
Rania masuk dengan menggandeng mesra Tomi. Tampak sangat serasi, seperti pasangan yang sebenarnya.
Tomi berjalan masuk dan disambut hangat. Para staf dan karyawan juga hadir. Tamu undangan juga sudah ramai berdatangan.
Tomi tersenyum mendatangi beberapa koleganya dan mengobrol dengan mereka. Tinggal Rania yang duduk sendiri di tempat yang disediakan khusus untuk nya.
Seorang pria tampan sejak tadi melirik Rania, saat masuk bersama dengan Tomi.
Namanya Mark Anderson, pria kebangsaan Inggris yang sudah lama tinggal di Indonesia karena mengelola perusahaan Orangtuanya. Dia juga merupakan rekan bisnis yang kemarin di temui Rania dan Tomi.
Melihat Tomi pergi, Mark langsung mendatanginya.
"Hello, Miss Rania. Saya tidak menyangka kita bertemu lagi. Nice to meet you." Sapa Mark ramah dengan senyum termanis.
"Good Night, Mr. Mark." jawab Rania.
"May I sit here?" Tanya Mark sopan.
"Yes, Please." ucap Rania namun sedikit ragu dalam nada suaranya.
Tanpa menunda waktu, Mark duduk di samping Rania.
"Kamu cantik sekali malam ini," ucap Mark dalam bahasa Indonesia, namun dengan logat Inggris yang kental.
"Thank you, Mr." jawab Rania tersipu malu.
"Maukah kamu menemani saya? Saya sedikit asing dalam pesta seperti ini. Dan saya tidak mengenal orang lain selain anda nona?" ucap Mark.
"Maaf, tapi...."
"Sayang....." Panggil Tomi menghentikan ucapan Rania.
"Kok malah duduk disini, ayo acaranya sebentar lagi akan di mulai." ucap Tomi.
Untung saja Boss galak ini hadir, akhirnya aku punya alasan untuk menghindari bule ini. bathin Rania.
"Hei, Mr. Anderson. Selamat malam, senang anda mau menghadiri undangan saya." ucap Tomi menyapa ramah Mark.
Mark membalas jabatan tangan Tomi dengan wajah kecewa dan senyum yang di paksa kan..
"Ayo sayang... " ucap Tomi menggandeng Rania berjalan meninggalkan Mark.
Bukankah itu sekretaris nya, mengapa dia memanggilnya sayang, apa mereka berdua, Oh no...bathin Mark.
Acara di mulai dengan pengguntingan pita oleh Tomi. Dilanjutkan kata sambutan yang di sampaikan dengan suara lantang dan tegas. Rania begitu terpesona melihat penampilan Tomi.
Dia memang sangat tampan.
__ADS_1
Tomi turun disambut tepuk tangan yang meriah. Beberapa rekan bisnis dan koleganya menyambut nya dan menjabat tangan nya. Romi masih di kerubungi uporia keberhasilan nya. Diantara mereka yang mengucapkan selamat padanya.
Radit tidak hadir diacara tersebut, karena tidak tega meninggalkan Alya yang kerepotan merawat Haikal.
Setelah selesai Tomi berjalan mencoba mencari Rania, namun pemandangan di depan matanya membuat Tomi menjadi kesal dan marah.
Lagi lagi Mark mendekati Rania. Bahkan jika orang lain yang melihat menganggap mereka pasangan, karena Mark yang terus mencoba menempel dengan Rania.
Acara pesta perayaan dimulai, semua tamu undangan menikmati kemeriahan pesta. Ada banyak makanan dan minuman, tersedia.
Mark tidak ingin menyia nyiakan kesempatan. Dia sangat tertarik dengan rania. Dan ingin memiliki gadis cantik itu secepat nya.
Mark menghampiri Rania dan mengajaknya berdansa. Rania menolak dengan alasan jika dia tidak bisa berdansa.
Rania berjalan mengambil makanan dan duduk di meja yang masih kosong. Mulai menikmati makanannya dengan lahap.
Mark datang dan duduk dihadapannya membawa makanan di piringnya.
"Boleh saya duduk disini?" tanya Mark sopan.
Rania menunduk tanda dia setuju. Namun di dalam hatinya sedikit mendongkol karena bule itu mengejarnya terus.
Apa lagi yang dia inginkan kenapa dia mengikuti aku terus?? bathin Rania kesal.
"Apakah kau dan Tomi berpacaran?" tanya Mark, membuat Rania menghentikan makannya sejenak berpikir, baru kemudian melanjutkannya lagi tanpa menjawab pertanyaan Mark.
Mark tidak menyerah, walau Rania tidak menjawab pertanyaannya nya. Dia masih tersenyum dan kembali berucap.
"Lihat gadis yang ada di sebelah Mr.Tomi itu, dia cantik bukan. Aku dengar dia adalah mantan kekasih Mr.Tomi." Ucap Mark pelan.
Mau tidak mau Rania menoleh kearah Tomi yang sedang berdansa dengan seorang gadis. Entah kenapa hatinya panas.
Ucapan Mark ditelan mentah mentah oleh Rania. Dia menoleh, dilihatnya Tomi sedang mengobrol dengan gadis cantik, muda dan mereka terlihat sangat akrab.
Rania meletakkan sendok ya diatas meja. Tiba tiba saja dia tidak lagi berselera untuk meneruskan makan nya.
Apa benar gadis itu mantan kekasihnya, ya dia sangat cantik. Dan mereka juga terlihat sangat cocok. Lalu untuk apa dia menjadikan aku kekasihnya??? dan membawa aku kesini??? bathin Rania kesal.
Dia mendengus kesal dan bangkit berdiri. Bersamaan dengan musik yang berhenti dan lampu ruangan dimatikan.
Musik mengalun pelan dan dengan tiba tiba Mark sudah berjongkok dihadapan Rania. Memintanya berdansa.
Rania ingin menolak tapi segan karena Mark adalah rekan kerja mereka. Di tambah semua mata tertuju padanya tak terlepas dengan Tomi yang tampak terkejut.
Musik mulai mengalun merdu, lampu ruangan yang temaram menciptakan suasana syahdu dan romantis.
Mark mulai memeluk pinggang Rania dan menari mengikuti irama musik. Rania merasa kurang nyaman tapi dia juga segan menolaknya.
__ADS_1
Tomi dan Alena juga berdansa bersama. Alena adalah anak dari salah satu rekan bisnisnya. Dan tampak sangat tertarik dengan Tomi. Hingga dia terus menempel di dekat Tomi.
Tomi melihat Rania dan Mark berdansa menjadi merasa gerah dan panas. Entah mengapa dia merasa tidak suka melihatnya.
Setelah musik berhenti, Rania bergerak menjauh dari Mark, dan Tomi ingin menghampirinya namun lagi lagi Alena menghalanginya dan menariknya.
Rania sendiri merasa kesal melihat Tomi berdansa dengan gadis lain. Ada rasa tidak rela di dalam hatinya. Yang dia sendiri tidak tahu mengapa.
^^^Rania duduk di meja, menunggu waktu segera berakhir agar dia bisa segera pulang. Hati dan jiwa nya mendadak tidak bersemangat.^^^
Tomi menghampiri Rania dan duduk dihadapan nya. Baru akan memulai pembicaraan. Alena datang menghampiri nya.
"Kak Tomi, ternyata kakak duduk disini." ucap Alena manja dan duduk di hadapan Rania.
"Hai, ini pasti Rania, ya?" ucap Alena ramah.
"I...iya. Halo nona." jawab Rania canggung. Mengulurkan tangannya ingin menjabat tanga Alena. Namun sayangnya niat baiknya tak di sambut baik oleh Alena.
"Kamu cantik dan ramah, Tomi sangat beruntung memiliki sekretaris yang sangat cantik." puji Alena kepada Raina.
"Terima kasih,maaf, tapi nona Alena, Anda berlebihan. Saya bukan siapa siapa dan masih harus banyak belajar." ucap Raina.
"Kak, Papa memanggil mu kesana. Yuk!" ajak Alena. menarik tangan Tomi agar mengikutinya.
Dengan langkah berat akhirnya Tomi pergi dengan Alena , dan meninggalkan Rania sendiri.
Untuk apa mengajakku kesini, kalau untuk di cuekin dan menyaksikan dia berpacaran. bathin Rania.
Tomi menemui orang tua Alena dan mengobrol sebentar. Setelah beberapa menit dia Berjalan menemui salah seorang rekannya yang lain.
Rania merasa sangat sedih. Terlihat jelas jika Tomi mengobrol dengan orangtua Alena. Sungguh pemandangan yang menyakitkan hati. Dan Rania mulai merasakannya.
Rania berjalan keluar dari pesta menuju taman. Duduk menikmati indahnya pemandanga malam yang berhias bulan sabit.
Rania tidak berani pulang lebih dulu karena takut tomi memarahinya.
Rania yang sedang duduk melamun di kaget kan dengan kehadiran Alena.
"Kenapa kau duduk disini? Oh aku lupa, kau hanya seorang asisten dari kelas rendah, Tidak cocok ada di pesta kelas atas seperti kami." ucap Alena.
Kata kata Alena menusuk hatinya. Ingin menjawab namun terhenti karena Mark datang dan memanggilnya.
" Rania aku mencarimu. Ayo," ucap Mark mengagetkan. Dia datang menghampiri. Dan mengajak Rania kembali memasuki gedung.
Alena berjalan meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1