
Pencarian tomi menemukan titik terang. Diki sudah melaporkan dimana titik lokasi terakhir kali Rania menggunakan ponselnya. Lokasinya berada di daerah Bogor.
Tomi tersenyum kecut.
Sebegitu ingin jauhnya dia kah dari ku? Apa aku melakukan kesalahan yang cukup fatal hingga dia pergi begitu saja tanpa menanyakan kebenaran nya padaku??? Andai dia bertanya lebih dulu, pasti Tidka akan seperti ini. bathin Tomi.
Tomi memandang photo cincin pertunangan yang di berikan nya kepada Rania. Hatinya sakit melihat Rania melepas cincin itu, tapi sesuatu menggelitik jiwanya saat dia membaca pesan Rania.
Rania memutuskan pertunangan mereka melalui pesan chatt dan yang membuat Tomi tersenyum geli, photo cincin yang di kirim oleh Rania.
"Aku akan memasangkannya lagi di jari manis mu, dan aku pastikan kau tak akan melepaskannya lagi untuk selamanya." ucap Tomi pelan.
Tomi pulang ke apartemen nya. Dia menyusun beberapa steel bajunya ke dalam ransel.
Tomi akan menyusul Rania ke Bogor.Dia akan menunggu Rania sampai Rania mau memaafkan nya. Walau enakan waktu yang lama. Tomi yakin akan hal itu. Dan dia sudah mempersiapkan diri dan mentalnya.
Setelah nya dia menelpon Radit.
"Ya hallo.." jawab Radit.
__ADS_1
"Dit, aku akan pergi untuk beberapa waktu, aku cuma minta tolong, jika Papa kewalahan mengurus perusahaan, aku harap.kau mau membantunya. Tolong dit, kali ini aku sangat berharap padamu." ucap Tomi dengan suara lirih.
Radit sampai terkejut mendengar suara Tomi yang terdengar seperti putus asa.
"Katakan padaku apa yang terjadi?" tanya Radit.
"Aku akan pergi entah berapa lama. Aku akan mengejar Rania. Dia salah paham padaku. Dia mendengar aku bercerita kepada Juan. Aku memang salah karena niat awal aku mendekati nya hanya karena aku marah dan dendam karena dia menolak ku dan mengatai aku gendut, botak. Hingga ketika aku sedang cerita dia dengar, tapi dia pergi tanpa mendengar hingga aku selesai bicara.
Padahal aku sudah mengakui perasaan ku padanya, aku sudah melamarnya dan aku akan membawanya ke rumah untuk bertemu papa dan mama. Tapi s belum Semua terwujud dia sudah kabur lebih dulu." jelas Tomi.
"Apakah kau serius ingin menjadikan nya pendamping hidupmu?" tanya Radit menelisik lebih dalam melalui suara Tomi yang terdengar putus asa.
"Maka aku akan pergi untuk mengejarnya, menjelaskan semua kesalahpahaman ini,dan membawanya kembali.'' jawab Tomi.
"Semoga berhasil, bawa pulang dia sebagai calon pengantin mu." ucap Radit menyemangati Tomi.
"Thanks bro. Sekarang aku lebih tenang." ucap Tomi.
"Aku pamit. Salam buat Alya dan Haikal." Ucap Tomi di akhir Panggil nya. Kemudian berjalan gontai membawa ranselnya keluar dari apartemen nya.
__ADS_1
Malam ini Tomi sudah memutuskan jika dia akan segera berangkat mencari Rania di Bogor. Karena untuk lokasi pastinya belum dia tahu.
Rania sengaja tidak mengaktifkan nomor telponnya, karena dia tidak mau di hubungi oleh Tomi dan keluarga nya.
Hari hari yang Rania lalui di rumah bik Sumi lumayan menyenangkan. Dia bekerja sebagai pelayan rumah makan Bik Sum.
Bik Sum bersedia menampungnya dan memperkerjakan nya disana. Rania merasa senang karena selain mendapatkan tempat tinggal dia juga mendapat pekerjaan.
Bik Sum sangat baik dan ramah. Rania juga belajar memasak berbagai jenis makanan disana.
Ini sudah seminggu setelah Rania pergi. Dan Tomi sudah berkeliling kota Bogor. Karena merasa lapar Tomi singgah ke sebuah rumah makan kecil yang letaknya di pinggiran kota.
Rasa lapar membuatnya membelokkan mobilnya ke warung tersebut. Walau kecil namun warung tersebut sangat ramai dan juga terlihat bersih. Tomi langsung masuk dan duduk di salah satu meja yang kosong disana. Memesan makanan dan menyantap nya dengan lahap. Ternyata rasanya tak kalah enak dengan restoran bintang lima. Dalam sekejap makanan di piring nya habis tak bersisa. Tinggal jus buah yang masih utuh di gelasnya.
Akan kah Rania ketemu dengan Tomi?????
tunggu updatenya siang ini.
Terima kasih
__ADS_1