
Semua persiapan telah selesai. Hotel tempat perhelatan pernikahan mereka sudah selesai di hias. Semua bernuansa putih bersih.
Rania sudah bersiap siap sejak pagi. Tadi jam enam pagi perias pengantin telah datang dan mulai memoles wajahnya. Tak tanggung tanggung mamanya menghadirkan make up artis untuk merias wajah nya. agar tampak lebih cantik dan sempurna.
Dua jam kemudian riasannya telah selesai. Dan benar, Rania benar benar telah berubah menjadi putri yang sangat cantik.
Kebaya berwarna putih tulang berhiaskan mutiara kecil di sekelilingnya, telah terpasang ditubuhnya. Pas, anggun dan sangat cantik.
Rambutnya juga sudah di hias dan di sanggul. Sebuah Tiara kecil.di pasang diatas kepalanya.
"Sudah selesai, kami permisi mbak." ucap salah satu make up artis yang merias nya.
"Terima kasih mbak" ucap Rania.
Tinggallah Rania duduk sendiri menunggu. Tak berapa lama datanglah mamanya.
"Sayang...kau cantik sekali." ucap Bu Hutomo.
"Mama bisa aja." ucap Rania.
"Mama Tidka menyangka gadis kecil mama kini sudah dewasa dana sebentar lagi akan menjadi seorang istri. Pesan mama baik baiklah dengan suamimu. Dia teman, sahabat dan panutan mu. Ingat, jangan pernah membantahnya apalagi kabur. kau bukan anak kecil lagi." nasehat mamanya yang sudah tampak berkaca kaca.
Rania juga berkaca kaca mendengar ucapan mamanya.
"Mama..." ucap Rania memeluk erat mamanya.
"Sudah jangan mewek, nanti riasan mu rusak. kau jadi jelek lagi..." ucap Bu Hutomo sengaja membuat rania tertawa.
__ADS_1
Rania hanya tersenyum mendengar ucapan mamanya.
...****************...
Dikediamannya Tomi juga sudah bersiap siap. Stelan jas dan kemeja putih sudah sejak tadi dia gunakan. Sebuah peci telah menghiasi kepalanya.
Tomi duduk dengan gelisah. Menunggu Radit yang tak kunjung datang.
Radit dan Juan sudah berjanji akan mendampingi nya, namun tak satu pun dari mereka yang datang sampai saat ini.
Cklek...pintu terbuka.
Tampak Radit sudah berdiri di depan pintu.
wajah kesal Tomi menyambut kedatangannya.
"Kenapa kau lama?"tanya Tomi.
"Ini masih jam delapan, acaranya baru dimulai jam sepuluh. Kenapa kau terlihat panik begitu." ucap Radit.
"Aku tidak mau terlambat." ucapnya.
"Ayo, semua sudah siap." ucap Juan yang muncul dibelakang Radit.
Mereka bertiga berjalan keluar bersama. Alya dan Haikal juga sudah menunggu disana.
Rombongan pengantin berjalan beriringan menuju hotel tempat perhelatan di gelar. Rombongan Keluarga Tomi, Radit dan Beberapa kerabatnya mengiringi mobil Tomi. Tomi menaiki mobil pengantin dengan Juan sebagai supir nya.
__ADS_1
Satu jam kemudian mobil mereka telah sampai. Barang bawaan dan seserahan telah diturunkan. Begitu juga dengan mahar pernikahan mereka.
Tomi menunggu di ruang yang telah disediakan, untuk pihak pengantin laki laki. Begitu juga Rania menunggu di ruangan pengantin perempuan.
Tomi duduk dengan gelisah, tangan nya tak mau diam bergerak.
"Tenanglah," ucap Radit menepuk punggungnya.
Tomi menatap sahabatnya, namun kali ini Radit tak berniat menjahilinya."Aku tahu perasaan mu, serahkan semuanya kepada yang diatas. Tarik nafas dalam dan buang perlahan. Ingat satu hal, Rania mencintaimu. Itu akan memberikan kekuatan padamu." ucapnya.
Tibalah saatnya ijab kabul. Penghulu sudah memanggil Tomi. Kini Tomi duduk di depan penghulu dan pak Hutomo.
Tomi awalnya gemetar, namun dia kembali mengingat ucapan Radit, Rania mencintainya, dan sedang menunggunya. Seperti resep yang diberikan Radit obat yang mujarab, ketakutan Tomi hilang begitu saja. Dengan lantang dia mengucapkan ijab kabul pernikahannya.
Saya terima nikah dan kawinnya Rania Adzkia Hutomo binti Hutomo dengan mas kawin tersebut tunai.
"sah...sah...sah...." terdengar para saksi dan hadirin mengucapkannya.
Rasa lega membanjiri diri Tomi. Seperti baru saja terlepas dari beban yang beratnya berton ton.
Rania di bawa keluar setelah ijab kabul selesai. Rania duduk dan mencium tangan suaminya, imam yang akan menjadi pemimpin dirinya hingga akhir dunia kelak. Rasa haru membanjiri jiwanya.
Begitu juga dengan Tomi, dia mengecup lembut kening istrinya. Rasa bahagia dan haru terlihat jelas dimatanya.
Rania terlihat sangat cantik membuat Tomi tak berkedip melihatnya.
Kini dia dan Rania telah resmi menjadi suami istri. Biduk cinta nya berlabuh. Dirinya dan Rania akan mendayung sampan bersama, melawan ombak dan angin yang menghadang. Menerjang badai hingga ke peraduan bahagia bersama.
__ADS_1
Tinggalkan jejak ya....