
Pertemuan memakan waktu yang lama, hingga jam menunjukkan pukul empat sore.
Tomi meralih ponselnya dan mulai menghubungi Rania.
"Halo, sayang.....kamu lagi dimana?" tanya Tomi begitu terdengar telponnya di angkat.
"Masih di kantor, kenapa yang???" tanya Rania.
"Tidak ada, aku hanya sangat merindukan mu." ucap Tomi.
wajah Rania langsung merah merona, mendengar ucapan Tomi. "Aku juga merindukan, mu." ucap Rania pelan.
"Tunggu aku, aku akan segera kembali." ucapnya dan panggilan di akhiri.
Tomi tersenyum sendiri. Moodnya kembali setelah menelpon Rania.
seperti inikah rasanya jatuh cinta? dulu aku juga pernah jatuh cinta, tapi rasanya tidak seindah ini. bathin Tomi.
"Juan, singgah di toko bunga sebentar." perintah Tomi.
"Baik, Boss." jawab Juan.
Sejak aku bekerja dengan nya, baru kali ini aku melihat boss Tomi sangat bahagia. Cinta memang sangat luarbiasa. bathin Juan.
Tomi membeli mawar putih, dan membawa nya kembali ke kantor.
"Sayang......" panggilnya
Rania menoleh ke arahnya. Dan terkejut sebuah buket mawar yang cukup besar menutupi wajah Tomi. Diraihnya buket mawar tersebut dan dihirupnya aroma wangi nya dengan sepenuh jiwa.
"Terima kasih sayang," jawab Rania.
"Kamu suka?"
" Aku sangat menyukai mawar putih, terima kasih." jawabnya. Masih menghirup aroma mawar ditangannya dan menikmatinya.
__ADS_1
"Ayo, pulang." ajak Tomi.
"Ayo," Rania menyambut uluran tangan Tomi dan mereka berjalan menuju lift.
" sayang, lepas!" ucap Rania.
"Kenapa?"
"Ini di kantor, Malu di lihat para karyawan." ucap Rania.
"Kamu malu berpacaran dengan Ku?" ucapnya kesal dan melepaskan genggaman tangannya.
haduh..salah paham deh... bukan aku malu berpacaran dengan mu tapi aku malu kalau para karyawan tahu... bathin Rania.
"Sayang....." panggil Rania manja mencoba merayu Tomi. Tangannya bergelayut manja.
"Aku tidak malu berpacaran dengan mu, tapi aku malu jika mereka tahu kita "Boss dan assiten" berpacaran, ini di kantor sayang. Aku mau kamu profesional, kamu Boss harus jadi panutan. Di akntir aku asisten mu" ucap Rania coba menjelaskan.
Tomi mencerna ucapan Rania dan mangut manggut.
Mereka melangkah beriringan keluar dari kantor. Beberapa karyawan yang tidak sengaja berpapasan dengan mereka berbisik bisik membicarakan mereka. Dan sayang nya Tomi mendengar nya. Tomi berhenti dan melirik kearah mereka.
"Aku tidak membayar kalian untuk bergosip, jika masih ingin bekerja disini, bekerja lah dengan baik."
Setelah berbicara Tomi melanjutkan langkahnya. Tinggal para karyawan yang diam, kaku dan langsung membubarkan diri setelah Tomi pergi.
Didalam hati mereka menyesali perbuatannya.
...----------------...
Didalam mobil Rania mencoba berpikir cara untuk mencairkan suasana. Tomi yang masih terlihat kesal mengemudikan mobilnya dengan cepat dan kencang.
"Sayang.....apa kau ingin kita mati?" bentak Rania.
"kalau kau mau mati, mati aja sendiri. Aku masih muda. Dan aku masih belum meminta maaf kepada mama dan papa. Aku belum mau matiiiiiii! Bahkan aku belum menikah" ucap Rania keras.
__ADS_1
Tiba tiba mobil mereka berhenti karena Tomi mengeremnya secara mendadak.
"Maafkan aku, aku cuma kesal dengan mereka. Lagipula kau juga diam saja saat mereka membicarakan mu di belakang." ucap Tomi masih kesal.
"Terus, aku harus bilang apa? Apa yang mereka ucapkan semuanya benar, bukan? aku asisten mu dan kau Boss aku, dan kita ....!" Mereka pasti berpikir aku menjerat mu dengan berbagai macam cara. Bahkan dengan......".
Rania tak berani meneruskan ucapannya.
Setelah menarik nafas panjang dan mengeluarkan nya dengan keras. Tomi memutar duduknya menghadap Rania. Memegang bahunya.
" Maafkan aku, aku hanya kesal mereka berani menghina mu." ucap Tomi menunduk.
"Aku tidak apa apa. Kau tidak perlu khawatir." jawab Rania tersenyum lebar.
"Terima kasih." jawab Tomi.
Tomi kembali membetulkan duduknya dan melajukan mobilnya.
"Kau mau membawa ku kemana?" tanya Rania heran. Sudah hampir satu jam perjalanan mereka belum juga sampai.
" Ke penghulu." ucap Tomi asal.
Rania memerah menahan malu dan langsung memeluk lengan Tomi.
"Apa kau tidak bisa romantis sedikit aja. Menyebalkan....." ucap Rania manyun.
Tomi semakin gemas melihatnya.
"Sabar, sebentar lagi juga sampai." jawab Tomi.
Beberapa menit kemudian mereka berbelok ke sebuah taman kecil di pinggir danau buatan yang letaknya di pinggiran kota. Bahkan Rania belum pernah melihatnya.
"Cantik sekali..." ucap Rania begitu dia memijakkan kakinya di rumput dan memandang ke arah danau yang indah di hiasi bunga bunga di pinggir nya.
Siapa yang bisa nebak, Kira kira apa yang akan di lakukan Tomi disana????
__ADS_1