
Mobil mereka berbelok arah ke sebuah bangunan tua. Namun bersih dan sangat asri. Nampak.sangat terawat dengan baik. Udara disekitarnya juga sejuk.
Tomi turun dan membukakan pintu untuk Rania. Dengan ragu akhirnya Rania ikut turun . Tomi menarik Rania berjalan ke belakang bangunan tersebut.
Pemandangan yang sangat indah. Perkebunan teh, tampak sangat luas, berada di lereng gunung. Sepanjangan mata memandang hanya kebun teh yang terlihat. Hijau, bersih dan segar. Sangat memanjakan mata yang melihatnya. Udaranya juga sangat sejuk dan segar.
Rania melupakan sejenak kesedihannya. Membentangkan tangannya lebar lebar dan menghirup udara sebanyak banyaknya. Menikmati indahnya pemandangan yang sangat memanjakan matanya itu.
"Apa kau suka?" tanya Tomi dan memeluknya dari belakang.
Seketika tubuh Rania kaku, dan dia terdiam. Tomi menyadarinya, namun dia tidak memperdulikan nya.
"Boleh aku memeluk mu, sebentar saja" ucapnya. Dan menyandarkan kepalanya di pundak Rania. Menikmati aroma tubuh Rania yang sangat dia rindukan.
Setelah beberapa saat, rania melepaskan pelukan Tomi. "Apa yang membuat mu mengajak ku kesini?
" jika ingin bicara, kita bisa bicara, tanpa harus repot repot datang ketempat ini." ucap Rania tajam.
"Aku ingin tahu alasan mu, mengapa kau berpura pura lupa ingatan!" tanya Tomi sedikit menahan amarahnya melihat penolakan Rania.
Hahaha...
Rania tertawa.
"Kau jauh jauh mengajak ku kesini hanya untuk menanyakan itu?" ucapnya.
"Aku tidak perlu menjelaskannya. Dan semuanya sudah berakhir sejak kau mengatakan jika kau hanya ingin membalas dendam padaku. Karena aku..." sengaja Rania menggantung kalimatnya.
"Karena aku berani menolak mu, dan mengatai dirimu tua, botak dan buncit. Maafkan aku, aku memang salah. Aku memang lari dari perjodohan itu." Ucap Rania dan dia berhenti sejenak.
"Tapi...tapi aku tidak menyangka jika perhatian mu selama ini semuanya palsu. Dan dengan bodohnya aku...., aku jatuh dalam pesona mu, hingga aku menyerahkan hatiku padamu. Selamat tuan Tomi yang terhormat, anda menang. Anda berhasil membalas ku." ucap Rania.
__ADS_1
"Tapi kau tidak mendengarkan semuanya. Awalnya aku memang hanya ingin membalas mu tapi , setelah aku memgenalmu aku jatuh cinta padamu. Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu Rania." ucap Tomi mencoba menggenggam tangan Rania.
Namun Rania menepisnya. "Maaf, tapi aku sudah tidak mempercayaimu lagi.
"Lalu dengan apa aku harus membuktikan jika aku benar benar mencintaimu?" tanya Tomi prustasi.
"Apakah pengorbananku selama ini belum cukup? jika aku tidak mencintaimu, untuk apa aku mencari mu, dan mengejarmu bahkan aku sengaja membohongi mu jika aku adalah suami mu." ucap Tomi lagi.
"Aku...aku sangat membenci mu, sangat...." ucap Rania. Airmata yang sejak tadi dia bendung, akhirnya jatuh dengan deras.
Hati Tomi bagai diremas remas mendengar ucapan Rania. Sungguh Tomi tidak menyangka jika semua akan berakhir seperti ini. Rania sangat membencinya itulah kenyataannya saat ini.
Tomi duduk dan bersimpuh."Tidak adakah sedikit pun maaf untuk ku?" tanya nya sambil menunduk.
Rania terkejut melihat sikap Tomi. Sungguh diluar perkiraan nya jika Tomi akan berlutut di kakinya.
"Aku...aku masih butuh waktu. Aku bingung" ucap Rania.
Apakah harus berakhir seperti ini. Haruskah aku melepaskannya? apakah dia akan lebih bahagia jika jauh dariku? jika itu yang terbaik aku akan melepaskannya
Harusnya dulu aku tak coba coba untuk membuka hatiku. Jika tahu sakitnya akan seperih ini. Lebih baik aku, menutup hatiku rapat rapat, dan aku tak perlu merasakan sakit hati. bathinnya.
"Maafkan aku, aku tak pernah berpikir untuk mempermainkan mu. Jika dengan meninggalkan aku dan melupakan mu, adalah pilihan terbaik dalam hidupmu aku ikhlas. Aku rela, asalkan kau bahagia." ucap Tomi masih menunduk.
Rania terkejut mendengar ucapan Tomi. Dia pikir Tomi akan kembali marah marah seperti biasanya. Tapi kali ini seperti Tomi sudah menyerah dan memilih melepaskannya.
Hati Rania bagai diremas, sakit meliaht sikap tomi yang menyerah. Tak berusaha memperjuangkan cintanya.
Apakah Tomi telah menyerah dan akan melepaskannya? Tomi akan meninggalkanku? tidak,, aku Ttdak mau berpisah dengan nya. aku sangat mencintainya. bathin Rania panik.
Tomi masih duduk bersimpuh ditanah. Rania berjalan mendekat dan duduk di hadapannya.
__ADS_1
"Dasar bodoh, " ucap Rania dengan suara kuat. Tomi sampai terkejut dan mengangkat kepalanya menatap Rania.
"Bodoh... bodoh..." ucap Rania. Kali ini dia juga memukuli dada Tomi dengan kedua tangannya.
Tomi yang masih bingung hanya diam memandang Rania yang aneh menurutnya. Rania terus memukuli nya, dan Tomi menangkap tangan Rania karena dadanya terasa sakit. Walau tidak seberapa, namun Tomi mengaduh kesakitan.
"Aduh..sakit..AW..auw....." ucapnya.
Menangkap tangan Rania yang memukulinya.
Rania masih coba melepaskan tangannya dan ingin memukul Tomi lagi.
"Dasar bodoh, enak saja kau mau lari dari tanggung jawab setelah apa yang aku lakukan padaku? Dasar buaya, tak bertanggung jawab." ucap Rania.
"Memang apa yang aku lakukan padamu? aku sudah melepaskan mu, sesuai dengan keinginanmu. Lalu apa lagi?" tanya Tomi masih belum mengerti maksud Rania.
Rania semakin marah.
"Kau tidak bisa lari, kau sudah membuatku jatuh cinta padamu, kau sudah mengisi hatiku, Memenuhi duniaku, memporak porandakan hatiku, Setelah semua itu kau ingin lari seenaknya, aku takkan melepaskan mu!" ucap Rania penuh emosi.
Tomi awalnya bingung, tak tahu apa maksud dari ucapan Rania. Setelah beberapa saat, senyum mengembang dibibirnya.
Dengan sekuat tenaga dipeluknya Rania. "aku mencintai mu, sangat, dan aku akan bertanggung jawab. Aku bersedia menjadi pelayan mu, nyonya Tomi. Aku bersedia menjadi milikmu selamanya. Jiwa ku dan raga ku, semuanya milikmu." ucap Tomi. Masih memeluk erat Rania. Rania juga membalas pelukan Tomi.
Akhirnya mereka mengakui cinta mereka. Cinta mengalahkan ego dan menyatukan kembali dua hati yang tersakiti.
Gimana kelanjutannya???
Tunggu episode selanjutnya...
like, vote dan koin seikhlasnya.
__ADS_1
Terima kasih.