Pencopet Cantik

Pencopet Cantik
Maaf


__ADS_3

Tomi begitu terpesona melihat penampilan Rania. Sangat cantik, tanpa polesan karena Rania hanya menggunakan make up tipis dan lipglosh merah muda.


Mobil sudah melaju menuju ke restoran tempat mereka mengadakan janji makan malam dengan Mr.Josep.


Tomi turun lebih dulu, tanpa membuka kan pintu untuk Rania. Mereka berjalan bersama memasuki restoran.


Rania sedikit menggerutu melihat Tomi meninggalkannya.


Di depan pintu Tomi berhenti dan secara refleks menggandeng tangan Rania. Membuat Rania menoleh ke arahnya namun Tomi hanya diam saja dan mempererat genggaman tangannya.


"Selamat malam, Tuan. Mari ikut saya." ucap pelayan dengan sopan. Dan meminta Tomi mengikutinya. Mereka memasuki ruang VIP, disana tuan Josep dan istrinya sudah menunggu.


Makan malam berlangsung dengan lancar, Sesekali tuan Josep melirik Rania dan istrinya yang terlihat akrab mengobrol.


"Pak Tomi, apakah Anda benar bukan kekasih nona Rania?" tanya Mr.Josep. Setelah makan malam dan acara mengobrol sambil sedikit minum.


"Benar dia hanyalah sekretaris pribadi saya." jawab Tomi.


"Sayang sekali, padahal dia sangat cocok dan pas untuk menjadi istri anda. Pikirkan ucapan saya, jangan sampai anda menyesal." ucap Mr.Josep.


Mr. Josep berlalu menuju istrinya dan Rania yang asyik dengan obrolan mereka.


Makan malam berakhir setelah pukul sebelas malam. Tomi mengantarkan Rania kembali ke rumahnya.


Mobil sudah berhenti dan Rania bersiap turun dari mobil. Namun pintu mobilnya masih terkunci.


Rania melirik Tomi meminta untuk di bukakan pintu, melalui tatapan matanya.

__ADS_1


Tomi menarik nafas panjang dan membuangnya kasar.


"Aku ingin bicara." ucap Tomi pelan, menggeser duduknya dan memandang lurus kearah Rania.


Tomi sengaja mengunci pintunya jika tidak mau Rania kabur. Dan dia tidak jadi berbicara.


"Katakan cepat, ini sudah malam." jawab Rania ketus.


"Maaf!!" ucap Tomi pelan.


Maaf apa aku nggak salah dengar, dia meminta maaf???


Rania memandang Tomi dengan tatapan tajam mencari kebenaran akan pendengarannya.


Kembali Tomi mengucapkannya "Maaf, aku minta maaf!"


"Aku tidak mengerti apa maksud mu?" ucap Rania berpura pura.


"Aku minta maaf karena telah...." menjeda kalimatnya sebelum kemudian mengucapkannya dengan sangat pelan.


"karena telah....mencium mu dengan paksa."


"Waktu itu Aku tidak sadar kenapa aku bisa berbuat kasar dan keji seperti itu. Tapi percayalah, aku menyesal melakukannya. Maukah kau memaafkan aku??" ucap Tomi. Kali ini dia mengangkat wajahnya menatap manik mata Rania.


Rania juga memandang Tomi. Mata mereka saling beradu dan saling mengunci, hingga Rania menunduk mengakhiri nya.


"Sudah, lupakan. Lagi pula semuanya sudah terjadi. Tapi aku harap ini tidak terjadi lagi. Dan aku sudah memaafkan mu" ucap Rania.

__ADS_1


"Sungguh??" tanya Tomi berbinar.


"Rania mengangguk sebagai jawaban.


"Apa kau Tidak mau membalas ku? tanya Tomi yang membuat Rania mengerutkan keningnya.


"Maksudnya?" tanya Rania bingung.


Dia tidak mampu mencerna maksud dari ucapan Tomi.


"Biar semuanya impas. Tidak ada hutang diantara kita, Dan kau bisa membalas perbuatan ku." ucap Tomi yang membuat Rania semakin bingung.


Ditengah kebingungannya tiba tiba Tomi berucap.


Kau boleh mencium ku balik. Untuk membalas semua perbuatan ku " ucap Tomi tersenyum licik.


Wajah Rania memerah mendengar ucapan Tomi. Dengan refleks dia memukuli lengan Tomi. Membuat Tomi mengaduh dan tertawa.


"Maaf, ampun...ampun Rania. Aku hanya bercanda." ucap Tomi sambil tertawa.


Rania turun dan masuk ke dalam rumahnya. Setelah mobil Tomi tidak lagi terlihat.


Rania mengunci pintu dan mengganti gaunnya dengan piyama tidur, mencuci wajahnya dan naik ketempat tidur.


Ucapan Tomi masih terngiang di telinganya. menimbulkan senyum tipis di bibirnya. Entah mengapa dia kembali merona mengingat ucapan vulgar Tomi tadi.


Kasih like dan vote yang banyak ya, agar mamie makin semangat up nya. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2