
Tomi mengemudikan mobnya kembali ke kantor. Ditengah perjalanan tomi memutar arah menuju kediaman Rania.
Tomi akan mengajak Rania pergi untuk membeli baju pertunangan mereka sekaligus memesan gaun pengantin.
Tomi sudah sampai di halqmqn rumah Rania. Membuka pintu mobilnya dan turun. Berjalan santai menuju pintu.
Tok...tok..tok
Tomi mengetuk pintu.
Tak lama seorang pelayan datang dan membuka pintu untuk Tomi.
"Selamat siang tuan," sapa pelyan ramah dan membungkuk.
"Nona Rania nya ada?" tanya Tomi to the point.
'Ada, silahkan masuk Tuan." ucap pelayan mempersilahkan Tomi masuk.
"Sebentar saya panggilkan nona. silahkan anda duduk di sofa." ucap pelayan dan pergi meninggalkan Tomi.
Tomi memperhatikan rumah Rania. Semalam dia b gitu tegang dan takut, jadi Tidka memperhatikan isi rumah calon mertuanya itu.
Warna.kuning emas mendominasi keseluruhan ruangan. Hanya sofa saja yang berwarna kuning gading. Hiasan dinding berupa.Lukisan dan beberapa benda peninggalan jaman kuno. Yang paling menarik adalah photo seorang gadis kecil dengan seragam SMP sedang memegang piala dan medali. Tomi berjlan mendekat, hingga dia berdiri tepat di bawah photo tersebut.
"Apakah ini Rania? kenapa dia terlihat sangat berbeda? Apa ini?, ternyata dia adalah siswa terbaik dalam olimpiade mate matika. Wah hebat sekali dia. Guman Tomi pelan.
Rania menuruni tangga dan dia tersenyum melihat Tomi berdiri memandang photonya.
"Apa yang kau lihat sayang?" tanya Rania.
"I..itu benar kamu?" tanya Tomi.
Rania mengangguk. "Emangnya kenapa?" tanya nya heran.
"Tidak, tidak apa apa." jawab Tomi cepat.
"Kau sudah siap? ayo, segera berangkat, ini sudah sore." ucap Tomi sengaja mengakhiri pembicaraan nya. Danengajak Rania pergi.
Rania dan Tomi jalan bergandengan. Tomi membukakan pintu mobil Rania, dan Rania masuk kedalam. Tomi juga masuk dan langsung menancap gas mobilnya menuju butik langganan mama nya.
"Kita mau kemana yang?" tanya Rania penasaran.
Tadi Tomi menelponnya akan mengajaknya pergi, tapi Tomi tidak mengatakan kemana mereka akan pergi.
"Kita akan pergi ke butik langganan mama. Kita akan memilih kebaya yang akan kita pakai Minggu depan. Kau tahu sayang, aku sudah tidak sabar menanti saat itu, saat dimana semua orang tahu jika kau adalah milikku." ucap Tomi. Wajahnya tak lepas dari senyuman.
"Aku juga sudah tak sabar, sayang..." ucap Rania malu malu.
__ADS_1
"Kau tak perlu malu," ucap Tomi pelan dan sebelah tangannya meraih tangan Rania dan menggenggamnya.
Mobil terus melaju hingga tak terasa mereka telah sampai di butik yang dikatakan Tomi. Tomi memarkirkan mobilnya di parkiran.
Tomi turun dan segera menggandeng tangan Rania. Mereka berdua masuk ke dalam dengan bergandengan tangan.
"Selamat sore, ada yang bisa saya bantu?" sapa pramuniaga ramah.
Rani tersenyum ramah. Namun sebaliknya Tomi menunjukkan wajah datarnya.
"Kami ingin melihat lihat kebaya" ucap Rania.
"Anda mau yang model apa nona, dan untuk acara apa?" tanya si pramuniaga.
"Aku ingin yang paling bagus dan paling cantik." jawab Tomi memotong sebelum Rania berbicara.
"Tunggu sebentar, Saya akan segera kembali. Silahkan tunggu di sana" ucap pramuniaga. Mengangguk ramah dan berlalu dari hadapan mereka.
Saat Tomi duduk, Muncullah Tante Merry sang pemilik butik.
"Hai, Tomi. Apa kabar? Maaf ya, apa sudah lama menunggu disini?" tanya nya ramah.
"Tomi tersenyum ramah "baru sampai kok tante."
"Oh...ini ya calon istri kamu, cantik sekali. Hallo sayang, kenalkan saya Tante Merry pemilik butik ini." sapa tante Mery ramah.
"Tomi, Rania , Ayo masuk ke ruangan Tante aja." ajak tante Mery.
Rania dan Tomi mengikuti Tante Merry masuk kedalam ruangan nya.
"Dila, bawakan kemari kebaya rancanag terbaru." ucap Tante Merry melalui interkom nya.
"Tante sangat terkejut mendengar kau akan bertunangan, Tante nggak nyangka. Akhirnya kau mengakhiri masa lajang mu. Padahal yang Tante tau mama mu pusing mencarikan jodoh buatmu ." ucap Tante Merry.
"Tante bisa aja. Ini pilihan aku sendiri tan, bukan perjodohan. Mama aja yang sibuk, mencarikan ku jodoh. Padahal aku bisa mencari sendiri." jawab Tomi.
Tante Mery tertawa melihat wajah Tomi yang terlihat kesal.
"Oh ya, konsep apa yang ingin kalian pakai untuk pernikahan kalian." kembali Tante mery bertanya.
"Aku maunya yang paling bagus dan paling cantik Tante." ucap Tomi.
"Aku mau yang elegan, anggun, sederhana tidak banyak model tapi terlihat mewah Tante." ucap Rania.
"Ada lagi?" tanya tante Mery.
Tangannya tak henti menggores kertas dia hadapannya. Sambil terus menanyakan apa yang diinginkan oleh keduanya. Hingga akhirnya, dia selesai dan berucap.
__ADS_1
"Apakah seperti ini? tanya Tante Mery.
Rania dan Tomi sama sama melihat kertas yang di pegang oleh Tante Mery. Rania terpana melihat Tante Mery bisa membuat sketsa hanya dalam beberapa menit saja.
"Ini hanya konsep dasar, untuk lebih detailnya lagi akan tante kabarin nanti. Bagaimana?" tanya Tante Mery.
"Bagus, tapi tan... aku mau lehernya agak tinggi dikit, aku nggak mau terlihat belahan dada nya." ucap Tomi.
Tante Merry terkekeh. Lucu melihat sikap Tomi yang cemburu.
"Ok, akan di perbaiki sesuai dengan keinginanmu." ucap Tante Mery.
" Aku tidak menyangka ternyata kau cemburuan."
"Untuk kebayanya aku serahin ma Tante aja. Aku yakin, Tante pasti akan membuat yang terbaik." ucap Rania.
Tante tersenyum mendengar ucapan Rania. Terlihat kejujuran dan ketulusan dalam ucapannya.
Gadis ini polos dan jujur, beruntung Tomi mendapatkan gadis baik seperti ini.
"Maaf nyonya, ini baju yang anda minta." ucap pelayan yang masuk membawa beberapa buah kebaya.
"Silahkan di pilih dan di coba."
"Dila, antar dan bantu nona Rania memakai kebayanya." perintah Tante Mery.
Rania mengambil sebuah kebaya putih tulang yang cantik dan membawanya ke ruang ganti.
Beberapa menit kemudian dia keluar dengan langkah malu.
"Tomi lihatlah, " ucap Tante Mery begitu Rania berjalan keluar.
Tomi terus memandang Rania. "Cantik dan sangat pas di tubuhnya.
Karena tak juga mendapat jawaban, Rania kesal dan berbalik. Ingin segeraengganti kebayanya.
"Tunggu," ucap Tomi.
"Aku suka yang itu, kita ambil yang itu saja. Kau terlihat sangat cantik memakainya." ucapnya lagi.
Kemudian Tante Mery juga membawakan batik senada dengan kebaya Rania. Tomi tidak mau menggunakan jas, dia ingin menggunakan batik pada acara pertunangannya.
Selain itu Tomi juga memilih satu pasang kebaya dan batik lagi untuk nya.
Setelah memilih dan membayar bajunya, Tomi dan Rania pamit kepada tante Mery. Tante Mery akan mengantar baju Rania berserta baju orangtua mereka yang sudah di pilih sebelumnya oleh mama Rania dan mama Tomi.
Like vote and koin seikhlasnya terima kasih.
__ADS_1