
PBTB 33 - Kelinci Pencuri
Didalam kamar terlihat Nam Yoon Ji menangis tersedu-sedu setelah terlepas dari obat perangsang, sedangkan Fei Chen terlihat berusaha menenangkan wanita tersebut. Tengah malam yang hening itu membuat Nam Yoon Ji tersadar dan menemukan tubuhnya yang di arungi Fei Chen dengan penuh rasa sayang.
“Lepaskan! Menjauh dariku!” Nam Yoon Ji memberontak dan berusaha mendorong tubuh Fei Chen.
Namun Fei Chen berbisik dan mengingatkan jika Park Soo Ah berada di kamar sebelah.
“Nam Yoon Ji, Nyonya Park ada di kamar sebelah. Jangan berteriak jika tidak ingin dia mengetahui kita disini.” Menyadari itu Nam Yoon Ji mengendurkan perlawanannya dan membiarkan Fei Chen memeluknya penuh kasih sayang.
“Lepaskan aku...” gumam Nam Yoon Ji lirih.
“Aku tidak akan melepaskanmu, sayang. Tidak akan.” Fei Chen berkata dengan mesra dan membuat Nam Yoon Ji malu.
“Aku tidak pantas untukmu. Kau sudah memiliki Mi Kyung dan Eun Soo. Aku tidak ingin merebut kebahagiaan mereka.” Nam Yoon Ji kembali mengingatkan.
“Yoon Ji, kau berhak bahagia. Apa kau tidak ingin bahagia bersamaku dan yang lainnya?” Fei Chen mengatakan itu sambil melingkarkan kedua tangannya diperut Nam Yoon Ji.
Lalu dengan penuh kelembutan Fei Chen memangku tubuh sintal Nam Yoon Ji. Keduanya merasakan sentuhan hangat di inti masing-masing. Nam Yoon Ji memerah wajahnya sedangkan Fei Chen tersenyum tipis karena bisa melihat kecantikan Nam Yoon Ji yang masih indah.
“Apa aku menyakitimu sayang? Jika iya maafkan aku. Aku rapuh, aku cemburu karena mengira kau memiliki perasaan kepada Kang Bora sialan itu.” Fei Chen berkata dengan nada sedikit kesal dan membuat Nam Yoon Ji tersenyum bangga.
“Kau sudah memiliki banyak istri dan masih cemburu kepada wanita tua sepertiku? Apa kau masih waras?” Nam Yoon Ji menoleh kebelakang dan menatap wajah Fei Chen.
Fei Chen mengecup bibir Nam Yoon Ji lalu kedua tangannya meraha gunung indah wanita berwajah keibuan itu dengan gemas.
“Akh!” Nam Yoon Ji memekik dan menatap Fei Chen sengit.
__ADS_1
“Lihat milikku masih waras dan kaulah penyebabnya...” Fei Chen berkata pelan lalu membisikkan sesuatu kepada Nam Yoon Ji.
Nam Yoon Ji melebar matanya karena Fei Chen meminta persetujuan untuk menuntaskan pertempuran mereka. Dalam keheningan malam keduanya kembali bergelut indah demi menggapai kenikmatan surgawi tanpa menyadari sepasang mata yang melihat dari celah pintu dengan nafas tersengal-sengal.
“Lihat saja kalian berdua... Aku tidak menyangka Chen‘er mengabaikanku dan menikmati malam bersama Yoon Ji.” Wanita itu adalah Park Soo Ah yang terbangun karena mendengar suara tangisan Nam Yoon Ji.
Merasa khawatir Park Soo Ah memutuskan untuk melihat keadaan Nam Yoon Ji, namun apa yang dia lihat adalah sosok Nam Yoon Ji yang dipangku oleh Fei Chen dan keduanya terlihat seperti sepasang pengantin baru yang baru saja melakukan malam pertama mereka.
Sementara itu diwaktu yang sama dalam kediaman Bangsawan Tae terlihat Kang Bora sedang berusaha membangunkan Bangsawan Tae.
“Tuan Tae? Tuan Tae? Ah sepertinya dia sudah tertidur lelap.” Kang Bora tersenyum gembira karena sekarang hanya saja istri Bangsawan Tae yang menemaninya minum.
“Kang... Bora... Huek!” Mengira Bangsawan Tae tidur, justru Kang Bora dikejutkan dengan pria tersebut yang muntah.
“Suami, kau membuat celana Jendral Kang menjadi kotor. Sebaiknya kau tidur dan jangan minum lagi.” Istri Bangsawan Tae mengingatkan.
Wanita bernama Tae Yoon Yi adalah wanita yang bersikap lembut dan rendah hati serta merupakan pewaris utama kekayaan Bangsawan Tae. Dengan mengenakan pakaian yang sopan menambah kesan keanggunannya namun dibalik semua keindahan tubuhnya tercetak jelas.
Namun di depan pintu kamar tiba-tiba Bangsawan Tae berkata pelan.
“Nam Yoon Ji... Park Soo Ah... Kalian berdua akan menjadi budak ku dan melayaniku...”
Tangan Tae Yoon Yi gemetar saat membantu suaminya itu masuk kedalam kamar.
“Apa maksudmu, Suami?” tanya Tae Yoon Yi.
“Apa? Tidak apa-apa, aku hanya ingin menikmati setiap malam dengan wanita cantik sepertimu istriku.” Sambil membelai wajah istrinya, lalu Bangsawan Tae menerjunkan badannya keranjang dan tak lama suara dengkuran yang keras terdengar.
__ADS_1
Tubuh Tae Yoon Yi lunglai dan hampir jatuh, namun tiba-tiba Kang Bora menahannya.
“Nyonya, bersabarlah. Kau tidak perlu memikirkan ucapan suamimu itu. Dia sedang mabuk.” Kang Bora berkata dengan nada yang lembut sambil membantu Tae Yoon Yi menjaga keseimbangan.
“Terimakasih, Tuan Kang, tetapi lepaskan tanganmu dari tubuhku.” Tae Yoon Yi langsung menjaga jarak dari Kang Bora dan keduanya menuju ruang tamu.
Disana Tae Yoon Yi menanyakan kegiatan suaminya diluar kediaman, Kang Bora menceritakan bagaimana Bangsawan Tae yang gemar bermain wanita dan sudah banyak wanita yang menjadi teman tidurnya.
Mendengar ini ekspresi wajah Tae Yoon Yi terlihat syok. Namun wanita itu tidak langsung segera mengambil kesimpulan dan mencerna ucapan Kang Bora karena Tae Yoon Yi sendiri tidak mudah percaya pada seseorang.
Keduanya mengobrol lama dan Tae Yoon Yi menunggu Kang Bora untuk pulang, namun pria itu terlihat semakin mengajaknya untuk mengobrol lebih jauh.
‘Sepertinya ini waktu yang tepat untuk memaksanya. Aku penasaran bagaimana ekspresi wanita sopan jika ku taklukkan.’ Saat Kang Bora hendak melancarkan aksinya tiba-tiba suara kebisingan diluar terdengar.
“Suara keributan apa diluar?” Tae Yoon Yi berdiri dan penasaran.
Kang Bora mengikuti Tae Yoon Yi dan melihat beberapa penduduk yang berkumpul diluar kediaman.
“Ada apa ini?” tanya Tae Yoon Yi ramah.
Salah satu penduduk langsung memberitahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Tae Yoon Yi.
“Nyonya Besar Tae, ada seseorang yang menggunakan topeng kelinci dan membangikan sejumlah uang kepada rakyat miskin. Dari informasi yang terdengar, Kelinci Pencuri itu mengambil uang dikediaman anda.” Setelah diberitahu Tae Yoon Yi nampak kebingungan.
“Bukan, Kelinci Pencuri tidak mencuri dikediaman Nyonya Besar Tae, tadi temanku mengatakan jika kediaman Jendral Kang yang dicuri.”
Mendengar itu seketika Kang Bora teringat pada istrinya dan khawatir.
__ADS_1
“Nyonya Tae, aku pamit undur diri. Aku khawatir dengan istriku. Besok aku akan kemari.” Segera Kang Bora menuju kediamannya.
Tae Yoon Yi malah berharap Kang Bora tidak lagi mampir kerumahnya karena wanita itu sangat tidak menyukainya.