Penguasa Benua Tujuh Bintang

Penguasa Benua Tujuh Bintang
PBTB 10 - Lelaki Tua Sialan


__ADS_3

PBTB 10 - Lelaki Tua Sialan


Atas keberhasilannya menyelamatkan Penasehat Dae, Fei Chen diajak Penasehat Dae menuju kediamannya dan diberi tawaran untuk menjadi bawahannya. Dalam perjalanan Fei Chen memperhatikan kondisi sekitar Ibukota Korain yang penuh dengan kemegahan. Namun kemegahan itu dikelilingi aura suram para penduduk yang di penuhi tekanan.


“Jadi namamu Kang-Dae ya? Kau merupakan mantan budak dari Panglima Chul. Aku tidak menyangka dia telah mati.” Penasehat Dae mengelus dagunya sambil memperhatikan Fei Chen yang berjalan dibelakangnya.


“Jadi tujuanmu ke Ibukota Korain karena ingin membalaskan kematian Panglima Chul yang dibunuh Jendral Park?” Penasehat Dae mengerutkan keningnya sambil menanyakan hal tersebut.


“Iya, Tuan Dae. Apakah anda akan marah atau menghukum hamba?” tanya Fei Chen.


Penasehat Dae tertawa pelan mendengarnya, “Tentu saja tidak, Kang-Dae. Justru aku ingin kau membunuh Jendral Park. Aku memiliki satu tawaran untukmu.”


Penasehat Dae tersenyum licik dan merencanakan sesuatu. Fei Chen sendiri juga melakukan hal yang sama sejak awal tanpa sepengetahuan Penasehat Dae. Keduanya mencoba saling memanfaatkan satu sama lain.


Tanpa sepengetahuan Penasehat Dae sendiri dirinya telah jatuh kedalam genggaman Fei Chen dan tidak mengetahui jika dirinya tengah dimanfaatkan.


“Aku akan memberimu tugas untuk melindungiku dan membunuh Jendral Park. Aku sudah lama tertarik pada istrinya itu dan Raja Kim juga berniat menjadi wanita itu menjadi salah satu selirnya. Setidaknya aku ingin merasakan wanita itu sebelum dia jatuh ke tangan Raja Kim.” Penasehat Dae.


Fei Chen tersenyum dan menanggapi, “Tuan Dae. Hamba tidak akan mengecewakan anda.”


Namun dalam hatinya Fei Chen membatin, ’Mereka selalu saja tergila-gila pada wanita dan menaklukkan apapun dengan kekerasan. Bisa dibilang kekerasan adalah kekuatan yang paling absolut didunia ini. Tetapi mereka telah melakukan kesalahan besar karena aku sendiri lemah terhadap wanita dan aku memiliki keberuntungan jika berurusan dengan wanita.’


“Kediamanku ada disana.” Penasehat Dae menunjuk kediamanku yang megah dan dijaga prajurit.


Lalu Penasehat Dae mempersiapkan Fei Chen masuk bahkan sampai menyambutnya dengan sajian hidangan yang lezat. Keduanya menikmati makanan dan arak yang mewah. Setelah itu Fei Chen menyempatkan diri untuk bertanya mengenai ambisi Penasehat Dae menjadi Raja Kim.


“Kang-Dae, kau tidak boleh berkata seperti itu...” Penasehat Dae tertawa kecil lalu meminum arak kembali.


“Arak ini memang nikmat sama nikmatnya dengan tubuh Nam Yoon Ji. Aku berambisi menjadi Raja Kim, itu sudah ada semenjak aku mengendalikan Kim Baek Jun. Tetapi bocah itu berbakat dan memiliki kemampuan tinggi. Aku tidak bisa mengalahkannya,” ujar Penasehat Dae lalu membanting gelas berisi arak.


“Kang-Dae, apa kau mampu melakukannya? Jika kau mampu aku akan memberikanmu salah satu wanitaku.” Penasehat Dae menawarkan.


Fei Chen tersenyum. Dia tertawa dalam hatinya karena Penasehat Dae tidak mengetahui apapun mengenai dirinya.


“Tuan Dae, aku tidak tertarik dengan hal semacam itu. Ada yang ingin aku lakukan daripada bermain dengan seorang wanita.” Fei Chen memberikan jawaban dan membuat Penasehat Dae kembali bertanya.


“Katakan Kang-Dae apa yang ingin kau inginkan? Aku akan mengabulkannya!” ujar Penasehat Dae.


“Aku ingin mengetahui sosok Chul Min Ah.” Fei Chen memberikan jawaban yang asal. Sebenarnya dia menginginkan nyawa Penasehat Dae namun ia tidak mengatakan itu.


“Nyalimu besar juga anak buahku!” Penasehat Dae menepuk pundak Fei Chen dan tertawa.


“Aku tidak salah memilih bawahan! Adik dari Panglima Chul itu memang sangat cantik. Dia memiliki tubuh yang indah dan kulit sehalus giok. Tapi dia milik Raja Kim dan sekarang wanita itu sedang dikurung karena mencoba melarikan diri dari Istana Bintang Merah.” Penasehat Dae memberitahu secara detail mengenai keberadaan Chul Min Ah bahkan Permaisuri Kim Bo Seul.


Fei Chen memejamkan matanya dan menggaruk kepalanya. Dia merenggangkan jarinya dan menghitung.


“Istriku melebihi jumlah jari tanganku. Sepertinya aku akan membawa pulang beberapa wanita dari negeri ini hahahaha!” Fei Chen sedikit terpengaruh minuman yang dia teguk.


Mendengar ini membuat Penasehat Dae mengerutkan keningnya, “Kang-Dae apa maksud ucapanmu itu?”

__ADS_1


“Tuan Dae... Uhuk... Sepertinya aku mabuk...” Fei Chen menjawab dan langsung ambruk walau sebenarnya dia berpura-pura.


‘Aku keceplosan ini berbahaya!’ Fei Chen mengumpat.


“Kau masih lemah Kang-Dae. Jika kau dapat memberikan kesenangan atas keberhasilanmu aku akan menjamin masa depanmu dan mengangkatmu sebagai anak angkatku.” Penasehat Dae berdiri dan menatap Fei Chen yang terbaring dilantai.


Lalu Penasehat Dae mengeluarkan sejumlah uang dan kartu kepada Fei Chen.


“Pergilah ke rumah hiburan terbesar di kota ini Kang-Dae jika kau ingin menuntaskan malammu itu hahaha! Anggap saja itu hadiah dariku!” ucap Penasehat Dae sambil berlalu pergi meninggalkan Fei Chen menuju sebuah ruangan di kediamannya.


Fei Chen menerima sejumlah uang dan kartu pemberian Penasehat Dae.


“Aku meminum dalam kondisi normal dan hampir mabuk. Ini bahaya, lelaki tua sialan itu rupanya sangat kuat bahkan dia belum mabuk. Hahaha apakah dia reinkarnasi dewa mabuk?” Fei Chen tertawa kecil sambil bangkit berdiri merapikan kondisi meja yang berantakan.


Setelah itu Fei Chen mengikuti Penasehat Dae menuju ruangan pribadinya tanpa sepengetahuan Penasehat Dae ataupun penjaga serta pelayan.


Fei Chen berjalan mendekati ruangan yang dipenuhi lentera dan menuntunnya kedalam sebuah kamar.


“Eun Soo, apa kau sudah mendengar jika suami dari kakakmu meninggal?”


“Aku sudah mendengarnya.”


Fei Chen mendengar suara Penasehat Dae dan seorang wanita. Kemudian dia mencari celah untuk mengintip dan menemukan seorang wanita berumur empat puluhan tahun sedang duduk dipangkuan Penasehat Dae.


“Malam ini aku ingin kau melayaniku Eun Soo. Kau adalah istriku bukan?” Penasehat Dae meraba perut wanita tersebut dan membelai rambutnya.


Wanita itu terlihat tidak menyukai apa yang dilakukan Penasehat Dae kepada dirinya. Namun setelah Penasehat Dae membisikkan sesuatu wanita itu akhirnya tidak melawan saat Penasehat Dae mulai menyatukan tubuh keduanya.


“Mmmmmsssss....” Hea Eun Soo menggelengkan kepalanya.


“Kau sempit Eun Soo! Aku keluar!” Penasehat Dae ambruk disamping Hea Eun Soo dan bernafas dengan tersengal-sengal.


Dengan tatapan kosong dan jijik Hea Eun Soo langsung membersihkan tubuhnya. Wanita itu belum mendapatkan kepuasan dan seperti sedang berada dalam ancaman Penasehat Dae.


Saat Fei Chen sedang asyik mengintip dia tidak mengetahui jika ada wanita dibelakangnya yang ikut mengintip. Hawa keberadaan wanita itu seolah-olah lenyap dan tiada.


“Aku sudah membunuh Jendral Nam. Tinggal mengatur rencana untuk menjadikan Nam Yoon Ji sebagai istriku,” ujar Penasehat Dae.


“Wanita bodoh itu tidak mengetahui jika selama ini suaminya dipenjara karena ulahku. Dia selalu melayaniku dengan harapan agar suaminya bebas, tetapi aku tidak puas jika dia tidak menjadi milikku makanya aku membunuh suaminya. Jadi setelah acara perjamuan kami kalian berdua harus melayaniku bersama Eun Soo.” Penasehat Dae menawarkan.


Sedangkan Hea Eun Soo yang baru selesai mandi menatap Penasehat Dae dengan jijik, ‘Kau saja tidak mampu membuat istrimu puas dan ingin memuaskan wanita lain.’


Hea Eun Soo menggigit bibir bawahnya karena terpaksa menjadi istri Penasehat Dae dengan harapan pria itu tidak membunuh Chul Ji Sung dan Hea Eun Jung.


“Jadi wanita itu adiknya istri Paman Chul-”


“Apa?! Suamiku... Suamiku...”


Fei Chen tersentak kaget saat mendengar suara seorang wanita dibelakangnya. Saat dia menoleh dia melihat seorang wanita berwajah keibuan dengan sorot mata yang teduh meneteskan air mata.

__ADS_1


Wanita itu berlari meninggalkan ruangan tersebut dan membuat Fei Chen mengerutkan keningnya.


“Dia tidak memiliki hawa keberadaan? Aku tidak merasakan hawa keberadaannya? Aku yang seorang Raja Neraka?” ucap Fei Chen penasaran.


Fei Chen mengikuti wanita itu dan melihat wanita tersebut mengambil sebuah pedang. Wanita itu menangis histeris dan menggenggam bilah pedang dengan gemetaran.


“Aku akan membunuhmu Dae!” Melihat wanita itu marah membuat Fei Chen mengerti jika wanita dihadapannya itu adalah Nam Yoon Ji, istri Mantan Jendral Nam.


Fei Chen menghadang dan menahan Nam Yoon Ji.


“Minggir!” ujar Nam Yoon Ji.


“Nyonya, kau tidak memiliki kekuatan untuk membunuhnya.” Fei Chen memberikan peringatan.


“Dia memanfaatkanku dan membunuh suamiku! Aku sudah tidak memiliki tujuan hidup! Jangan halangi aku! Setidaknya aku ingin mati dengan membunuhnya!” teriak Nam Yoon Ji.


“Aku akan menggantikan peranmu Nyonya. Aku yang akan membunuh lelaki tua sialan itu!” ujar Fei Chen.


“Lihat dalam beberapa hari kedepan aku akan membunuh orang itu dan semua orang dibelakangnya.” Fei Chen menambahkan.


Nam Yoon Ji menjatuhkan pedang tersebut dan terduduk dengan tatapan kosong. Wanita itu seperti kehilangan tujuan hidup. Fei Chen melihat Nam Yoon Ji dan berniat meninggalkannya, namun dia memilih untuk tetap tinggal karena tidak ingin Nam Yoon Ji melakukan hal yang bodoh.


“Kau... Kau mengatakan semua itu apa karena ingin memanfaatkanku juga?” Nam Yoon Ji tiba-tiba bertanya.


“Aku tidak perlu melakukan itu. Bahkan sejak awal aku sudah memanfaatkan Penasehat Dae.” Fei Chen menjelaskan.


Kemudian Fei Chen memberitahu Nam Yoon Ji disaat-saat terakhir kematian Mantan Jendral Nam. Mendengar ini membuat Nam Yoon Ji mengambil pedang dan menusuk perut Fei Chen.


Api membakar perut Fei Chen dan perlahan menyembuhkan luka tusukan.


“Nyonya kau bisa marah dan dendam kepadaku. Apapun itu jangan sampai kau kehilangan tujuan hidupmu.” Fei Chen memegang perutnya dan merebut pedang yang dipegang Nam Yoon Ji.


“Katakan padaku... Siapa namamu?” Nam Yoon Ji bertanya.


“Kau bisa memanggilku Fei Chen.” Kemudian Fei Chen menjelaskan penyamarannya dan memberitahu jika hanya Nam Yoon Ji yang mengetahui rencananya.


Mendengar penjelasan Fei Chen membuat Nam Yoon Ji mengepalkan tangannya.


“Baiklah, kalau begitu aku akan membantumu Chen‘er.” Nam Yoon Ji menawarkan.


“Setelah itu aku akan membunuhmu,” lanjut Nam Yoon Ji.


“Chen‘er?” Fei Chen memiringkan kepalanya.


“Bukankah itu terbiasa disana? Lagipula aku orang tua dan kau sangat muda.” Nam Yoon Ji menjawab.


Fei Chen tersenyum, “Nyonya, aku memiliki rencana yang sudah ku jelaskan padamu. Tetapi aku menemukan rencana lain. Mendapatkan dokumen rahasia Raja Kim memang penting, tetapi aku ingin mengadu domba kedua orang ini antara Raja Kim dan Penasehat Dae.”


Nam Yoon Ji terlihat berpikir. Wanita berwajah keibuan ini tidak menyangka akan muncul sosok seseorang yang berani ingin mencari masalah dengan Raja Kim.

__ADS_1


“Rencana itu kau bisa jelaskan padaku...”


Fei Chen kembali terkejut karena tidak menyadari hawa keberadaan seseorang. Dia menoleh dan melihat Hea Eun Soo berdiri didepan pintu.


__ADS_2