Pencopet Cantik

Pencopet Cantik
Menyesal


__ADS_3

Tomi sudah berusaha untuk memejamkan matanya, namun sepertinya rasa kantuk tidak juga mau menghampiri nya.


Berbagai cara sudah dia lakukan, namun tetap saja gagal, berganti ganti posisi tidur. Hingga akhirnya dia memilih berdiri di balkon kamarnya memandang jauh keluar. Melihat gelapnya malam.


Terbayang kembali tatapan mata Rania yang penuh rasa iba dan ketakutan. Dilih berganti berputar dan tak juga mau hilang. Membuat rasa bersalah Tomi semakin dalam.


Tomi sendiri tidak habis pikir mengapa dia bisa melakukan hal gila seperti tadi. Kegilaan macam apa ini. Di telah menyakiti gadis itu.


Masalahnya dengan sang Papa belum juga kelar ditambah lagi ini, masalahnya dengan Rania. Membuat kepalanya terasa mau pecah.


Mengapa aku bisa se brutal itu, aku benar benar brengsek. Makinya pada dirinya sendiri.


Tapi tindakan Rania yang menampar wajahnya benar benar memancing amarah di dalam dirinya.


Sebelumnya tomi juga sudah kacau dengan permasalahan dirinya sendiri, Di tambah ucapan Radit yang sama sekali tidak memberikan solusi buatnya.


Puncaknya sikap Rania yang sok jual mahal menurutnya, padahal Tomi sudah berbaik hati mengajaknya makan siang. Dan itu sudah merupakan sebuah keberuntungan buat Rania.


. Kenapa dia bisa berteman dekat dengan Dimas tapi tidak dengan ku. Apa lebihnya Dimas Dimata Rania.


Tomi semakin pusing memikirkannya. Lama dia duduk termenung namun tak juga menemukan titik terang. Hati dan pikirannya benar benar kacau. Di penuhi rasa bersalah kepada Rania.


Kenapa Rania yang jadi pelampiasan kemarahan ku.


Tomi tak dapat menahan diri lagi, dengan sigap diambilnya sweater dan memakainya, meraih kunci mobilnya dan melajukannya ke rumah kost Rania.


Tanpa Tomi sadari mobil yang dia jalankan telah tiba di tempat tujuan.


Tomi diam tidak berniat turun dari mobil, hanya memandang lurus kedalam rumah kost Rania.


Lampunya sudah padam dan gerbangnya juga sudah tertutup. Pertanda sudah tidak ada yang boleh keluar masuk lagi kesana.


Lama Tomi memandang ke arah rumah kost Rania. Hingga dia lelah dan akhirnya tertidur di dalam mobilnya.

__ADS_1


Tomi terbangun oleh suara ketukan di pintu mobilnya yang ternyata di lakukan oleh satpam yang berjaga di rumah tersebut. Pak satpam sengaja membangunkannya.


Pak satpam curiga karena sudah sejak tadi mobil Tomi terparkir di depan rumahnya . Dan dia takut jika itu adalah perampok atau penjahat.


"Maaf Pak, selamat malam." sapa pak satpam.


"Ada apa ,Pak?" tanya Tomi yang masih mengantuk.


"Apa yang bapak lakukan di depan rumah ini?" tanya satpam lagi.


"Maaf, Pak. Saya kebetulan lewat dan mengantuk. Jadi saya berhenti dan tidur disini, maaf jika sudah mengganggu!" ucap Tomi.


"Oh, tidak apa apa pak. Silahkan melanjutkan perjalanannya kembali". Ucap pak satpam ramah


Setelah menjelaskan alasannya , Tomi pun melajukan mobilnya kembali ke apartemen nya.


Jam sudah menunjukkan pukul empat pagi. Tomi kembali membaringkan tubuhnya di sofa panjang di ruang tamu, dan tertidur pulas.


Sinar matahari pagi membangunkannya. Tomi duduk dan merasakan pegal di seluruh tubuhnya. Kepalanya juga berdenyut sakit karena tidurnya yang tidak nyenyak semalam.


Tomi Segera bangkit dan meraih ponsel di nakas. Banyak panggilan tak terjawab dari Juan, sekretaris nya. Tomi berjalan menuju kamarnya untuk mandi dan berangkat ke kantor.


Sebelumnya dia menelpon.Juan untuk membatalkan semua jadwalnya hari ini.


"Juan, cancel semua jadwalku hari ini." ucap Tomi yang menelepon Juan sekretaris nya. Dan mematikannya sebelum Juan menjawab.


Karena Hari ini mood nya buruk dan Tomi tidak mau ini mempengaruhi kinerjanya. Bisa bisa kliennya kabur karena ulahnya yang marah marah.


Setelah menelpon Juan, Tomi segera membersihkan dirinya dan bersiap ke kantor.


Dalam waktu kurang dari satu jam Tomi sudah sampai di kantornya. Dia berjalan memasuki ruangannya. Namun dia tak melihat Rania duduk di kursinya.


kemana perginya gadis itu???

__ADS_1


Apa dia masih marah, hingga tidak mau datang ke kantor??


Tomi duduk dan membuka berkas yang sudah menumpuk di mejanya. Membacanya, namun lagi lagi dia gagal berkonsentrasi. Dengan kesal di banting nya pena di tangannya dan kembali duduk termenung.


Rania kembali dari toilet dan duduk di mejanya. Tomi terkejut melihat Rania di hadapannya, dia pikir tadi Rania ngambek dan tidak masuk ke kantor.


Dalam hati Tomi tersenyum. Di ambilnya kembali pena yang dia banting tadi dan mulai mengerjakan tugasnya kembali.


...****************...


Tomi sudah menyusun kata kata untuk meminta maaf kepada Rania. sejak tadi dia terus merapalkan nya tanpa berani mengucapkannya langsung kepada gadis di hadapannya itu.


Tanpa sengaja mata mereka bertemu, dengan cepat Rania memalingkan wajahnya begitu juga Tomi yang jadi salah tingkah di depan Rania.


Hingga jam makan siang, tak satupun yang berbicara.


Rania bangkit dan menyusun berkas dihadapannya. Bersiap keluar untuk makan siang. Tomi melihat pergerakan Rania dan ingin memanggilnya, namun sangat susah untuk melakukannya.


Rania sudah berjalan hingga ke depan pintu, membukanya, dan akan melangkah keluar barulah Tomi bersuara.


"Kau ikut denganku, ada rapat mendadak dengan tuan Josep." ucap Tomi.


"Maaf, Pak. Tapi semua jadwal hari ini di batalkan." ucap Rania menolak. Tadi Juan sudah memberitahukan nya jika semua jadwal Tomi hari ini di cancel.


"Ini perintah, dan kau harus mematuhi nya." ucapnya bangkit dan berjalan mendahului Rania. Rania mengikutinya dengan wajah mendongkol.


Sementang boss, seenaknya saja memerintah aku. Inilah, itulah...."


Kali ini Rania memilih naik lebih dulu ke dalam mobil. Jika biasanya dia duduk di sebelah Tomi, kini dia duduk di sebelah sopir. Tinggal Tomi sendiri di belakang.


Dia sengaja masuk lebih dulu dan menghindari ku, Apa dia takut padaku???


Rania tersenyum puas melihat wajah kusut Tomi.

__ADS_1


Mohon like dan vote ya . Terima kasih.


__ADS_2