
Rania duduk ditepi ranjang kamar hotel yang telah disediakan untuk malam pertama mereka.
Kamarnya telah dihias dengan sangat cantik. Tempat tidur nya dihiasi taburan mawar.
Rania melihat sekeliling, kemudian dia beranjak ke lemari untuk mengambil piyama dan akan mengganti bajunya di dalam kamar mandi.
Alangkah terkejutnya dirinya saat membuka lemari. Tak ada satu piyama pun disana. Hanya ada beberapa lingeria tipis dan mencolok tergantung disana.
Apa apaan ini, mengapa malah baju seperti ini yang ada. Bisa masuk angin aku jika menggunakannya. bathin Rania.
Rania kembali ke ranjang dan duduk di pinggiran. Bersamaan dengan pintu kamar yang terbuka.
"Sayang...kenapa kau belu mengganti gaunmu? tanya Tomi.
Tomi meletakkan makanan di meja dan berjalan menuju Rania.
Rania mengerucutkan bibirnya.
"Sini aku bantu bukakan gaunmu." ucap Tomi sudah bersiap membuka resleting gaun pengantin Rania.
"Kau mau apa?" tanya Rania sedikit terlihat panik.
Tomi tersenyum. Membantumu mengganti gaun mu. apa kau mau tidur dengan gaunmu ini?* tanya nya. Dan langsung mendapat gelelngan kepala oleh Rania.
"Sini, setelah mandi sebaiknya kita makan malam dulu." ucap Tomi.
Tomi membantu rania membuka gaunnya. Kini dia berada di dalam kamar mandi. Mandi dengan air hangat dan memakai handuk. Rania bingung karena lupa membawa baju gantinya.
"Sayang....aku lupa membawa baju ganti, tolong ambilkan " ucapnya pada Tomi.
Tomi berjalan ke lemari dan melihat isinya. Dia kembali tersenyum, ini pasti ulah mama.bathinnya.
Tomi mengambil lingeria berwarna merah dan memberikannya kepada Rania.
Rani terpaksa memakainya karena tidak ada pakaian yang lain.
Rania keluar dengan malu malu. Di tutupnya lingerianya dengan bathrobe.
__ADS_1
Tomi terkekeh melihat wajah malu Rania. "Mengapa kau malu, bukan kah sekarang aku sudah resmi menjadi suami ku." ucapnya menarik lembut Rania kedalam pelukannya.
" Makanlah lebih dulu, aku akan mandi. Kau butuh banyak tenaga nanti, jadi aku harus makan yang banyak." ucap tomieninggalkan Rania.
Rania masih terbengong mencerna maksud dari ucapan Tomi. Namun seketika wajahnya berubah memerah setelah paham maksud dari ucapan suaminya.
Rania berjalan ke meja dan mulai menyantap makanannya. tak berapa lama Tomi keluar dengan mengunakan bathrobe. Didalam dia tidak mengenakan apapun.
"Kau sudah selesai?" tanya Tomi kepada Rania saat dia sudah duduk dihadapannya.
"Sudah." jawab Rania.
"Kau tidak makan?" tanya Rania balik, karena Tomi tak menyentuh makanannya, malah memandang wajah Rania.
"Aku tidak lapar, aku hanya ingin memakan mu saja." ucapnya mesum.
Blush...wajah Rania kembali memerah." Sayang... apa kau siap?" ucapnya pada Rania, tangannya mengenggam tangan Rania yang terasa dingin.
Tomi berdiri dan menatap lembut Rania . "Apa kau takut?" tanya nya lembut.
Rania mengangguk.
Cup.. Tomi mengecup bibirnya dan menghentikan ucapan Rania.
"Ini juga yang pertama buat ku, aku juga gugup, tapi percayalah kita bisa melewati nya bersama." ucap Tomi.
Tangannya mengangkat dagu Rania agar menatap matanya, perlahan Tomi memajukan bibirnya dan mencium lembut Rania. Rania juga memejamkan matanya, menyambut ciuman dari pria yang sudah resmi menjadi imamnya.
Mereka berciuman sangat lama, hingga ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi panas penuh hasrat dan menuntut lebih.
Tomi mengangkat tubuh istrinya d ke arah ranjang, dengan bibir yang masih bertaut.
Direndahkannya Rania di ranjang, dan dia sudah berada diatasnya.
Dilepaskannya ciumannya dan menatap lembut istrinya."Apa kau sudah siap?" tanya nya lagi.
kali ini Rania mengangguk yakin. Senyum mengembang dibibir Tomi. Kemudian dia mulai mencumbu istrinya, membuka satu persatu pakaian nya dan juga Rania. Hingga akhirnya penyatuan cinta diantara mereka berakhir dengan indah.
__ADS_1
Entah berapa kali Tomi bercinta dengan Rania. Rasanya mau lagi dan lagi. Namun melihat Rania yang kelelahan, akhirnya Tomi membiarkannya tertidur. Tak lama dirinya pun ikut lelap dan tertidur memeluk tubuh polos istrinya.
Pagi pagi sekali Tomi terbangun, diliriknya ranianmasih terlelap memeluk dirinya. Saat akan beegerak, dilihatnya Rania membuka matanya. Tomi kembali memejamkan matanya dan berpura pura tidur.
Rania membuka matanya perlahan, dihadapannya terlihat jelas wajah suaminya. swnyumengembang dibibirnya, Rania masih Tidka mwnyangkanjika dia dan Tomi sudah resmi menjadi suami istri.
Ditatapnya wajah tampan pria yang dulu pernah di tolaknya mentah mentah hingga nekad kabur dari rumah.
Tangannya meraba lembut wajah Tomi, alis, mata hidung dan terakhir bibirnya.
Tomi yang tak tahan merasa geli, tersenyum dan membuka matanya. Alya merasa malu karena Tomi ternyata berpura pura tidur. Jadi dia tahu apa yang aku lakukan?" bathin Rania.
"Kenapa malu? aku senang kau mengagumi wajah tampanku, berarti aku bukan pria tua, botak dan gendut." ucap Tomi.
Wajah Rania kembali memerah dan menunduk. Dia sungguh malu kepada Tomi.
Cup...Tomi mengecup bibir Rania.
"Morning kiss sayang.... sekarang mana mornibg kiss ku?" ucap Tomi menyodorkan pipinya.
Dengan malu Rania memajukan bibirnya untuk mencium pipi Tomi. Namun saat sudah dekat, Tomi memalingkan wajahnya dan akhirnya bibirnya bertemu dengan bibir Rania.
Tak menyia nyiakan kesempatan Tomi langsung ******* bibir Rania, dengan keahliannya dia bisa kembali membuai Rania.
Matanya menatap Rania penuh hasrat, dan terus mencumbu Rania. Hingga Rania pasrah dan olahraga pagi yang indah pun dimulai.
Jam dua belas siang keduanya terbangun dan mandi. Setelah nya check out dari hotel untuk kembali ke apartemennya. Sebelumnya mereka sarapan sekaligus makan siang di restoran yang ada di hotel.
...The end...
Terima kasih sudah mengikuti kisah Rania dan Tomi. Untuk melihat Rania dan Tomi kembali bisa mengikuti cerita suami pengganti yang sudah memasuki season 2.
Babang Tomi akan banyak muncul membantu Radit mengungkap siapa pembunuh orangtuanya.
Silahkan Mampir ya.....
Untuk pengumuman give away berupa pulsa akan diumumkan 1 Desember 2020. Semoga anda beruntung.
__ADS_1
Terima kasih..