Pencopet Cantik

Pencopet Cantik
Akhirnya


__ADS_3

Tomi duduk santai setelah menyelesaikan makan siangnya. Sambil menunggu waktu, Tomi berpikir kemana akan mencari Rania. dirinya merasa lelah setelah berhari hari dia berkeliling kota namun belum menemukan titik terang. Hingga dia masuk ke daerah ini, pinggiran kota dan singgah untuk makan siang.


Tomi berjalan ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dan buang air kecil. Setelah keluar dia terkejut melihat seorang gadis, yang dia yakini itu adalah Rania. Terlihat sang gadis sedang duduk di meja kasir, dan bertransaksi dengan pembeli. Dia terlihat sangat ramah.


"Terima kasih, jangan bosan datang kesini lagi." terdengar suara nyaring Rania.


Perasaan Tomi campur aduk. Dadanya bergemuruh,rindu yang teramat sangat, bahagia karena akhirnya bisa menepikan sang kekasih, bingung dan takut jika Rania akan pergi setelah melihatnya. Matanya tak lepas memandang Rania dari kejauhan.


Rasanya saat ini Tomi ingin segera berlari dan memeluk tubuh mungil yang sangat dia rindukan ini.


Mendekapnya erat dan tak akan lagi melepaskannya. Mengurai rindu yang hampir saja membuatnya gila.


Namun logika nya masih berfungsi dengan jelas, pikiran logisnya menolak keinginan hatinya. Tomi takut jika dia berlari dan memeluk Rania, bisa jadi Rania akan lari dan kembali menjauh darinya. Apalagi ini di tempat umum, sudah pasti akan membuat keributan.


Perlahan Tomi dapat menguasai dirinya, dia diam dan mengatur nafasnya perlahan hingga hatinya tenang. Dia melangkah kembali ke mejanya.


Sebaiknya aku menunggu nya hingga dia pulang kerja. Nanti aku kan mengajaknya bicara. Jika sekarang aku memaksa menemuinya bisa jadi dia malah kabur. Dan aku yang susah mencarinya. bathin Tomi.


Tomi meminum jus nya hingga habis bersih. Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, dan warung tampaknya akan segera tutup.


Namun Tomi masih belum beranjak dari tempat duduknya. Beberapa pegawai rumah makan itu saling berbisik membicarakannya.


Tak lama datanglah Bik Sum sang pemilik warung nasi.


"Maaf mas, kami akan segera tutup. Mas bisa kembali lagi besok." usirnya dengan sopan.


"Eh ...Iya, Bu. Saya sedang menunggu seseorang." Jawab Tomi.


"Bu, boleh saya bertanya?" ucap Tomi membuat kening Bik Sum berkerut. Namun dengan cepat dia mengulas senyum.


"Ada apa mas?" tanyanya ramah.


"Siapa gadis yang bekerja sebagai kasir itu?" ucap Tomi sambil matanya memandang Rania.

__ADS_1


"Oh, itu keponakan saya namanya Rania. Dia baru disini." jawab Bik Sum masih dengan senyum ramahnya.


"Mas, mengenalnya?" tanya bik Sum kemudian.


"Ya, dia istri saya yang kabur dari rumah!" jawab Tomi asal.


"Istri???" ulang Bik Sum terkejut.


Bukankah Rania bilang dia masih gadis. Dan kabur dari rumah karena di jodohkan. Tapi ini mengapa dia mengaku sebagai suaminya.


"Iya, dia istri saya. Namanya Rania Zaskia, dan kami baru saja menikah. Dia kabur karena salah paham dengan saya. Biasalah Bu pasangan baru masih menyesuaikan diri. Apa ibu mau membantu saya?" tanya Tomi.


Kali ini Tomi berucap dengan ekspresi yang cukup meyakinkan. Membuat Bik Sum mempercayainya.


Namun Bik Sum masih memiliki keraguan, bisa jadi pria ini berbohong.


"Ibu, tidak usah takut. Saya tidak bohong. Ibu bisa lihat ini." ucap Tomi.


Dia mengambil ponselnya dan menunjukkan beberapa gambar dirinya bersama Rania dan juga photo setelah acara lamarannya.


"Lalu mengapa dia kabur? apa jangan jangan kamu selingkuh? atau kamu KDRT?" ucap bik Sum curiga.


"Tomi tersenyum lucu mendengar ucapan Bik Sum.


"Tidak bik, Rania salah paham dengan saya, dia pikir saya tidak mencintainya nya. Padahal saya sangat mencintai nya. Buktinya saya menyusulnya datang kesini. Kalau bukan karena saya sangat mencintai nya, untuk apa saya repot repot mencarinya hingga kesini. Saya mohon bantu saya Bu" ucap Tomi penuh harap.


Akhirnya Bik Sum mengangguk setelah melihat wajah memelas dan penuh harap Tomi.


"Baiklah, akan saya panggil kan." ucap bik Sum.


"Bu, boleh saya bicara dengan istri saya diluar. Maksud saya saya akan mengajaknya pergi dari sini." ucap Tomi.


"Panggil saja saya Bik Sum, sama seperti yang lain." ucap bik Sum

__ADS_1


Bik sum tampak berpikir. Hingga akhirnya dia kembali mengangguk setuju. Dan berjalan meninggalkan Tomi yang tersenyum girang.


"Rania .." panggil Bik Sum.


Rania yang sedang menghitung uang di kasir pun menoleh. "Ya Bik..." jawabnya.


"Ada seseorang yang mencarimu, dia mengatakan jika dia adalah suami mu." ucap bik Sum.


"Suami??" ucap Rania terkejut.


"Iya,, dia menunggu di depan. Jika memiliki masalah itu jangan lari, hadapi. Untung suami mu baik, dan mau menyusul mu kesini. Cepat sana temui dia." ucap bik Sum


Rania masih berpikir siapa yang mencari nya. Tidak mungkin Tomi akan sampai datang kesini mencarinya. Dari mana dia tahu jika aku ada di desa ini. bathin nya.


Rani beranjak turun dari kursinya dan memasukkan uang yang telah selesai dia hitung kedalam laci.


Beranjak berjalan kearah Tomi yang menunggunya di depan.


Siapa dia? Apa mungkin ini benar Tomi. Tapi mengapa kelihatan sangat berbeda. Tomi selalu terlihat rapi dan keren.


bathin Rania yang terus berjalan mendekat. Dan melihat punggung pria yang sedang menunggunya di halaman rumah makan.


Tomi memang sudah keluar dari warung Bik Sum dan menunggu Rania di halaman. Dia sengaja. Jika di dalam warung, kemungkinan Rania lari lebih besar dan bisa saja Bik Sum malah melindunginya.


"Ada apa, mengapa anda mencari saya?" terdengar suara Rania bertanya.


Tomi seketika terkejut, dadanya sesak, tenggorokannya kering walau hanya untuk sekedar menjawab pertanyaannya Rania.


Tomi berbalik dan menatap manik mata gadis yang sudah seminggu lebih hilang dari pandangannya. Rasa rindu yang teramat dalam, terlihat jelas di binar matanya.


Rania juga terkejut melihat Tomi berdiri dihadapan nya . Dia tersadar dan ingin segera beranjak pergi. Kalimat yang Tomi ucapkan beberapa hari yang lalu kembali terngiang merdu di telinganya. Membuat dadanya dipenuhi rasa sakit, sesak dan kecewa. Rania bersiap untuk lari.


Namun pergerakannya terbaca oleh Tomi. Dengan langkah panjang dan cepat Tomi berhasil menarik tangan rania. Menariknya dengan kuat dan memasukkan Rania kedalam pelukannya.

__ADS_1


Memeluknya dengan sangat erat. Menumpahkan segala kerinduan yang selama ini dia bendung di dalam dadanya.


Rania awalnya berontak, namun Tomi semakin erat memeluknya hingga akhirnya dia menyerah pasrah dan diam tanpa membalas pelukan Tomi.


__ADS_2