Pencopet Cantik

Pencopet Cantik
Amarah Tomi


__ADS_3

Tomi menjalani harinya seperti biasa. Aktivitas nya yang lumayan padat membuat waktunya untuk bersama dengan Rania berkurang. Bahkan siang ini dia tidak makan siang bersama Rania karena ada meeting bersama dengan klien.


Rania sendiri tidak merasa keberatan, karena dia tahu jadwal Tomi yang cukup padat menyita waktu dan pikirannya.


Rania sudah mengepak pakaiannya dan akan pulang ke rumahnya besok. Tidak banyak, karena dia memang hanya membawa beberapa steel baju saja waktu kabur dari rumah.


Diambilnya ponselnya untuk menelpon Tomi. Dia belum mengatakan jika dia akan kembali besok. Tadi di kantor Rania tidak sempat mengatakannya karena Tomi sangat sibuk dan dia memakluminya.


Tomi kembali bekerja bersama Juan. Rania hanya membantu hal hal yang kecil aja, karena intinya memang Juan lah sekretaris Tomi yang sebenarnya.


Sudah tiga kali panggilan berdering namun tak juga diangkat oleh Tomi. Rania melirik jam di nakas, sudah jam sepuluh malam, kemana perginya dia?? tanya Rania dalam hati.


Rania mencoba menghubunginya kembali, namun tetap sama tidak di angkat juga. Lalu dia melepaskan ponselnya di nakas.


Mungkin Tomi sedang meeting atau dia sedang beristirahat di rumah karena lelah.


sebaiknya aku chatt saja. bathinnya.


Malam my hubby, lagi ngapain??? jangan lupa istirahat ya, dari yg selalu merindukan mu.


Rania


Pesan terkirim dan masih centang 1, Rania berpikir jika Tomi sedang istirahat dan mungkin juga sudah tertidur karena kelelahan.


Sementara di seberang Tomi masih duduk sendiri, memikirkan kembali hubungannya dengan Rania.


Bagaimana reaksi Rania saat tahu, dia yang akan di jodohkan dengannya, Apakah Rania akan bahagia atau malah sebaliknya??


Ya, Tomi memang sudah tahu jika Rania adalah gadis kecil yang akan di jodohkan dengannya. Yang mati matian di tolak hingga kabur dari rumah.


Flash back on


Tomi kembali ke rumah setelah mendengar nasihat dari Radit. Benar yang dikatakan Radit, dia harus menemui gadis itu dulu sebelum dia memberikan penilaian.


Malam itu dia tidur di rumah orangtuanya dan menyetujui usulan orangtuanya, dia akan menerima perjodohan tersebut, jika dalam satu bulan dia tidak menemukan gadis yang cocok untuk menjadi istrinya sesuai dengan pilihan nya.


Tomi menaiki tangga menuju kamarnya untuk beristirahat. Di dalam kamar, entah mengapa dia merasa sangat haus, akhirnya Tomi memutuskan untuk turun ke bawah mengambil air minum. Dan pada saat yang sama dia tidak sengaja mendengar pembicaraan orangtuanya dengan seseorang yang menurutnya adalah orangtua si gadis.


Tomi menghentikan langkahnya dan mencuri dengar apa yang di bicarakan orangtuanya.


"Ya, Anakku sudah setuju, jika dia tidak bisa menemukan calon istrinya dalam satu bulan, dia akan menerima perjodohan ini" ucap pak Rahmad aji Putra Papa Tomi.

__ADS_1


"Alhamdulilah, tapi ada sedikit masalah pak?" ucap seseorang di seberang.


"Masalah apa?" tanya pak Rahmad


"Anakku KIA kabur dari rumah karena dia menolak perjodohan ini. Dia menolak karena aku mengatakan jika calon suaminya sudah dewasa. Dan dia beranggapan jika pria itu tua, dan gendut. Hahaha..." ucap Papa Rania terkekeh...


"Sayang nya aku tidak mengklarifikasi nya, aku pikir biar dia bertemu langsung dan melihat sendiri, jika persepsi nya itu salah, ternyata dia sudah kabur lebih dulu." ucap Pak Hutomo.


Tawanya menular kepada pak Rahmad.


Sementara di balik tembok Tomi mengepalkan tangannya kuat, hingga buku buku nya memutih. Berani sekali gadis itu menolaknya dan tadi apa, dia mengatai aku tua dan gendut. Kurang ajar sekali, seumur hidup belum pernah ada yang berani menghina ku, Ini seorang gadis kecil berani mengatai aku tanpa melihatku dulu. Aku sungguh merasa terhina . Aku harus mencari tahu siapa gadis itu. bathin Tomi sambil terus mendengarkan percakapan orangtuanya.


"Lalu bagaimana rencana kita, apa akan terus berjalan?" tanya paka Rahmad


"Pasti, aku sudah memblokir semua kartu kredit dan ATM nya, dia pasti akan kembali. Anak manja itu tidak akan bisa hidup di luaran sana tanpa uang." jawab pak Hutomo.


"Baiklah, kita akan mempertemukan mereka satu bulan lagi, aku juga yakin jika Tomi tidak akan mendapatkan calon istri hanya dalam waktu satu bulan." jawab pak Rahmad


"Baiklah aku setuju. Selamat malam." terdengar suara ponsel dimatikan.


Sontak Tomi bersembunyi. Tak lama pak Rahmad keluar dari dalam dapur.


Kembali kata kata Rania terngiang di kepalanya. Tua dan gendut....sungguh Tomi sangat merasa tersinggung dan terhina.


Tomi berjalan kembali ke kamarnya membawa segelas air putih.


Dia coba untuk langsung tidur, Karena tadi dia memang merasa sangat lelah. Namun matanya tak mau berkompromi. Pikirannya tak mau diajak beristirahat. Kata kata Rania terus berputar putar di kepalanya.


Argh......Tomi berteriak frustasi. Amarah yang sudah coba dia redam tetap tak mau padam.


Diambilnya ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Cari tahu segera, siapa gadis yang di Jodohkan papa dengan ku. Aku mau infonya besok pagi." ucap Radit.


"Tunggu gadis kecil, aku akan membuat perhitungan denganmu, berani sekali kau menghina seorang Tomi " ucap Tomi tersenyum licik.


Setelah itu dia meletakkan ponselnya dan mulai memejamkan matanya. Berharap esok cepat datang dan dia bisa segera mengetahuinya.


Pagi menjelang Tomi segera berangkat ke kantor, karena dia sangat penasaran dengan gadis kecil menyebalkan itu. Belum selesai urusannya dengan Rania gadis yang sudah mencopet ya, kini dia harus berurusan lagi dengan gadis pembawa masalah lainnya.


Tomi melajukan mobilnya dengan cepat dan sampai di kantor pagi sekali.

__ADS_1


Juan sudah menunggunya dan membawa information yang dia butuhkan.


"Bagaimana, Apa kau sudah menemukan orangnya? tanya Tomi. Ekspresi wajahnya berubah marah mengingat ucapan orangtua si gadis.


" ini Tuan," Juan menyerahkan amplop berwarna coklat.


Dengan tidak sabar Tomi membukanya, dan matanya terbelalak melihat gambar dan biodata si gadis.


"Apa.kau tidak salah orang?" tanya nya papa Juan.


"Tidak tuan, saya sudah menyelidikinya. Keluarga Hutomo hanya memiliki seorang anak perempuan yang bernama Rania Zaskia Hutomo. Anda bisa membaca biodatanya disitu. Semua jelas tertulis." jawab Juan menjelaskan.


"Bawa kemari data karyawan baru yang bernama Rania." ucap Tomi memerintah.


Juan mengambil ponselnya dan menelpon bagian personalia untuk mengantarkan data tentang Rania.


Tak berapa lama Udin dari bagian personalia datang dan membawa data yang diminta oleh Tomi.


"Ini tuan." ucap Udin.


"Terima kasih, kau bisa kembali bekerja." ucap Tomi.


Udin keluar ruangan dan Tomi segera meraih data yang dibawa Udin, membukanya dan mencocokkannya dengan data diri Rania.


Tomi tersenyum, datanya sama hanya Rania tidak menggunakan nama keluarga nya dalam surat lamaran kerjanya.


"Bagus, ternyata kau kucing kecil, aku beruntung karena tidak perlu jauh jauh mencarimu, ternyata kau sudah ada disini. Tunggu saja dan lihat apa yang akan aku lakukan padamu." ucap Tomi tersenyum miring.


"Juan, alihkan semua pekerjaan kepada Rania dan katakan padanya jika kau akan aku pecat." ucap Tomi tegas.


Juan terkejut, "Boss, akan memecat saya?" tanya nya dengan suara tercekat dan ekspresi wajah pucat.


"Ya, aku akan memecat mu , jika kau tidak bisa meyakinkan Rania, jika kau akan aku pecat karena aku sudah menjadikannya asisten pribadiku." ucap Tomi tersenyum licik.


"Tapi untuk apa?" tanya Juan heran


"Itu urusanku, kau lakukan saja tugasmu, secepatnya." ucap Tomi dengan tegas. Dan Juan terpaksa mematuhinya.


Flash back Off


Jangan lupa dukung mami, dengan tekan rate bintang lima, boom like and vote. Juga koin seikhlasnya. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2