Pencopet Cantik

Pencopet Cantik
Pertunangan


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat. Hari pertunangan yang di tunggu tunggu sudah hampir tiba. Besok hari bahagia itu menjadi nyata.


Persiapan pertunangan sudah hampir seratus persen. Pertunangan nya diadakan di salah satu hotel milik keluarga Rania.


Kedua belah pihak keluarga sangat antusias. Papa Rania memeriksa secara langsung persiapan nya.


Di hotel.


Tamu undangan sudah mulai berdatangan. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Aula hotel yang akan digunakan sudah disulap dengan sedemikian rupa sehingga tampak sangat cantik.


Radit dan Alya juga sudah bersiap siap untuk menghadiri pesta pertunangan ini. Sayangnya Radit dan Alya sengaja tidak membawa Haikal dalam acara mereka. Ini acara resmi dan akan ada banyak orang disana, Radit tak mau mengambil resiko.


"Kamu sudah siap sayang?" tanya Radit begitu memasuki kamar untuk melihat Alya.


Radit terpesona akan kecantikan istrinya yang sudah rapi berbalut kebaya biru muda senada dengan batik yang dia pakai.


Radi berjalan mendekati dan memeluk Alya dari belakang. Meletakkan kepalanya di pundak dan menghirup dalam aroma wangi sang istri yang selalu jadi candunya.


"Sayang, kamu cantik sekali. Rasanya aku tak ingin membiarkanmu keluar. Aku akan mengurungmu bersama ku di kamar ini saja." ucap Radit merayu.


"Sayang....kita sudah hampir terlambat." ucap Alya coba mengingat kan suaminya yang masih memeluk erat dirinya.


"Aku tak ingin melepaskan mu, kau begitu menggoda, sayang!" ucap Radit semakin ngaco.


Alya berbalik dan menghadap suaminya. Dipegangnya kedua pipi Radit, tersenyum manis dan berucap lembut.


"Apa kau akan mengurungku disini? Kita tak jadi datang ke pertunangan sahabat baik mu, Tomi? aku sih senang saja disini menemani mu, tapi apa kata Tomi, nanti? kau tak ingin mengecewakan nya bukan?"


Alya mencium singkat bibir Radit, "Sayang ayo kita berangkat." ucapnya kemudian menarik tangan Radit.


Radit masih tak bergeming. " Yang, nanti kau tak boleh jauh dariku, aku tak mau orang lain melihat kecantikan mu." ucap Radit serius.


Alya tertawa, dia kembali mendekat dan memeluk suaminya. "Memangnya ada yang berani mendekati ku jika suami tampanku ini ada di sampingku? Aku mencintaimu dan hanya akan mencintaimu." ucap Alya.


Radit tersenyum lebar. " Mari tuan putri, hamba siap mengantar tuan putri kemana pun.' ucap Radit.


Radit dan Alya turun dan berpamitan pada Inah dan jojo.


"Inah, aku pergi dulu, jaga baik baik Haikal." ucap Alya.


Inah mengangguk.


"Jo' panggil Radit.


"Ya, tuan." jawab Jojo.


"Pastikan keamanan rumah selama aku pergi. Jangan menerima tamu atau bingkisan apapun." ucap Radit memerintah.


"Siap Tuan " jawab Jojo.


Radit menggandeng Alya memasuki mobil dan berangkat ke pesta pertunangan Tomi. Pak Joko supir pribadi Alya yang mengantarkan mereka.


Radit dan Alya turun dan memasuki aula hotel. Tampak suasana sudah sangat ramai. Radit menarik Alya dan menggemgam tangannya lembut, berjalan ke arah Tomi dan keluarga nya.


"Malam, om Tante." ucap Radit ramah kepada kedua orang tua di depannya.


"Malam nak Radit, Alya." sapa tuan Hutomo dan istrinya ramah.


"Radit juga menyapa beberapa orang kolega yang dia temui disana. Sebelah tangannya tak lepas menggenggam tangan istrinya.


Rania tampil sangat cantik dengan balutan kebaya pilihan Tomi. Begitu sebaliknya Tomi juga terlihat sangat tampan.

__ADS_1


Benar benar pasangan yang serasi.


Rania sendiri gugup, dia yang sejak tadi telah siap merasa sangat gelisah. Bingung dan takut menghantui jiwanya.


Namun kini semua ketakutan nya sudah hilang berganti kebahagiaan yang nyata.


Hari ini dia sudah bertunangan dengan Tomi, kekasihnya.


Tomi menggandeng tangan Rani turun dari panggung. Radit langsung menyambut nya dan tak lupa mengucapkan selamat.


"Selamat ya Rania, sebentar lagi. kau akanenyandang status baru, istri dari Tomi." ucap Alya mencium pipi Rania.


"Terima kasih kak," jawab Rania tak kalah ramah.


Rania baru mengenal Alya, namun dia dapat merasakan jika Alya orang yang baik dan ramah.


acara pertunangan pun dimulai, hingga pada acara pemasangan cincin.


Tomi tak berkedip melihat kecantikan calon istri nya. Rani terlihat begitu cantik dan anggun. Sepadan dengan tomi yang juga ganteng. Keduanya melakukan photo bersama setelah acara pemasangan cincin.


Tomi terlihat sangat bahagia. Begitu juga dengan Rania. Senyum selalu menghiasai wajah keduanya.


"Akhirnya kita berbesanan pak Rahmad." ucap pak Hutomo memeluk erat sahabatnya.


"Jodoh memang nggak kemana, buktinya kedua anak nakal itu kabur, eh nggak tahu nya ketemu dan berjodoh." ucap pak Hutomo tertawa.


"Memang unik kisah cinta mereka" ucap istrinya menimpali.


"Itulah jalan takdir, tapi aku juga salut melihat kegigihan putra mu. Dia tidak mundur walau pun aku mengatakan tak merestui dirinya." ucap pak Hutomo lagi dengan serius.


"Aku bangga dan aku harap selamanya dia akan mencintai putriku seperti itu." ucapnya pelan. Matanya sudah berkaca kaca.


"Kok malah melow gini. Ini baru pertunangan, bisa bisa kau yang pingsan saat harus melepaskannya di acara pernikahan mereka nanti." ucap pak Rahmad tertawa pelan. Tawanya menular kepada pak Hutomo. Dan akhirnya mereka tertawa bersama.


"Aku juga, aku sangat bahagia" jawab Rania tersenyum.


"Wuih...selamat ya boss. Dan juga Rania. Aku senang akhirnya boss sebentar lagi menikah, jadi nggak marah marah lagi di kantor." ucap Juan sengaja membuat marah Tomi.


"Memang dasar boss galak," jawab Rania menimpali.


"Kamu bilang apa sayang?" tanya Tomi menatap tajam.


Rania terdiam sesaat, namun setelah itu dia tersenyum.


"Sekali lagi selamat ya boss, aku turut senang." ucap Juan memeluk Tomi.


"Thanks bro, semoga kau juga segera menyusul." balas Tomi.


Setelah Juan pergi, Tomi kembali berbisik kepada Rania.


" Kau mengatai ku boss galak," bisik Tomi kepada Rania.


Bukan menjawab Rania malah terkekeh pelan. "Memang dulu kau galak." jawab Rania.


"Tunggu aja, setelah acara ini kau akan mendapat kan hukuman dari boss yang galak ini," ucap Tomi tersenyum licik.


Seketika bulu kuduk Rania meremang. "Hah, apa maksud ucapannya." pikir Rania.


Tomi yang melihat Rania berpikir, kemudian tertawa dan kembali berbisik. " kau tak akan bisa melupakan hukuman yang akan aku berikan padamu. Tunggu saja waktunya." ucap Tomi lagi sengaja menakut nakuti Rania.


"Selamat ya tom, akhirnya...." ucap Radit memeluk sahabatnya.

__ADS_1


"Makasih ya dit" jawab Tomi.


"Rania selamat ya, semoga selalu bahagia." ucap Alya kepada Rania.


" Makasih kak." ucap Rania.


Acaranya berjalan lancar. Kini Rania duduk di dihalaman rumahnya bersama dengan Tomi. Sudah sejak tadi mereka duduk berdua disana. Memandang indahnya -bulan yang bersinar terang sambil memadu kasih.


"Sayang, kau tahu. aku merasa sangat bahagia malam ini." ucap Rania yang masih menyandarkan kepalanya di bahu Tomi.


"Aku juga merasa sangat bahagia, sayang. Aku nggak sabar menunggu satu bulan lagi. Aku maunya kita nikahnya sekarang." jawab Tomi.


"Kenapa yang?" tanya Rania polos.


Tomi yang geram mencubit pelan ujung hidung Rania.


"Aku tak sabar ingin segera memiliki mu, aku ingin semua orang tahu bahwa kau adalah wanitaku, orang yang sangat aku cintai." ucap Tomi lagi.


Blush...pipi Rania kembali merona mendengarnya.


" Rania mendongak melihat wajah tampan Tomi yang juga memandang wajahnya..Mata mereka saling mengunci. Seolah bicara tentang cinta diantara mereka berdua. Perlahan keduanya mendekatkan wajahnya dan memejamkan matanya hingga pertautan dua bibir terjadi. Tomi mencium Rania dengan sangat lembut, menunjukkan bahwa dia sangat mencintai nya, perlahan namun pasti Rania juga membalas ciuman Tomi. Kini mereka berdua larut dalam ciuman dalam yang penuh cinta. Tomi menyudahinya setelah keduanya kehabisan nafas.


"Tomi coba menekan hasratnya yang berkobar akibat ciuman mereka.


"shit." ucap Tomi pelan.


"Kamu kenapa yang? tanya Rania.


Bukannya menjawab pertanyaannya Rania, Tomi kembali mengajukan pertanyaan yang aneh.


"Bagaimana kalau kita nikahnya sekarang aja?" tanya Tomi


"Memangnya kenapa yang...?" tanya Rania dengan wajah polosnya.


Sial, aku harus menahan hasrat ini, lihatlah wajah polosnya itu, semakin membuat aku gemas dan ingin membawanya ke kamar ku sekarang juga. Menguncinya hanya untukku dan tak akan membiarkan nya keluar. bathin Tomi.


Tomi tersadar, namun dia kembali menarik tengkuk Rania dan menciumnya dalam. Tomi mengakhiri ciumannya dengan nafas ngos ngosan.


"Sebaiknya kau segera masuk, sebelum aku khilaf." ucap Tomi.


"Kau kenapa sih yang?" tanya Rania.


Tomi tak menjawab hanya mengibas kan tangannya menyuruh Rania pergi.


Bukannya pergi Rania yang akhirnya paham maksud ucapan Tomi tertawa terbahak bahak melihat Tomi.


"Sabar yang, masih satu bulan lagi." ucap Rania sengaja menambah kesal Tomi.


Tomi semakin frustasi mendengarnya. Namun akhirnya dia juga ikut tertawa.


Tomi berdiri dan menarik Rania ke dalam pelukannya. Mencium lembut keningnya.


"Aku pulang dulu, segera masuk dan istirahat. Untuk itu aku akan sabar menunggunya. Hanya satu bulan lagi. Setelah itu aku pastikan kau akan menjerit memanggil namaku. Dan kau tak akan bisa lari lagi kemanapun. Kau hanya bisa pasrah, Nona" ucapnya lembut ditelinga Rania.


Rania seketika menegang mendengar ucapan vulgar Tomi.


Cup, Tomi kembali mencium pipinya sebelum masuk ke dalam mobil dan melajukannya kencang.


Rania hanya terpaku melihat kepergian Tomi.


haaaaaa....dasar mesuuuummm

__ADS_1


Teriaknya dalam hati setelah menyadari maksud ucapan Tomi.


Tomi tertawa di dalam mobilnya, dia yakin saat ini Rania pasti kesal, Setelah paham maksud dari ucapannya.


__ADS_2