
PBTB 22 - Trauma Xhin Li Wei
Pagi harinya...
Ji Xiuha terbangun dari tidurnya begitu juga dengan Song Na, keduanya merasakan kepalanya sedikit pusing dan rasa ngilu dicelah pahanya.
“Aaaahhh... Tubuhku terasa sangat ringan dan melelahkan...” gumam Ji Xiuha sambil memegang kepalanya dan mencoba bangkit.
‘Semalam Chen‘er benar-benar buas dan membolak-balikan badanku seenaknya...’ batin Ji Xiuha mengingat bagaimana Fei Chen dan dirinya bergulat.
Kemudian Ji Xiuha menoleh kearah Song Na yang sama seperti dirinya sedang mengingat pergulatan hebat semalam.
‘Sepertinya hari ini aku akan istirahat seharian...’ Song Na membatin dan bukannya bangkit berdiri malah membaringkan kembali tubuhnya.
“Kenapa kau tidur lagi Nana?” ujar Ji Xiuha.
“Apa kau tidak merasa lelah Xiuha? Bagian tubuhku yang ini terasa sangat ngilu dan hari ini biarkan aku tidur dikasurmu.” Song Na menjelaskan kondisi tubuhnya sambil memegang celah pahanya.
Ji Xiuha mengerti tetapi tetap saja dia tidak menyangka Song Na akan tidur dikamarnya. Akhirnya Ji Xiuha memilih untuk bangun dan melaksanakan aktivitas pagi. Wanita berwajah keibuan itu menemukan Guan Ai sehabis mandi di kolam air panas.
“Pagi Xiuha. Bagaimana semalam hebat bukan suami muda kita?” Guan Ai menyapa.
__ADS_1
“Aiai. Kenapa tidak membangunkanku?” ujar Ji Xiuha.
“Kau terlihat sangat kelelahan Xiuha. Daripada itu mana Nana?” tanya Guan Ai.
“Nana? Dia...” Ji Xiuha menjelaskan kondisi Song Na kepada Guan Ai dan membuat Guan Ai tertawa kecil.
“Lagipula setelah kita berdua memancing bocah nakal itu, Nana menjadi pelepasannya. Jadi wajar saja dia sangat kelelahan. Aku saja berniat akan tidur kembali.” Guan Ai kembali ke kamarnya meninggalkan Ji Xiuha yang hendak mandi pagi.
Sementara itu Fei Chen menikmati lingkungan Istana Ma yang menurutnya memberikan kenyamanan tersendiri. Dalam ruang singgasana dan pribadinya, Fei Chen menemukan Ning Guang sedang bersama Liu Xianlin dan Xhin Li Wei.
“Gege!” Nampak Ning Guang dan Liu Xianlin terkejut akan kedatangan Fei Chen.
Berbeda dengan Ning Guang dan Liu Xianlin yang antusian, Xhin Li Wei terlihat tidak mempedulikan Fei Chen dan menjaga jarak. Melihat hal ini membuat Fei Chen mengingat delapan tahun yang lalu dan merasa bersalah.
“Jika kau kembali jadi kau ingin minta jatah bukan?” ujar Ning Guang menggoda.
“Hihihi... Pasti dia sangat kesusahan menahan gairahnya di Munjong.” Liu Xianlin mengeledek.
“Semalam dia sudah mendapatkan pelayan dari Xiuha, Nana dan Aiai.” Xhin Li Wei memotong obrolan mereka dan membawa beberapa dokumen sebelum menatap Fei Chen tajam.
“Aku akan kembali ke ruangan ku, ” ujar Xhin Li Wei berpamitan.
__ADS_1
“Li Wei?” Ning Guang mengetahui masalah Xhin Li Wei dan Fei Chen namun ia tidak menyangka keduanya masih terus seperti itu sampai sekarang.
“Bibi Xhin, apa perlu bantuan?” ujar Liu Xianlin.
“Tidak perlu, Xianlin. Aku bisa mengerjakannya sendiri. Ini sudah kewajibanku sebagai istri dari Kaisar Ma.” Setelah Xhin Li Wei pergi meninggalkan ruangan.
Fei Chen menghela nafas dan tersenyum kecut, “Sepertinya dia tidak melupakan kejadian delapan tahun lalu.”
Fei Chen mengepalkan tangannya dengan erat. Memang delapan tahun lalu adalah hal terberat dalam hidupnya. Selain kondisi tubuhnya yang istimewa, semua istrinya yang tidak mencapai puncak Pendekar Dewa tidak dapat menerima benih cinta Fei Chen dan mengandung anaknya.
Untuk kasus Xhin Li Wei adalah penyesalan terbesar Fei Chen karena setelah Ning Guang, Liu Xianlin dan beberapa istrinya tiba-tiba mengalami keguguran, Xhin Li Wei mendapatkan penyerangan saat diam-diam keluar Istana Ma tanpa pengawasan.
Penyerangan itu membuat Xhin Li Wei keguguran dan hampir saja kesucian tubuhnya yang hanya untuk Fei Chen ternoda. Kedatangan Fei Chen yang terlambat bersama Ji Ho membuat Xhin Li Wei frustasi dan syok hingga saat ini.
“Aku menunggu informasi dari Deshe dan ingin mengatakan kepada kalian tentang Ho‘er.” Fei Chen berkata dengan suara sendu.
“Ada apa dengan Ho‘er?!” Ning Guang panik karena mengira terjadi sesuatu dengan Ji Ho.
“Tenang, Guang‘er. Aku membawa berita baik karena Ho‘er akan segera menikah.” Fei Chen menjelaskan dan membuat Ning Guang terkejut begitu juga dengan Liu Xianlin.
“Apa menikah?”
__ADS_1