
Rania dan Tomi akan melakukan sesi photo prewedding.
Mereka berencana melakukan photo prewedding outdoor dan indoor.
Rania sangat menyukai taman dan pemasangan pedesaaan, hingga disinilah mereka sekarang. Di Villa tua tempat Tomi kembali melamar Rania. Dan menyatakan cintanya.
Semua perlengkapan photo sudah siap. Rania dan Tomi juga sudah bersiap siap sejak tadi.
Namun tampaknya cuaca kurang mendukung hujan turun dengan deras hingga pemotretan harus diundur. Menunggu hingga hujan reda.
Tomi yang tengah duduk di kursi tampak sangat gelisah. Para kru dan tim photo yang berada di beranda mengobrol dengan santai.
Rania melihat Tomi duduk sendiri, berjalan menghampirinya. "Sayang,,,, apa yang mengganggu mu? kau terlihat sangat gelisah." ucap Rania
"Aku cuma khawatir, jika hujan nya tidak juga berhenti, apakah kita akan mengundurkan nya hingga besok?" ucap Tomi.
"Berdoalah semoga hujannya segera berhenti. Dan kita bisa segera melakukan photonya. Maafkan aku, ini semua karena keinginanku untuk photo disini hingga kita terjebak disini." ucap Rania.
"Bukan begitu, aku hanya khawatir. Aku juga minta maaf. Sebenarnya aku tidak masalah disini, apalagi jika hanya berdua denganmu. Aku akan sangat senang. Kita berdua terjebak hujan disini, tanpa ada yang mengganggu. Suasana hujan ini menambah kesan romantis." ucap Tomi vulgar.
Rania langsung menatap tak percaya ke arah Tomi. Semula dia pikir Tomi marah, namun ucapan vulgar tomi membuat Rania kembali berpikir jika Tomi sangat mesum.
Tomi terkekeh melihat wajah marah Rania. Dan itu membuat Rania semakin marah. Rania yang kesal mencubit Perut Tomi. Tomi mengaduh kesakitan.
__ADS_1
"Auw.....sakit yang..." ucapnya mengusap perutnya yang dicubit.
"Rasain..." ucap Rania beranjak berdiri.
Belum sempat melangkah Tomi menarik tangannya sekuat tenaga.
Hingga Rania terduduk di pangkuannya."Maafkan aku," ucap Tomi berbisik lembut di telinga Rania.
Posisi mereka sangat dekat, hingga nafas Tomi menerpa hangat ditelinganya. Rania merasakan gelanyar aneh di dalam dirinya.
Tomi semakin memperkuat pelukannya. Kepalanya sengaja di sandarkan diceruk leher Rania.
"Aku sangat mencintaimu" bisiknya pelan dan mencium lembut pundak Rania.
"Sayang...kamu tega sekali." ucap Tomi protes.
"Dasar mesum, tuh lihat...." ucap Rania kearah kru yang asyik ngobrol di beranda.
Tomi mengerucutkan bibirnya, sungguh sial dia gagal mencium Rania malah di injak lagi.
Hujan berhenti dan mereka.pun mulai melakukan proses photo prewedding. Beberapa pose romantis sudah diambil. Dan semua sudah selesai.
Namun Rania meminta photo absurd dengan berbagai gaya mereka secara bebas. Rania dan Tomi ternyata sama sama gok, banyak photo yang diambil dan hasilnya sangat bagus. Bahkan sang photo graper memuji mereka berdua.
__ADS_1
Akhirnya photo selesai, mereka besera tim pulang kembali ke Jakarta.
Hari ini sesuai jadwal, mereka kembali melakukan photo prewedding, hanya saja ini di dalam studio.
Raia terlihat sangat cantik dengan gaun kuningnya. Riasan sederhana yang menampilkan kecantikan nya secara alami.
Tomi diam diam memotretnya melalui ponselnya. Sengaja mengabadikannya untuk dirinya.
"'Sangat cantik." ucapnya pelan.
Tomi berjalan mendekati Rania yang sudah menunggunya.
Tak kalah penampilan Tomi juga terlihat sangat tampan dan menawan. Senyum ceria selalu menghiasi wajahnya.
Dengan langkah pasti berjalan menuju Rania dan menggandengnya mesra. Sangat mesra, hingga siapapun yang melihat akan terpesona dan iri melihat mereka berdua.
Beberapa episode lagi, kita akan lihat babang Tomi menggandeng Rania di pelaminan. Tetap stay ya....
Terima kasih.
__ADS_1