
Mobil Tomi kembali memasuki halaman kantor. Satpam yang melihat mobil Tomi segera membuka pintu dan mendatanginya.
"Ada yang bisa saya bantu, pak?" tanya pak satpam.
"Apa kau melihat, asisten ku nona Rania keluar dari kantor?" ucap Tomi.
"Tidak pak, sejak siang saya yang bertugas, namun saya tidak melihat nona Rania meninggalkan gedung ini." ucap Pak Satpam.
"Panggil semua anak buahmu dan cari dia di sekitar sini?" perintah Tomi yang langsung di laksanakan oleh satpam.
setengah jam berlalu dan para anak buah dan satpam sudah kembali namun Tidka membuahkan hasil. Rania belum.juga di temukan.
"Tuan, sebaiknya kita periksa CCTV kantor," ucap salah satu anak buah Tomi yang langsung di setujui. Dan kini mereka berada di ruang pengawas untuk memeriksa semua bagian yang terpasang CCTV.
"Coba di perlambat," ucap Tomi saat dia melihat bayangan Rania yang memasuki kantor.
Tampak jelas Rania masuk ke dalam lobi dan kemudian berbelok ke arah toilet. Kemudian tak lagi keluar.
"Siapa tadi yang memeriksa bagian dasar kantor dan lobi." tanya Tomi.
"Saya tuan." jawab salah satu anak buahnya.
"Sudah kamu periksa setiap ruangan yang ada disana?" tanya Tomi lagi dengan suara mengintimidasi.
"Sudah tuan, dan saya tidak menemukan nona Rania. Tapi tuan, ada satu bagian yang tidak saya periksa?" ucap anak buahnya pelan.
"Bagian mana?" Kenapa?" bentak Tomi.
"Toilet tuan. Karena tertulis jelas jika toilet nya rusak dan sedang dalam perbaikan." ucap anak buah Tomi takut.
Toilet di lobi rusak, sejak kapan di kantornya toilet rusak dan tidak di perbaiki. Biasanya jika terjadi kerusakan akan langsung di perbaiki saat itu juga.
Jangan jangan Rania ada disana.
Dengan berlari Tomi keluar dari ruang pengawasan dan segera menuju toilet yang berada di lobi kantor.
Tomi mendorong pintu dan memanggil memanggil rania, namun tidak ada jawaban.
Rania tertidur di dalam kamar mandi yang dingin dan pengap.
Setelah mendobrak beberapa pintu hingga di pintu terakhir, Rania menyahut dengan suara pelan. Suara sudah habis memanggil dan meminta bantuan tadi.
Tomi segera mendobrak pintu kamar mandi tersebut dan menemukan Rania yang duduk tertidur di atas closet.
__ADS_1
Tomi masuk dan langsung menarik Rania ke dalam pelukannya. Rania hanya diam saja, dia lelah berteriak sejak tadi
Rasa lega membanjiri hati dan jiwanya. Rasanya benar benar plong. Sungguh Tomi sangat mengkhawatirkan kondisi Rania.
Rania berusaha bangkit dengan pelan, karena kakinya kesemutan. Dia telah membuka jasnya yang basah karena sangat pengap di dalam, menyisakan kaos tanpa lengan. Tomi membuka jasnya dan memakaikannya di bahu Rania.
Rania mencoba berjalan, namun terjatuh karena kakinya masih kesemutan. Dengan sigap Tomi menangkapnya dan menggendong Rania keluar dari toilet. Rania hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada bidang Tomi.
"Segera cari tahu siapa pelakunya? Aku mau hasilnya dalam satu jam" perintah Tomi kemudian berjalan meninggalkan anak buahnya.
Tomi membawa Rania ke apartemennya. Rania sangat lelah dan lemas. Perutnya terasa lapar, tadi siang makanannya terganggu karena Tomi yang membuatnya tersedak. Dan hingga kini dia belum juga makan.
Rania sedang membersihkan dirinya di kamar mandi dan Tomi memesan makanan online. Dia yakin Rania pasti sangat lapar.
Rania keluar kamar mandi dan mencari baju di lemari pakaian Tomi, namun tak satu pun baju wanita yang dia temukan. Akhirnya dia mengambil salah satu kaos tomi dan memakainya.
Kaosnya kedodoran di tubuh mungil Rania. Rania mengikat asal rambutnya dan berjalan turun ke bawah menuju ruang tamu.
Tomi terpesona melihat penampilan Rania yang semakin cantik, murnintanoa polesan make up.
Pikiran liar Tomi muncul saat melirik bibir mungil Rania ditambah kaos yang dia gunakan hanya beberapa senti menutupi pahanya.
"Terima kasih,kak" ucap Rania pelan. Membuyarkan pikiran nakal Tomi.
"Karena sudah menyelamatkan aku." jawab Rania pelan.
"Apakah seperti itu caranya berterima kasih terhadap kekasihmu?" tanya Tomi menatap licik ke arah Rania.
Mana aku tahu, aku saja belum pernah berpacaran. Kekasih katanya, kekasih paksa.iya...
"Kenapa kau diam, Apa kau tidak tahu caranya berterima kasih kepada pacarmu?" tanya Tomi kesal.
Rania menggeleng pelan. Tomi mendesah pasrah.
Benar benar polos dan menggemaskan.
"Baiklah, akan aku ajarkan. Cium disini" ucap Tomi menunjuk pipi nya. Langsung wajah Rania berubah merah merona mendengar ucapan Tomi.
"Apa harus dengan ciuman cara berterima kasih nya?" tanya Rania dengan wajah memelas.
Senyum kemenangan terlihat diwajah Tomi. Dan dia langsung mengangguk.
"Kenapa kau malu, bukan kah kita sudah pernah melakukannya, bahkan lebih jauh lagi." ucap Tomi kembali mengintimidasi Rania.
__ADS_1
"Ayo,tunggu apa lagi." ucap Tomi tidak sabar.
Perlahan Rania mendekat dan memajukan wajahnya untuk mencium pipi Tomi, sedikit berjinjit karena Tubuh Tomi yang tinggi.
Saat jarak mereka hanya tinggal dua senti lagi, Tomi tiba tiba menoleh dan "Cup", bibir Rania sukses mendarat di bibir Tomi. Membuat Rania membelalakkan matanya tak percaya.
Rania ingin mendorong tomi, Namun Tomi menahan tengkuk nya dan kembali mencium Rania. Awalnya hanya bibir yang menempel, perlahan Tomi mulai memberikan ******* ******* kecil dan menggigit bibir bawah rania pelan hingga Rania mengaduh dan membuka mulutnya, Tomi tak menyia-nyiakan kesempatan langsung memasukkan lidahnya dan mengabsen seluruh mulut Rania.
Rania memukul dada bidang Tomi, namun Tomi tak mau melepaskannya, malah memegang tangannya menggunakan tangan yang satunya. Akhirnya Rania hanya bisa meremas kaos yang di gunakan Tomi.
Setelah keduanya kehabisan nafas, Tomi baru melepaskan ciumannya.
Tomi tersenyum senang. Dia melirik Rania yang terlihat malu dan merona.
"Bibir mu sangat manis, aku sangat menyukainya. Aku tahu, aku yang pertama buatmu , kan?" ucap Tomi. Tatapan nyantajam menuntut Rania berkata jujur.
Rania mengangkat kepalanya dan berniat untuk membantah, namun ucapan Tomi sukses membuatnya bungkam.
"Kau tidak bisa berbohong... kau tidak tahu caranya berciuman. Tapi tenang saja aku kan mengajari mu dengan senang hati." ucap Tomi tersenyum devil.
Rania berusaha bangkit dan akan membalas Tomi namun bunyi bel menghentikan pertengkaran mereka. Tomi segera bangkit dan membuat pintu. Dia tahu pasti yang datang pengantar makanan.
Tomi kembali membawa kantong makanan di tangannya.
"Ayo makan." ucap Tomi menyajikan makanan yang dia bawa diatas meja.
"Kenapa kau diam saja. Atau kau ingin kita mengulang nya kembali? aku dengan senang hati mengulanginya." ucap Tomi.
Rania berjalan ke meja makan dan mengambil makanannya. Memakan nya dengan lahap.
Tomi terkekeh melihat Rania makan dengan lahap.
Baru saja dia marah dan merajuk, Tapi melihat makanan di depan nya dia langsung melupakan kemarahannya dan menyantapnya dengan lahap. Sungguh gadis yang aneh.
Tomi ikut menyantap makanannya. Setelah selesai makan, Rania masuk kedalam kamar tamu dan beristirahat.
mamie sudah crazy up ya....
jangan lupa like and vote nya. Makasih
"
"
__ADS_1