
Kak rey hanya mengaduk makanan yang di hadapannya, Mas fian dan mas revan pun
saling menatap satu sama lain melihat kak rey yang tak kunjung menyantap makanannya.
" rey makanlah sedikit, ini tidak baik untuk kesehatan kamu.." ucap mas revan.
" aku nggak selera.." jawab kak rey.
Kak rey sudah mulai melupakan dendamnya pada kedua saudaranya itu, meskipun belum sepenuhnya tapi itu sudah sangat berarti bagi mas revan dan kak rian.
" kak, mas revan benar kakak butuh tenaga lebih untuk mencari keberadaan sally kan..." sambung kak rian.
Kak rey sama sekali tidak menghiraukannya, dia tetap diam tanpa menyuap sesendok pun.
" apa saya buatkan saja masakan yang biasa nyonya buat..., mudah-mudahan tuan mau memakannya..... "
Beberapa menit kemudian bi inah datang membawa sup ayam yang sama persis dengan buatan ku, bi inah sudah pasti bisa membuatnya karna setiap aku memasak untuk kak rey dia pasti membantu.
" tuan...., saya bawakan sup ayam, makanlah walau hanya sedikit. " ucap bi inah.
Kak rey mencium bau yang sedap dari sup ayam di hadapannya hal itu mengingatkannya akan sang istri yang saat ini ia rindukan.
" apa dia mengajari bibi....?" tanya kak rey.
" iya tuan, saya belajar dari nyonya. Nyonya pernah berpesan pada saya kalau tuan tidak mau makan maka masakan sup ayam ini." jelas bi inah.
__ADS_1
" terima kasih bi...." ucap kak rey.
Kak rey menyantap sup ayam itu dengan lahapnya, sedangkan alisa dan yang lainnya hanya tersenyum melihat sikap kak rey.
" apa kau begitu mencintainya kak, sehingga aroma masakannya saja bisa mengembalikan mood mu. Aku salah menilai mu selama ini ternyata cintamu padanya melebihi cintaku untuknya."
*******
" ilman segera siapkan tiket ke Amerika, saya akan membawa sally besok. "
" baiklah jika itu yang lo inginkan. "
" apa ada yang mencurigai mu? "
" saya beruntung sekali mempunyai sepupu seperti mu. "
" tentu saja... " balas ilman dengan bangga.
" baiklah kita ke apartemen sekarang, aku sangat merindukannya. "
" baiklah... "
Mereka pun meninggalkan cafe tersebut dan melajukan mobilnya menuju apartemen tempat mereka menyembunyikan ku.
Setelah sampai di apartemen ilman masuk bersama seorang laki-laki. Aku tidak tau dia siapa, ia menutup wajahnya dengan masker dan juga memakai kaca mata hitam serta topi membuat dirinya sulit untuk di kenali.
__ADS_1
" ilman lepaskan aku....., aku mohon." ucap ku
" sally gue nggak mau membentak lo apalagi nyakitin lo, jadi tolong jangan buat gue marah." balas ilman.
" man, apa salah ku padamu....?" tanya ku dengan linangan air mata.
" lo atau pun rey nggak bersalah sama sekali, gue akui lo dan rey adalah orang terbaik yang pernah gue kenal. Tapi gue lakuin ini semua demi seseorang yang sangat berarti buat gue...," jelas ilman.
" dan gue udah beli tiket ke Amerika besok jam 8 gue jemput lo..., ingat sal gue nggak suka kata terlambat, jadi on time lah. " pinta ilman.
" Amerika...?, apa maksud kamu??? " tanya ku.
" kau akan tinggal disana selanjutnya, dan kau akan hidup bahagia disana. "
" kamu nggak bisa lakuin ini man, aku punya keluarga, aku punya suami yang menjadi tanggung jawabku... "
" gue tau lo istrinya rey, dan lo nggak perlu bertanggung jawab atas hal itu..., karna dia tidak pernah mencintai lo sal, sampai kapan lo akan menutup mata lo masih banyak orang yang bisa mencintai lo lebih dari dia, untuk apa lo bertahan sama es balok seperti rey. " jelas ilman yang mulai emosi.
" karna aku mencintai suamiku, bagaimana pun dia aku akan tetap mencintainya. " balas ku tak kalah emosi.
" beraninya lo bentak gue... " ucap ilman mengangkat tangannya hendak memukul ku, namun di tahan oleh laki-laki misterius di sampingnya.
" jangan pernah sakiti dia man... " bisik laki-laki itu yang terdengar samar di telinga ku.
" sepertinya aku pernah mendengar suara ini..., tapi siapa ya?????".
__ADS_1