Pencopet Cantik

Pencopet Cantik
Asisten pribadi


__ADS_3

Rania keluar dan kembali ke lantai bawah. Dia mengganti bajunya dan bersiap untuk pulang. Hari sudah sore dan Tomi juga tidak lagi memanggilnya.


Baru beberapa langkah dia berjalan keluar, Seseorang berseragam lengkap dan rapi memanggilnya. Rania yakin jika ini adalah salah satu anak buah Tomi.


"Maaf Nona, tuan Tomi memanggil anda dan saat ini menunggu anda di ruangannya." ucap pria tersebut.


Rania kembali mengutuk di dalam hatinya, baru saja dia akan terbebas dari Tomi tapi kini Tomi memanggilnya kembali.


Rania mengikuti anak buah Tomi untuk naik ke atas dan menemui boss nya.


'Kau, mulai besok kau tidak lagi menjadi OB, aku akan mengangkat mu menjadi asisten pribadi ku yang akan mengurus semua kebutuhan ku., Paham!!!" ucap Tomi.


Rania hanya mengangguk setuju. Namun Tomi tidak puas dengan jawabannya. "Kenapa kau diam, Apa kau tidak punya mulut untuk menjawab?" ucap Tomi datar namun sangat menusuk di hati Rania.


"Paham, Pak." ucap Rania kuat.


"Jangan panggil aku bapak, aku bukan bapak mu." ucap Tomi.


Entah mengapa dia merasa risih saat Rania memanggilnya Pak, padahal semua karyawan juga memanggilnya dengan sebutan yang sama.


Jika tidak memanggil bapak, lalu kau mau aku panggil apa? Om? uncle atau oppa? ucap Rania dalam hati.

__ADS_1


"Panggil aku Boss." ucap Tomi lagi.


"Baik, pak. Eh...Baik Boss." jawab Rania.


"Mulai besok, jangan gunakan seragam itu lagi, kau harus bisa menyesuaikan pakaian mu sebagia asisten seorang CEO. Jangan membuat ku malu."


Kau pikir aku tidak tahu mode, kau salah pak, aku sangat perfect dan modis.


"Sekarang kau boleh pulang, nanti malam datang ke apartemenku, Ini alamatnya." Tomi melempar kartu namanya.


"Ke apartemennya, Boss?? untuk apa??? protes Rania dengan cepat.


"Hilangkan pikiran kotor mu itu, kau hanya anak kecil, tubuh mu kurus dan dada mu juga kecil, tidak sesuai dengan selera ku." ucap Tomi.


"Lalu untuk apa boss?" tanya Rania yang mendadak menjadi **** dan tak bisa berpikir.


"Tentu saja untuk membersihkan apartemen ku, kau pikir untuk apa lagi." ucap Tomi datar namun sangat pedas.


Itu mulut atau cabe, kalau bicara tidak pernah enak, selalu pedas dan berbisa. ucap Rania pelan.


...----------------...

__ADS_1


Rania telah bersiap berangkat menuju apartemen Tomi. Dia menggunakan kemeja dan celana panjang. Sedikit tomboy tapi terlihat manis dan cocok, dengan jiwanya yang agak tomboy.


Malam ini Rania memilih untuk naik taksi. Kejadian kemaren membuatnya lebih waspada. Apalagi ini malam hari.


Taksi melaju cepat dan tiba di tujuan. Rania turun dan membayar taksinya. Masuk melangkah ke arah gedung bertingkat tinggi yang sangat mewah. Kawasan perumahan elite yang sangat cocok dengan Tomi yang notabene seorang CEO.


Dia masuk ke dalam lift dan menekan nya menuju lantai lima belas, dimana apartment Tomi berada.


Rania keluar setelah lift terbuka, dan dia Berjalan menuju kamar nomor 15 sesuai dengan nomor kamar sesuai kartu nama di tangannya. Ditekannya bel dan tak lama pintu pun terbuka.


Tomi keluar membuka pintu dengan pakaian santai, kaos dan celana pendek. Sangat berbeda dengan penampilan dia biasanya.


Tomi terlihat lebih tampan dan jauh lebih muda. Rania sampai bengong melihatnya.


ganteng sekail dia



"Kenapa kau bengong di depan pintu, cepat masuk dan lakukan pekerjaan mu, Setelah itu kau harus memasak makan malam untuk ku." Ucap Tomi yang sontak membuat


Rania sangat terkejut, memasak???" gumannya pelan. Seumur hidupnya Rania belum pernah memasak dan kini Tomi memintanya memasak????

__ADS_1


Apa yang akan aku masak. Aku tidak pernah memasak sebelumnya. dan aku tidak tahu caranya memasak. Bagaimana ini??


Masuk, jangan hanya bengong di pintu itu." ucap Tomi mbuyarkan lamunan Rania.


__ADS_2