutupi sifat asli kakak kan...? " ucap ku sambil tertawa kecil.
" hhmmmm, dari mana kamu tau sifat asliku? " tanyanya.
" dari hatiku, hatiku mengatakan kalau kakak orang baik. " ucap ku.
" apa kau sedang menggoda ku? " ucapnya.
" tidak, aku hanya mengatakan apa yang harus ku katakan."
" baiklah, terserah padamu. Aku berangkat kerja dulu ya...." ucap kak rey sambil berdiri dari duduknya.
Aku mengantar kak rey sampai pintu kamarku dan mencium punggung tangannya, kak rey mendekat dan mengecup kening ku sekilas dan berlalu pergi.
" gue pergi dulu, assalamualaikum.. " salamnya.
" waalaikumsalam." ucap ku dengan senyuman.
" ya allah apa ini mimpi." monolog ku sambil menangkupkan kedua tanganku di pipiku.
__ADS_1
# selamat membaca, terima kasih telah sabar menunggu up dari ku😅😅😅