
Tomi mengantarkan Rania pulang kerumahnya. Setelah melewati perdebatan panjang.
Awalnya Rania ingin pulang sendiri, tanpa mau diantar oleh Tomi. Namun Tomi merasa tidak tega. Apalagi saat ini tangan Rania sedang sakit dan itu di sebabkan dirinya yang meminta Rania untuk memasak.
Tak ada satupun diantara mereka yang mencoba untuk membuka suaranya. Rania tenggelam dengan Pikirannya begitu juga Tomi dia sendiri pun tenggelam dengan pemikiran nya.
"Sudah Sampai," ucap Tomi membuyarkan lamunan Rania.
"Eh...terima kasih." ucap Rania mencoba membuka pintu mobil namun kesusahan karena tangannya sakit.
Tomi turun dan membuka kan pintu untuknya. Rania turun dan berjalan tanpa berpamitan pada Tomi.
Tomi kembali melajukan mobilnya setelah di lihatnya Rania masuk ke dalam rumah.
Ada apa dengan ku, kenapa aku jadi perhatian padanya.
Tomi kembali ke apartemen nya dan beristirahat.
...****************...
Rania tak bisa tidur nyenyak, bayangan saat Tomi mengobati tangannya tidak mau hilang dari kepalanya.
Kenapa sikapnya berubah manis. Apa dia salah minum obat? tapi dia ganteng banget, apalagi jika berpakaian rumah seperti tadi, muda dan tampan.
Rania bangkit dan bersiap untuk berangkat kerja. Dia memakai kemeja dan celana panjang berbentuk pensil. Yang sangat pas di tubuhnya.
Mengikat tinggi rambut panjangnya dan memakai bedak tipis tak lupa lipglosh sebagai pemanis.
"You are beautiful" ucapnya pada dirinya sendiri saat bercermin.
__ADS_1
Pagi ini Tomi kembali ke kantor Papanya sesuai dengan keinginan Radit. Dia memasuki kantor dan diliriknya di meja yang telah dia sediakan untuk Rania masih kosong. Pertanda si empunya belum juga hadir. Diliriknya jam sudah hampir pukul sembilan.
Rania setengah berlari memasuki kantor. Berlari menuju lift dengan menenteng sepatu hak tingginya. Berusaha menetralkan nafasnya yang ngos ngosan.
Dia sedikit terlambat karena angkot yang dia tumpangi mogok. Sehingga dia harus rela menunggu dan bertukar angkot dengan yang lain.
"Selamat pagi, Boss." sapa Rania. Masih dengan nafas ngos ngosan.
Tomi mengernyitkan matanya. Menatap tajam ke arah Rania.
"Kau tahu, kau terlambat setengah jam?" Ucap Tomi.
"Terlambat???" ucap Rania tak percaya. Melirik jam tangan nya dan menatap tajam ke arah Tomi.
"Ya, kamu terlambat tiga puluh lima menit. Ucap Tomi.
"Itu karyawan lain. Tapi kau sebagai asisten pribadiku, harus sudah berada di kantor sebelum aku sampai. Kau lah yang menunggu ku, bukan aku yang menunggu mu." ucap Tomi.
Seketika rahang Rania mengeras. Tangannya mengepal kuat, menandakan jika dia tidak terima dengan ucapan Tomi.
"Mana bisa seperti itu, lagi pula mana aku tahu kalau Boss akan datang lebih awal." ucap Rania ketus.
"Bisa saja, mengapa tidak?? Terserah aku, karena aku Boss nya. Aku berhak membuat aturan sesuai dengan keinginanku. Dan kau... tidak bisa menyangkal atau membantahnya." ucap Tomi.
Dasar boss arogan, baru aja kemaren bersikap baik, tapi hari ini kembali lagi galak seperti Singa. Menyesal aku memujinya. Ternyata tetap sama, angkuh dan seenaknya.
"Sekarang buatkan aku kopi. Ingat tidak pakai gula," Ucap Tomi lagi.
Rania berjalan menuju pantry. Dan akan membuatkan kopi untuk Tomi.
__ADS_1
Setelah selesai Rania membawa kopinya kembali ke ruangan Boss galaknya itu.
Di jalan dia sengaja memperagakan cara Tomi marah padanya.
Apa kau mau aku terkena diabetes?? ucap Rania mengikuti ucapan Tomi.
"Ini Boss kopinya." Ucap Rania meletakkan kopi di hadapan Tomi.
"Kau boleh kembali ke meja mu, dan ketik kembali ini dengan rapi." Ucap Tomi memberi perintah.
Rania berbalik dan berjalan ke arah mejanya. Bersamaan dengan telpon Tomi yang berdering.
"Ya hallo. " jawab Rania.
'Bisa bicara dengan Tomi? Katakan saja ini dari ibunya". Ucap seseorang di seberang sana.
"Sebentar bu, akan saya lanjutkan ke nomor beliau." jawab Rania sopan.
'Pak ada telpon dari ibu anda." Ucap Rania.
"Sambungkan." ucap Tomi masih dengan ekspresi datarnya.
"Ya hallo ma," Ucap Tomi membuka percakapan.
"Mama sehat, bagaimana dengan kondisimu saat ini?"
"Mama tahu kau sengaja memblokir nomor mama dan Papa. Maka mama menelpon mu lewat telpon kantor.
Terus dukung dengan memberikan like dan vote ya.. Terima kasih....
__ADS_1