Penguasa Benua Tujuh Bintang

Penguasa Benua Tujuh Bintang
PBTB 26 - Penjara Hutan Bambu


__ADS_3

PBTB 26 - Penjara Hutan Bambu


Saat ini Fei Chen sedang dalam perjalanan menuju Ibukota Korain. Alasan Fei Chen tidak menggunakan teleportasi karena dia telah mendapatkan informasi dari Deshe mengenai keberadaan Penjara Hutan Bambu. Sebuah penjara yang dikelilingi bambu emas dan berada di antara Ibukota Korain dan Kota Jisa.


Penjara Hutan Bambu merupakan tempat yang dipenuhi kabut dan juga qi yang kental. Mengetahui hal ini Fei Chen tertarik untuk membuat kediamannya disini tetapi tentu saja itu tidak mudah.


“Tuanku, disini sangat bagus untuk melakukan kultivasi ganda dan melakukan terobosan seperti sekali dayung dua pulau terlewati.” Deshe memberitahu.


“Istriku semuanya berusaha mencapai Pendekar Dewa walau beberapa dari mereka sudah menerima kondisiku, tetapi aku ingin membantu mereka sebisanya.” Fei Chen memegang dagunya dan memikirkan beberapa ide.


“Jadi Deshe bagaimana cara kita memasuki hutan ini? Dilihat sekilas ini adalah sebuah hutan terlarang namun jauh didalam sana ada sebuah hutan bambu bukan?” Fei Chen bertanya.


“Benar sekali Tuanku. Aku sudah berusaha mencari jalan pintas menuju Penjara Hutan Bambu namun rute itu memerlukan waktu karena banyak hewan buad berkeliaran disana.” Deshe memberitahu Fei Chen tentang betapa bahayanya hutan terlarang ini.


“Kau pikir aku siapa Deshe?” Fei Chen menarik nafas panjang sebelum dia melepaskan qi dalam jumlah besar yang membuat penghuni hutan terlarang ketakutan.


Sejumlah hewan buas menjauh saat merasakan hawa keberadaan Fei Chen. Segera Fei Chen memasuki hutan terlarang dan langsung menuju Penjaga Hutan Bambu di bagian terdalam hutan terlarang.


“Tuanku, aku diam-diam mengamati para calon istrimu dan sekarang wanita bernama Park Mi Kyung sedang digoda seorang pria.” Tiba-tiba Deshe memberitahu.


Fei Chen berdecak kesal, “Ular laknat! Kau selalu saja seenaknya! Berapa wanita yang kau awasi?!”


Fei Chen bertanya dan Deshe memberikan jawaban jika dirinya mengamati Park Soo Ah, Park Mi Kyung, Nam Yoon Ji, Hea Eun Soo dan Kim Bo Seul.


“Lima wanita. Aku akui empat wanita itu tertarik padaku tetapi Ratu Kim adalah hal yang lain. Aku belum pernah bertemu dengannya dan aku tidak ingin menambah masalah dengan istriku yang lain.” Fei Chen menggaruk kepalanya karena tidak menyangka Deshe tertarik dengan hubungan antara Fei Chen yang menambah istrinya.

__ADS_1


“Tuanku, kau tidak perlu khawatir. Seperti yang kukatakan sebelumnya, sekali dayung lima pulau terlewati. Bersyukur jika hanya lima pulau tapi jika sampai sebelas maka semua istri sahmu akan menghabisimu.” Deshe mengeledek Fei Chen dan membuat pria itu mengeluarkan api hitam pada telapak tangannya.


“Aku penasaran bagaimana rasanya daging dari Hewan Suci sepertimu Deshe. Apa kau bersedia mati untukku?” Seketika Deshe tidak berani mengeledek Fei Chen yang terlihat serius dengannya.


Setelah itu Fei Chen membuat sebuah segel portal teleportasi di hutan terlarang dan menciptakan sebuah klon. Kemudian Fei Chen menyuruh Deshe menemani klon dirinya.


“Tuanku, klon ku akan Mmebeik informasi yang lain kepadamu.”


Setelah itu keduanya berpisah. Sementara Deshe melanjutkan perjalanan menuju Penjara Hutan Bambu, Fei Chen melakukan teleportasi ke Ibukota Korain.


Hanya dalam waktu yang singkat Fei Chen sudah berada di Ibukota Korain. Fei Chen menemukan dirinya berada di kediaman Hea Eun Soo dan melihat wanita itu sedang memasak sesuatu.


“Sudah berapa hari ini dia tidak menengok dan mengabariku. Apa hanya dalam semalam dia sudah bosan denganku?”


Mendengar Hea Eun Soo berbicara sendiri membuat Fei Chen tersenyum. Fei Chen ingin menubruk wanita paruh baya itu dari belakang namun dia mengurungkan niatnya.


Akhirnya Fei Chen membuat sebuah tulisan dari daun dan melemparnya kearah Hea Eun Soo sebelum dia pergi. Hea Eun Soo yang sedang memasak terkejut dan mengambil daun tersebut.


“Malam ini berdandanlah yang cantik Eun Soo ku, aku akan melahapmu.” Hea Eun Soo berkata sambil membaca pesan daun tersebut.


Wajahnya memerah karena dia mengetahui jika ini adalah ulah Fei Chen.


“Chen‘er! Chen‘er! Apa kau bersembunyi?!” Langsung saja Hea Eun Soo mencari keberadaan Fei Chen.


Nam Yoon Ji yang sedang asyik ngemil menjadi emosi.

__ADS_1


“Eun Soo, apa kau sudah gila? Chen‘er tidak ada disini. Bocah itu sudah pergi. Kau harus sadar diri jika dia hanya memanfaatkan dirimu.” Nam Yoon Ji menegur Hea Eun Soo.


“Hihihi... Yoon Ji kau tidak perlu marah. Aku tahu kau cemburu padaku bukan? Karena aku yang pertama menjadi wanitanya di antara kita bertiga.” Hea Eun Soo malah menyombongkan diri bukannya sadar.


Nam Yoon Ji menepuk jidatnya dan menghela nafas panjang.


“Bocah itu... Benar-benar!” Nam Yoon Ji langsung menghabiskan cemilannya dengan cepat.


“Bagaimana bisa wanita berumur bertingkah seperti gadis hanya karena bocah sialan itu?!” Nam Yoon Ji sebal karena merasa dirinya tertinggal jauh untuk menjadi wanitanya Fei Chen.


Disisi lain Fei Chen sudah berada di kediaman Park Mi Kyung yang dijaga beberapa pasukan. Fei Chen yang sudah biasa menjadi mata-mata langsung saja menembus kediaman Park Mi Kyung yang sederhana dengan mudah.


Saat melewati bagian depan ruang tamu kediaman, Fei Chen mendengar suara bisikan pria dan wanita.


“Tidak, Tuan Park! Kau harus ingat jika istrimu yang setia itu menunggumu di rumah! Kau tidak bisa memanfaatkan diriku lagi!” suara Park Mi Kyung terdengar.


“Wanita sialan! Bukankah selama ini kau bertahan hidup dan mendapatkan perlindungan dariku! Kemana sosokmu yang mengemis saat aku memuaskan dirimu!” Suara emosional Kang Bora terdengar.


Fei Chen membuka sedikit jendela kediaman dan melihat pakaian Park Mi Kyung hanya menyisakan kain hitam yang begitu tipis menutupi celahnya yang cembung. Kedua gunung indahnya Park Mi Kyung menjadi santapan lezat Kang Bora yang larut dalam kebuasannya.


“Aaaah! Tidak! Jangan dilepas!” Park Mi Kyung memohon namun Kang Bora berhasil menggeser kain hitam yang menutupi celah Park Mi Kyung dan langsung mempertemukan intinya dengan celah cembung yang indah itu.


“Tidak!” Park Mi Kyung menjerit saat Kang Bora tersenyum menyeringai.


Namun sebelum Kang Bora masuk, tiba-tiba tubuh Park Mi Kyung menghilang dan Kang Bora menghantamkan intinya dengan keras ke lantai kediaman.

__ADS_1


“Aduh!” Kang Bora terkejut dan langsung mencari keberadaan Park Mi Kyung.


“Kemana wanita itu?! Argh! Sialan! Bagaimana bisa dia menghilang?!” Kang Bora merapatkan giginya dan menghajar dinding kayu kediaman.


__ADS_2