
Tomi melajukan mobilnya dengan sangat kencang. Hatinya semakin kacau setelah bertemu dengan Papanya.
Seperti yang sudah dia duga, Papa nya akan memarahinya. Namun yang sangat dia kesal kan Papa nya meminta nya untuk melupakan Rania, setelah dia jatuh bangun mengejar gadis kecil itu.
Dengan lantangnya Papa mengatakan akan mencarikan ku gadis lain. Apa dia pikir hatiku ini terbuat dari batu. Hingga dengan begitu mudahnya di pindah kan kesana-kemari.
Aku tidak mau Papa mengatur hidupku.lagi, aku mau menentukan pilihan ku sendiri. Dan kali ini aku juga tidak akan melepaskan Rania. Aku akan mengejarnya kemana pun dia pergi. Dia harus bertanggung jawab,
enak aja dia pergi setelah mencuri hatiku dan mengobrak abrik dunia ku sepenuhnya.
Rania aku pasti akan menemukan mu, dimana pun kau berada. Tunggu aku, aku akan menjemputmu dan menjadikan mu pengantin ku.
Tanpa terasa mobil yang dia tumpangi telah tiba di kantor nya. Tomi memarkirkannya dan masuk kedalam.
"Juan" panggil Tomi.
"Ya, boss," jawab Juan berdiri di depan Tomi.
"Urus semua pekerjaan, aku akan fokus mencari Rania. Jadi sementara waktu urusan kantor kau yang handle. Aku tau nya beres." ucap Tomi.
" Baik Boss, Tapi kemana kaunakannmencari Rania?" tanya Juan
__ADS_1
"Entah lah, aku belum tau. Tapi aku akan terus mencari nya dan aku pastikan aku akan menemukannya." ucap Tomi yakin.
"Bagaimana jika kau tidak juga menemukan nya?"
"Kenapa kau berkata seperti itu, Apa kau berharap Rania tidak di temukan?" ucap Tomi memicingkan matanya.
"Bukan, bukan itu maksud ku! aku hanya ingin kau lebih mempersempit pencarian mu, agar mudah menemukannya. Aku rasa kau bisa mencoba dengan mencari teman teman terdekatnya." saran Juan.
"Aku tidak berpikir begitu,dia tidak mungkin ke rumah teman teman nya, karena dia tahu jika dia kesana akan mudah di temukan. Buktinya dulu dia kabur dan rela hidup di jalanan. Aku rasa dia pergi jauh, dimana aku tidak mungkin akan mencarinya. Aku mengenal sifatnya, dia itu keras kepala." ucap Tomi.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Juan
"Bagaimana jika dia tidak mau kembali, dan memaafkan mu?" tanya Juan lagi.
Tomi menatap tajam kerah Juan. Seketika Juan menyadari kesalahannya. Dia telah menyiram bensi pada api amarah Tomi yang sedang membara.
"Maaf, aku hanya memberikan kemungkinan yang terburuk.Bagaimana kau akan menyikapinya?" tanya nya hati hati sambil terus memperhatikan perubahan ekspresi wajah Tomi.
Tomi terdiam. Benar yang di katakan oleh Juan, bagaimana jika Rania tidak mau memaafkan nya???
"Tidak, itu tidak boleh terjadi. Aku tidak akan melepaskan Rania. Aku akan berusaha agar dia memaafkan aku, bagaimana pun caranya. Aku akan tetap berusaha membawa Rania kembali. Jika dia membenci ku, aku akan membuat dia merubah benci itu menjadi cinta." ucap Tomi.
__ADS_1
"Aku tetap mendukung mu, apa pun itu, doa ku semoga kau berhasil. Bawa Rania pulang secepatnya." ucap Juan menepuk pundak sahabatnya.
"Aku yakin cinta kalian akan membawanya kembali bersamamu. Utusan kantor serahkan pada ku."
Juan berjalan keluar, sebelum membuka pintu dia kembali berbicara.
"Aku rasa kau bisa melacak ponsel nya. Itu bisa memudahkan mu untuk menemukan nya."
Setelah berbicara Juan keluar dan berjalan ke mejanya.
Tomi masih diam mencerna ucapan Juan.
Benar, mengapa aku tidak memikirkan nya?Tomi mengambil ponselnya dan meminta Diki untuk melacak nomor ponsel Rania. Menemukan dimana titik lokasinya saat ini.
Hari ini mamie up hanya segini ya, mohon di maklumi karena ada aktivitas mamie yang nggak bisa di tunda.
Besok mamie up lagi dan isha Allah lebih banyak.
Terus dukung mamie dengan like, vote dan koin seikhlas nya.
Terima kasih.
__ADS_1