Pencopet Cantik

Pencopet Cantik
Tekad


__ADS_3

Tomi menyusuri lorong panjang hingga sampai di ruangan Papanya.


" Siang, Pa " sapa Tomi begitu memasuki ruangan. Merebahkan diri di sofa hingga bersandar.


"Ada apa, Pa?" tanya nya lagi


"Bagaimana dengan perjanjian kita. Mana gadis yang akan kau kenalkan kepada Papa?" tanya pak Rahmad to the point.


Tomi menunduk lemah. Dadanya terasa sesak dan sakit,


Apa yang harus aku katakan kepada Papa? Apa sebaiknya aku jujur tentang hubungan ku dengan Rania? bathin Tomi.


"Kenapa kau menunduk, Hah!" terdengar suara pak Rahmad sedikit meninggi.


"Bukankah kau yang mengatakan sendiri, akan datang dan membawa gadis pilihan mu, mana?? kenapa kau datang sendiri???? Atau jangan jangan kau tidak menemukan gadis itu, atau mungkin juga kau...." ucap pak Rahmad dengan senyum mengejek. Akhir kalimatnya sengaja dia gantung.


Tomi yang awalnya menunduk, mengangkat kepalanya mendengar ucapan pak Rahmad. Hatinya menculas mendengar ucapan Papanya yang menurut nya keterlaluan.


"Aku tidak seperti yang Papa pikirkan! Aku normal Pa!" bentak Tomi tak terima dengan tuduhan sang papa.


"Dan aku memiliki seorang kekasih." ucapnya sombong.


Pak Rahmad terkekeh...


"Oh..ya. Bagus. Kenapa tidak kau bawa sekalian kesini. Sesuai perjanjian kita ini batas akhir waktu mu, sudah satu bulan. Dan papa mau bukti bukan janji kosong." ucap pak Rahmad.


Tomi menelan ludahnya, tenggorokannya terasa kering.

__ADS_1


"Aku tidak bisa membawanya sekarang?" ucapnya.


"Kenapa?? Berarti semua yang kau katakan itu bohong dan sesuai perjanjian kau harus menikah dengan gadis pilihan Papa, titik." ucap pak Rahmad.


"Aku akan senang hati menikah dengan Rania, tapi dia sudah pergi. Dia pergi meninggalkan aku!! Dia salah paham!" ucap Tomi lirih.


"Salah paham?? Katakan, Apa yang kau lakukan padanya hingga dia salah paham dan pergi jauh dari mu?" bentak pak Rahmad.


Tomi terkejut, jadi Papanya tahu hubungannya dengan Rania.


Pak Rahmad kembali tersenyum mengejek. Dia dapat menebak isi hati Tomi.


"Kau pikir, aku tidak tahu, apa yang kau lakukan. Mencari kekasih dengan cara memaksa. Kau memaksa Rania dengan menakutinya akan melaporkan nya ke polisi, hingga dia terpaksa menjadi kekasihmu, bukan???" ucap pak Rahmad sinis.


"Aku tidak memaksanya, Papa jangan asal menuduh!" elak Tomi.


"Aku selalu memantau apa yang kau lakukan, mata mata ku selalu ada dimana mana. Aku tahu kau memaksanya walau akhirnya kau mengakui juga kalau kau mencintainya.


Papa juga tahu kau sudah melamar nya, bahkan dia beberapa kali menginap di apartemen mu. Tapi pertanyaan papa, Apa kau benar benar mencintainya atau hanya bermain main dengannya?"


"Aku mencintai nya tulus, aku sangat mencintainya." jawab Tomi cepat.


"Apa yang kau lakukan hingga dia pergi?? Kau tahu dia adalah gadis yang papa Jodohkan dengan mu." ucap pak Rahmat.


Tomi mengangguk. Terlihat jelas dia sangat prustasi. Kemudian dia menceritakan semuanya yang telah terjadi dari awal hingga akhirnya Rania pergi meninggalkannya.


Dan tadi pagi sebelum ke kantor Tomi sudah mengabarkan jika Rania memang datang sebentar ke kantor dan dengan terburu buru berlari keluar sambil menangis.

__ADS_1


Tomi semakin yakin jika Rania mendengar pembicaraan nya dengan Juan dan salah paham.


"Ada satu hal lagi, yang harus kau tahu. Pak Hutomo baru saja keluar dari sini. Dia membatalkan perjodohan kalian. Karena dia kecewa kepadamu. Kau tidak bisa menjaga putrinya."


"Pak Hutomo juga tahu aku dan Rania..????"


"Hei bodoh!" ucap pak Rahmad.


"Apa kau pikir seorang ayah akan membiarkan putrinya hidup sendiri di jalanan begitu saja! sudah pasti dia mencari nya, dan terus me mata matainya. Pak Hutomo membiarkan dia bekerja di tempatmu berharap agar kalian saling mencintai dan mempermudah perjodohan ini. Sayangnya.. tindakan mu yang bodoh telah menghancurkan semuanya. Papa kecewa pada mu." Ucap pak Rahmad.


"Nasi sudah menjadi bubur, sebaiknya kau lupakan saja Rania!""


"Apa maksud Papa?" ucap Tomi cepat.


"Perjodohan ini di batalkan dan Papa akan segera mencarikan mu jodoh yang baru. Seperti nya anak keluarga Gunawan ada yang sudah cukup dewasa dan juga cantik. Dia sepertinya menyukai dirimu.' ucap pak Rahmad menyulut emosi Tomi.


"Aku tidak mau, jika papa mau Papa saja yang menikah dengannya.!" ucap Tomi berapi api.


"Aku hanya akan menikah dengan Rania, tidak dengan yang lain. Dan aku pastikan aku akan membawa Rania ku pulang. Dalam waktu satu bulan lagi, aku akan membawa Rania kepada Papa. itu janji ku." ucap Tomi penuh amarah.


"Kita lihat, Papa mau bukti bukan janji." jawab pak Rahmad.


"Tomi pulang dulu."ucapnya segera beranjak dari duduknya dan keluar dari ruangan pak Rahmad.


Pak Rahmad tersenyum melihat sikap Tomi.


"Semoga berhasil, nak!" ucapnya pelan.

__ADS_1


__ADS_2